23

20 6 0
                                        

Happy Reading!

Matahari siang menyengat ketika Revan akhirnya sampai di sekolah. Dia melepas helmnya, mengacak rambut sebentar, lalu berjalan santai ke arah kelas. Terlihat kelas sudah mulai ramai lagi setelah jam istirahat. Revan datang. Dengan gaya sok santai, dia memasuki kelas, menaruh tas di meja, lalu langsung duduk di tempat duduknya.

Shaka tersenyum smirk melihat Revan yang baru saja datang. "Nah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang."

Nathan, sang buaya cap kadal kini berubah menjadi cicak flamboyan, ikut menyender pada meja Revan. "Bro, lo kok dateng lama banget? Quality time ya sama Kayra?"

Seketika semua kepala di kelas langsung menoleh pada Revan.

Revan yang sudah hafal skenario ini hanya tersenyum tengil. "Iya, trus kenapa? Lo iri?"

Kehebohan pun terdengar kembali pada kelas ini.

"WOYYY DIJAWAB SANTAI BANGET!"

"BANGSAAAAT!"

"BERANI BANGET DIA NGAKU!"

Shaka udah tertawa keras sembari memegang perutnya. "Gue pikir lo bakal ngegas, bro! Ini jawaban yang out of character!"

Vino, si cool boy yang sedari tadi tenang di bangkunya, hanya bisa geleng-geleng. "Udah, udah. Kasian temen lo, baru masuk kelas langsung dikeroyok."

Tapi justru gara-gara itu, Nathan semakin terpancing untuk menggoda. "Eh, tapi seriusan, Van. Lo ngapain aja di apartemen Kayra?"

Revan melirik Nathan sembari menyuap gorengan yang dia bawa. "Tidur bareng."

Satu kelas seketika freeze.

Shaka yang sedang meminum air langsung tersedak. "APAAA?!"

Nathan hampir terpleset sendiri. "EH?!"

Rani, Naura, dan Adel yang sedang di pojokan langsung heboh.

"ADEL PEGANGIN GUE! GUE MAU NAMPAR NIH ANAK!" Rani sudah panik sendiri.

Adel mengusap kepalanya bingung. "Maksudnya tidur bareng gimana?"

Naura langsung mencengkram pundak Adel. "ADELL, JANGAN DIPERCAYA! LO BAKAL DIBODOHIN REVAAN!"

Tapi Revan yang emang tengil hanya tersenyum lebih lebar. "Ya tidur bareng lah. Kayra tidur, gue di sebelahnya."

"ANJIR MAKSUD LO EMANG BENERAN TIDUR BARENG?!"

Revan masih santai. "Gue duduk di kursi, bukan di kasur. Dasar otak kalian pada mesum."

Kelas mendadak hening kembali.

Lalu...

"WOOOOO! PROVOKATOR BANGET ANJIR!"

"DIKIT LAGI GUE MAU BACOK!"

Nathan, yang hampir menganggap Revan lebih buaya dari dirinya sendiri, reflek tertawa terbahak sembari menepuk meja. "Brengsek, ini yang namanya main aman!"

Shaka sudah tidak bisa berhenti tertawa. "Gue kira tadi lo bakal masuk berita kriminal!"

"Lo semua terlalu gampang dimainin sama Revan." ucap Vino terkekeh pelan.

Revan Alegra DirgantaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang