setelah izin ke teman teman nya untuk pulang duluan. Haechan segera pergi menuju ke lapangan outdoor kantor untuk melihat daddy nya yang sedang tanding tenis dengan para pekerja.
sebenarnya Haechan malas sekali jika disuruh menonton hal yang berbau olahraga. Haechan benci itu. tapi Jaehyun terus memaksanya untuk menemaninya hingga pertandingan selasai. apa boleh buat selain menurutinya.
Haechan duduk di kusi belakang paling atas. sebenarnya Haechan tidak 100 persen menonton aksi tanding Jaehyun. Haechan sibuk dengan game di handponenya. sudah tau kan kalau anak manis ini benci hal berbau olahraga.
tanpa Haechan sadari Jaehyun-daddy posesif nya tengah menatap kearahnya yang justru sibuk memainkan ponsel. Jaehyun berjalan menuju kursi Haechan dan langsung mengambil paksa ponsel milik baruang nya.
"seru sekali sepertinya bear. apakah ponselmu jauh lebih penting hmmmm?"
"Daddy maaf. habisnya aku bosan tidak ada yang mengajak bicara" Haechan mengambil satu tangan Jaehyun untuk ditempelkan ke pipinya agar pria pucat itu tak marah dengannya
"bukankah bagus sayang? lagipula daddy tidak akan membiarkan mu berbicara dengan orang lain selain daddy."
"iisshh daddy tidak punya hak untuk mengatur hidup ku."
"tentu saja punya baby. kau lupa jika aku ini pengendali kuasa atas hidup mu?" uacap Jaehyun.
Jaehyun mengangkat sedikit tubuh Haechan dan mendudukan tubuh mungil itu dipangkuannya dengan tangan yang melingkar dipinggang Haechan. seolah mengunci anak itu untuk tidak pergi kemana mana. terlihat sangat posesif.
"issh dad minggir. aku malu dilihat banyak orang." kata Haechan sambil berusaha melepaskan ikatan lengan Jaehyun dipinggang nya.
"sttt jangan banyak gerak sayang, lagipula daddy tidak peduli dengan tatapan mereka. ini kantor milik daddy, terserah daddy ingin melakukan apa."
Haechan hanya menundukan kepalanya takut. Jaehyun nya benar benar tidak mengerti tempat. pria tua ini selalu membuatnya malu karena dianggap maja oleh orang lain.
bayangkan saja bagaimana jika kau melihat seorang anak yang tingginya sudah lebih dari 1,7 meter tapi masih di pangku? apa kata dunia.
"dad aku ingin beli minum."
"tidak, kau tetap disini biar Yuta yang mengambilkannya untukmu."
Jaehyun selalu melarangnya pergi kemana saja. hanya untuk membeli minum pun dilarang.
tidak hanya itu. Jaehyun kerap sekali ikut hadir ketika Haechan mengerjakan tugas kelompok bersama teman satu kelompoknya.
Jung posesif Jaehyun juga memiliki beberapa mata mata yang akan melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan Haechan selama Jaehyun tidak bersamanya.
"sstttt angkat kepalamu baby. daddy ingin melihat wajah tampan ini." Jaehyun mengusap pipi Haechan. mendaratkan beberapa kecupan diseluruh wajah si mungil. miliknya.
MILIKNYA!!!!
BAHKAN JAEHYUN TIDAK AKAN PERNAH BOSAN MEMBERITAHU SEMUA ORANG BAHWA HAECHAN ADALAH MILIKNYA!!!
"sebentar lagi waktu breaknya sudah habis. daddy mau turun dulu ya. handphonemu boleh diambil setelah pertandingan selesai"
"Dan tidak ada yang menyuruhmu duduk disini baby" segera Jaehyun angkat tubuh Haechan dalam gendongan bridal style menuju kursi para pemain. tindakan jaehyun tentu saja mengundang perhatian se isi lapangan outdor.
ada yang berteriak heboh dan beberapa mencibir tak suka. Jaehyun tak ambil pusing dan langsung mendudukan si manis dikursinya.
"ingat jangan kemana mana dan tetaplah berada di kursimu."
KAMU SEDANG MEMBACA
POSESIF DADDY (JAEHYUCK)
Fiksi Remaja❌❌❌BUKAN BXB❌❌❌ DADDY JAEHYUN (duda) BABY HAECHAN jangan salah lapak yaaa Brothership
