4

125 18 0
                                        


***

"Kok gue kayak gak asing ya sama motor yang dia pake." ujar Kayra keheranan.

"Revan gak sih? ngapain dia kebut-kebutan kaya orang kesetanana gitu, bahaya kebut kebutan di jalan raya, mana hujan deres gini lagi, kalo dia jatoh gimana? sok keren banget sih." Kayra membuka handphone nya untuk membuka sosial modia, namun jarinya berhenti karna pikirannya melayang pada lelaki teman sekelasnya itu.

"Lahh anjrit ngapain gue mikirin tu curut. Tapi gue penasaran anjirr, nyusahin otak gue aja tuh orang."

***

Disisi lain seorang laki laki kini sedang berkendara di jalan raya dengan kecepatan diatas rata rata, ia beberapa kali sempat terjatuh karna hujan deras yang membuat jalanan menjadi licin.

Revan akhirnya sampai di rumah sakit setelah hampir setengah jam di perjalanan, untuk menjenguk tante Mira. Ibu dari sahabat nya yang tak lain adalah Vino.

Tadi saat di sekolah, Vino mendapat kabar bahwa ibu nya sempat kecelakaan. Makanya tadi Vino setelah istirahat langsung bergegas ke rumah sakit untuk menemui ibunya.

Revan berlari di koridor rumah sakit sambil mencari ruangan ibunya Vino. Tak lama setelah itu Revan menemukan Vino yang sedang duduk di depan ruangan ibunya. Terlihat jelas raut khawatir di wajah Vino, Revan pun langsung berlari menemui sahabat nya.

"Gimana keadaan nyokap lo?" tanya Revan sambil menatap Vino.

Vino membalas tatapan Revan.
"Nyokap gue masih belum sadar van." lirih nya

Revan yang mendengar lirihan dari sahabat nya pun langsung merangkul pundak nya dan menepuk nepuk supaya bisa menenangkan Vino.

"Lo harus sabar ya Vin, lo harus yakin nyokap lo pasti baik baik aja, tante Mira orang yang kuat, kita tau itu. Makanya kita banyakin doa buat tante Mira."

"Makasih van. Lo udah mau dateng ke sini. "

"lo udah kayak sama siapa aja, gue kan sahabat lo, jadi kalo ada apa apa harus cerita sama gue jangan di pendem terus." ucap Revan menasehati.

"Oh iya, Shaka sama Nathan juga lagi otw kesini." lanjut Revan.

Vino yang mendengar itu pun menaikan sebelah alisnya sebagai tanda meminta penjelasan Revan.

"Gue yang ngasih tau mereka," ucap Revan.

Mendengar itu Vino hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tak lama kemudian Shaka dan Nathan datang bersamaan. Lalu mengambil nafas sejenak, karna mereka berlari membuat nafas mereka tidak teratur.

"Gimana keadaan tante Mira vin?" tanya Shaka setelah nafasnya mulai teratur.

"Masih belum sadar." bukan Vino yang menjawab, melainkan Revan yang menjawab nya.

"Kok bisa tante Mira kecelakaan vin? Gimana kronologi nya, terus yang nabrak nya gimana?" tanya Nathan kepada Vino meminta penjelasan pada cowok itu.

"Gue juga gak tau gimana nyokap gue bisa kecelakaan, terus yang nabrak juga alhamdulillah dia yang bawa nyokap gue ke rumah sakit, dan dia juga yang ngabarin gue kalo nyokap masuk rumah sakit dia juga yang bayarin administrasi nya." jelas Vino.

"Syukur deh kalo yang nabrak nya mau bertanggung jawab." ujar Shaka penasaran.

Pandangan Revan beralih menatap Nathan yang terlihat lunglai itu.
"Tumben lo diem setan?" tanya Revan pada Nathan.

"Iyaa woi tumben lo kalem, kenapa lo habis di tolak cewek nih kayaknya!?" tebak Shaka.

"Ck, sok tau lo" kata Nathan.

"WOAHH! jadi benerr lo habis di tolak cewek??" ujar Shaka meledek Nathan.

"cewek mana sih yang mau sama lo setan hahaha" ejek Revan diiringi tawa nya.

Nathan berdecak sebal, karna lagi lagi ia korban ejekan oleh kedua teman nya ini, memang hanya Vino yang paling bener dari yang lain nya.

"Ejekk aja terusss, gue gapapa kok." ucap Nathan sambil cemberut.

"Jiakhhh, sejak kapan seorang Nathan setann jadi ambekan utututt... " gemas Shaka sambil mengunyel-ngunyel pipi Nathan.

"Idihhh jauh jauh lo dari guee Shakanjing!" reflek Nathan langsung menepis tangan Shaka yang mengunyel-ngunyel pipinya.

"Kwamwu jwahwat rhomwaa!" kata Shaka berakting layaknya orang yang paling tersakiti.

"Kaliann berdua bisa diem dulu gak, ini rumah sakit. " tegur Vino pada kedua sahabat nya.

"IyAhhh a'a Vino yang paling ganteng, tapi masih gantengan gue wleee" ujar Shaka percaya diri.

"Kadang terlalu pede itu tidak baik." ujar Revan.

"iri aja lo van!" sarkas Shaka.

"Gue? iri sama lo? yang benerr aja, spek Zayn Malik aja insecure liat gue." kata Revan membanggakan dirinya.

"Yang ada Zayn Malik muntah denger lo ngomong gini." bantah Nathan.

Vino pun hanya tersenyum tipis sambil geleng geleng kepala,

mengapa bisaa dia memiliki sahabat macam mereka, tapi disisi lain Vino bersyukur mendapatkan sahabat seperti Revan, Shaka dan Nathan karna menurut nya walaupun rada freak tapi mereka ber tiga sangat setia, bahkan disaat Vino sedang tidak baik mood nya, dengan tingkah mereka ber tiga Vino merasa terhibur oleh ketiganya.

***

Hujan deras yang sedari tadi belum berhenti, membuat Kayra bosan karna ia tidak bisa keluar rumah, padahal hari ini ia ada rencana untuk ikut mang maman untuk menjemput orang tua nya di bandara.

Jadi, Kayra di rumah hanya dengan bi Marsih pembantu di rumah nya, dan mang maman sopir pribadi nya.

sebenarnya ia memiliki seorang adik laki-laki yang usia nya masih 5 tahunan bernama Reyhandra abian Gabriella. namun bulan lalu adik nya ikut dengan orang tua nya untuk mengurusi sebuah pekerjaan di luar negri.dan rencana nya hari ini mereka akan pulang.

Kayra melihat ke luar rumahnya di balkon kamar nya, lalu setelah beberapa menit sebuah senyuman lebar terbit di bibirnya, melihat sebuah mobil orang tua nya yang baru saja terparkir di depan rumahnya.

Kayra langsung saja cepat cepat turun dari kamar nya, dengan senyuman nya yang tak luntur dari tadi, ia ingin segera memeluk kedua orang tua nya dan tak lupa adik laki laki nya yang sangat ia rindukan.

***


Revan Alegra DirgantaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang