"Kayra, hei!" panggil pak Bayu sambil melambai lambaikan tangan nya di depan wajah kayra, namun tak ada sahutan dari gadis itu.
"Revita Kayra Gabriella!" panggil pak Bayu sekali lagi, Kayra yang tengah melamun sambil menatap pak Bayu langsung kembali sadar.
"Eh i-iya pak kenapa?" tanya Kayra gelagapan.
Pak Bayu yang melihat tingkah Kayra hanya geleng-geleng kepala, sudah tak jarang ada siswi yang bertingkah seperti Kayra ini, bahkan ada yang menyatakan perasaan pada nya secara terang-terangan, tetapi dia abaikan karna dia sudah memiliki wanita cantik dihatinya.
"Ini bapak mau minta tolong sama kamu, tolong bagiin buku ini yang kemarin, sudah bapak periksa semua, nanti kamu bagiin ke kelas kamu ya, soalnya bapak lagi ada urusan." titah pak Bayu sambil memberikan buku buku itu pada Kayra.
"Iya pak nanti saya bagiin, tapi tumben saya yang disuruh pak, biasanya ketua kelas?" tanya kayra mengambil alih buku tersebut.
"Itu tadi katanya Vino lagi ada urusan jadi gak bisa, makanya bapak suruh kamu aja."
"Oh iya pak, ngomong-omong ini gratis pak, hehe, soalnya jarak kantin ke ruangan Bapak ini lumayan menguras tenaga pak." keluh Kayra sembari menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga.
Mendengar itu, Pak Bayu mengeluarkan dompet dari sakunya lalu mengeluarkan satu lembar uang seratus ribu, lalu menyerahkan pada Kayra.
Melihat itu Kayra membelalakan netranya, bukan ini yang dimaksud Kayra. "Aduh pak, bukan ini yang saya maksud." jawabnya sembari menerima uang tersebut.
Pak Bayu terkekeh melihat nya, katanya tidak bermaksud namun tetap di terima. Ada-ada saja tingkah siswinya yang satu ini.
"Lalu?" tanya Pak Bayu menatap Kayra hangat.
"Nomor handphone Bapak aja pak, gimana?" jawabnya cepat, sedikit salah tingkah ditatap oleh guru tampan di hadapannya ini.
"Lucu sekali, Kayra kamu tau kan kalo saya sudah beristri?"
Kayra terkekeh pelan. "Bercanda doang pak, kalo gitu saya permisi dulu" ujar Kayra langsung meninggalkan ruangan pak Bayu.
***
Saat Kayra melewati koridor sekolah nya,dia tidak sengaja bertemu dengan Revan dengan antek-antek nya, Kayra mendelik kesal melihat Vino yang ada di sana, harusnya Vino yang bawa buku buku ini bukan dia.
"Halo neng geulis, mau kemana euy tumben sendirian, mau di temenin ga?" goda Nathan pada Kayra dengan logat Sunda nya.
"Gak. usah" jawab Kayra sambil menekankan kata nya.
"Bawa apaan tuh ra?" tanya Revan basa basi sembari menatap tumpukan buku yang di bawa Kayra.
Kayra memutar bola matanya malas. "Bawa beton." jawab Kayra asal.
"Oh kirain bawa buku." Balas Revan.
"Astaga, lo udah tau gue bawa buku pake nanya lagi!" ucap kayra sedikit meninggikan suaranya.
Revan menyengir memperlihatkan deretan giginya. "hehe kan gue cuman basa basi ra." ucap nya menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal.
"Basa-basi lo, terlalu basi tau gak? muak gue dengernya."
"Tumben gak bareng antek antek lo ra, biasanya mereka nempel terus sama lo?" tanya Shaka pada Kayra.
"Gapapa tadi gue kebetulan disuruh ngambil buku sama pak Bayu, " jawab Kayra.
"Loh tumben." ucap Shaka keheranan.
"Tadi pak Bayu emang sempet nyuruh gue, tapi gue nya tadi lagi ada urusan mendadak, makanya gue gak bisa." jawab Vino yang sedari tadi diam.
"Urusan apaa emang vin?" tanya Revan yang hanya di balas gelengan kepala pelan.
"Gue ke kelas duluan dehh yaa." ucap Kayra lalu melangkah meninggalkan mereka, namun di tahan oleh Nathan.
