Selamat membaca!
*****
"Gilaa capek banget gue" Revan melempar asal tasnya disusul ia membantingkan tubuhnya dikasur, lengkap dengan seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya.
"Revan ganti dulu bajunya itu, baru bisa tiduran jorokkk banget ini anak bujang satu!" ujar Althea, bunda Revan yang baru saja masuk ke kamar putra nya itu.
"bentar bun capek Banget ini."
"Emang kamu sekolah ngapain aja?" tanya Althea sembari membereskan tas Revan yang tergeletak begitu saja di lantai.
"Tadi di hukum sama buk Dewi bun." ungkap Revan.
"Emang kamu ngapain kok bisa di hukum?"
"Bolos pelajaran pertama"
"Astaghfirullah, kamu ini, kurangin nakal nakal nya Van, kamu tuh udah gede bentar lagi lulus sekolah masa masih nakal, Kayak anak kecil aja kamu ini." nasihat Althea
"Iya bun enggak lagi deh."
"Yaudah mandi dulu sana! Abis itu langsung turun kebawah."
"iya bun."
Setelah melihat sang bunda meninggalkan kamar nya Revan bergegas menuju kamar mandi, setelah hampir setengah jam lamanya Revan di kamar mandi dan memakai pakaian santai nya, Revan langsung bergegas keluar dari kamarnya menuju ruang makan.
Terlihat sudah ramai di ruang makan, Revan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal itu ketika mendapatkan tatapan mengintimidasi dilayangkan padanya.
"Lama amat lo van, ngapain aja lo di kamar mandi? sampe Lumutan gue nungguin lo?!" pekik Reva kakak perempuan Revan, saat melihat adik nya menarik kursi yang disebelah nya.
"e'e dulu gue tadi kak hehe" Jawab Revan seadanya.
"Revaan, gaboleh ngomong saru kalo di depan makanan." nasihat Rajendra ayah Revan.
"Iya maaf yah"
"Gimana sama sekolah kamu Revan?" tanya sang ayah.
"Baik yah"
"Elehh bohong yah, tadi kata bunda Revan di hukum gara gara bolos waktu pelajaran pertama" kompor Reva melayang kan tatapan mengejek pada Revan.
"Kak, Kompor banget sih lo!"kesal Revan.
"Dihh bodoamat! Tapi emang iya kan bunn?" Reva beralih menatap sang bunda yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Iya bener" balas bunda jujur.
"Bundaaa ihh" Revan memasang wajah memelas sambil menatap sang ayah.
"Revan minta maaf yah,janji gak ngulangin lagi." ucapnya.
Melihat tak ada sahutan dari sang ayah, membuat Revan kelimpungan sendiri, pasalnya jika sang ayah sudah marah bisa habis uang jajan nya disita.
"Ayahhh, jangan marah ya? Jangan potong uang jajan Revan ya yah? Nanti kalo disita Revan gak bisa jajan lagi dong, nanti bisa di ledekin sama temen temen Revan, katanya nanti gini 'yahh kasian anak orang kaya masa gak jajan' nanti maluu Revan yah" ucap Revan masih dengan muka memelas nya, ditambah dua tangan yang sudah menyatu di depan dada nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Revan Alegra Dirgantara
Teen FictionMenceritakan tentang Revan Alegra Dirgantara laki laki yang tidak sengaja menyukai teman perempuan sekelas nya bernama Revita Kayra Gabriella. Gadis cantik,mempesona,dan sedikit galak. ~~~~ "Kalo gue mau nya lo gimana?" tanya Revan. Kayra mendelik...