"Mau a'a temenin gak neng geulis?" tawar Nathan pada Kayra, yang langsung di hadiahi tampolan cukup keras pada bagian mulutnya, reflek Nathan mengusap pelan bibirnya, lalu menatap pada sang pelaku.
"Ih meni geuleh aing mah ngadengena!" ucap Revan bergidik jijik pada Nathan.
(Ihhh jijik banget aku dengar nya!)
"Kumaha aing waee atuhh!" balas Nathan.
(Terserah aku aja lah! )
Kayra hanya bisa tersenyum paksa, lalu berdecak sebal karna, bisa bisa dia lumutan disini lama lama.
"Ck, gue duluan ke kelas yahh dadahhh" ucap Kayra melambai lambaikan tangan nya pada Revan dan antek antek nya.
"Tuh kan jadi di tinggalin sama neng geulis! Gara gara lo si Revan!" ucap Nathan menyalahkan Revan.
"Ihh naha jadi aing?" balas Revan sambil mendelik sebal pada Nathan.
(Lah, kenapa jadi saya? )
"Kalian, pada ngomongin apaan sih?gue gak ngerti tau gak." ucap Shaka yang sedari tadi menyimak, sambil memasang muka sok sedih nya.
"Yang gak tau mah nyimak ajaa." ujar Nathan pada Shaka.
Vino hanya berdecak, lalu ia pun mulai melangkah kan kakinya menuju kelas. Tak lupa diikuti sahabatnya di belakang.
***
Bel pulang pun berbunyi, Kayra segera memasukan barang Barang nya ke dalam tas warna pinknya.
"Kayra lo pulang sama siapa?" tanya Naura, saat mereka berada di Koridor.
"Gatau nih." jawab Kayra.
"Pulang bareng gue aja kalo lo gak di jemput." tawar Rani pada Kayra.
"Gue kayaknya di jemput geh." kata Kayra.
"Yaudah kalo gitu aku duluan ya, udah di jemput soalnya dadahhh." ucap Adel pada ketiga sahabat nya, langsung masuk mobil sambil melambai lambaikan tangan nya pada ke tiga sahabat nya.
"Ran, gue bareng lo ya, mobil gue disita soalnya." pinta Naura pada Rani.
"Yaudah ayok, hari ini gue bawa mobil kok." ucap Rani
"Lo beneran gak mau ikut kita aja? udah mau hujan juga ini." tanya nya pada Kayra.
"Gak usah, paling bentar lagi jemputan gue datang," jawab Kayra.
"Yaudah kalo gitu gue sama Naura duluan ya, lo hati-hati disini" pamitnya pada Kayra yang dibalas anggukan oleh Kayra.
Setelah kepergian Rani dan Naura,kini hanya Kayra seorang yang sedang menunggu jemputan nya. Beberapa menit kemudian jemputan nya datang, Kayra pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Tumben telat mang?" tanya Kayra setelah masuk ke dalam mobil.
"Itu tadi jalanan macet neng, jadi mamang agak telat, maaf ya neng." jelas supir tersebut.
"Oh yaudah gapapa mang, untung mamang datang nya sebelum hujan turun." ucap Kayra.
Beberapa menit di perjalanan hujan pun turun mengguyur kota jakarta dan sekitarnya. Kayra yang berada di dalam mobilnya hanya melihat ke luar menikmati turun nya hujan, namun tak lama kemudian Kayra melihat seseorang yang sangat tidak asing baginya, menggunakan motor sport nya dengan kencang menyalip kendaraan kendaraan di depan nya.
"Kok gue kayak gak asing ya sama motor yang dia pake." ujar Kayra keheranan.
.
.
.
.
***
Haiii 😺🙌
Gimana sama part ini?
Jangan lupa vote sama komen nya yaa,,,
See u❤...
KAMU SEDANG MEMBACA
Revan Alegra Dirgantara
JugendliteraturMenceritakan tentang Revan Alegra Dirgantara laki laki yang tidak sengaja menyukai teman perempuan sekelas nya bernama Revita Kayra Gabriella. Gadis cantik,mempesona,dan sedikit galak. ~~~~ "Kalo gue mau nya lo gimana?" tanya Revan. Kayra mendelik...
