Jangan lupa tinggalkan jejak! 🕊
Selamat membaca!
"Gue sama Naura rumahnya deketan. Gak heran kalo nyokap kita juga deket."
"HAH?!" kaget mereka serentak.
"Gue kira lo bakal jawab kalo kalian itu pacaran." kata Shaka yang diangguki oleh Nathan dan lain nya.
"Kok nyokap gue ga nelfon gue, malah nelfon lo," ujar Naura mengerutkan alisnya keheranan.
"Hp lo semua pada gak aktif." jawab Vino seadanya.
Mendengar itu Naura, Rani dan Kayra langsung mengecek HP nya masing masing. Mereka saling pandang tak lupa dengan cengiran di wajahnya.
"HP gue mati lupa belum di charger." ujar Naura menunjukan layar hpnya yang hanya tertera kegelapan disana.
"HP gue di silent, makanya gak ada notif masuk." lanjut Kayra dengann kekehan ringan langsung memasukan kembali handphonenya ke saku celananya.
"Sama punya gue juga gue silent." tutur Rani menimpali, lalu ia menyetting hpnya untuk kembali menghidupkan suara notifikasi handphonenya.
"Astaga naga kalian ini, kalo misal kalian pergi tanpa izin atau bahkan udah izin tapi telat pulang karna kalian asik sama dunia kalian sendiri, gimana mau dimintain kabar." cecar Nathan memberi tahu.
"Terus gimana nasib orang rumah yang khawatir, cemas, dan ovt sama keadaan kalian yang lupa ngasih kabar, dikabarin juga malah di silent gada balesan, gimana paniknya mereka coba." lanjut Revan melengkapi kalimat Nathan yang dibalas anggukan oleh mereka.
"Ya maaf, kita khilaf." ujar Rani melirih, menatap ke bawah keujung sepatunya.
Sedangkan gadis di sebelahnya malah berdecak kesal. "Yaudah si, namanya juga manusia bukan nabi boyy!" Kayra melirik ke arah Revan yang menatapnya tajam. Ia tau apa maksud dari tatapannya itu.
"Kalo diomongin yang baik baik diusahain jangan nyanggah ya raa, ini juga buat kebaikan lo." ujar Revan memberitahu secara lembut agar tidak menyinggung hati Kayra.
Namun yang diomongi hanya terdiam sambil merapalkan unek-uneknya dalam hatinya.
"Yaudah nanti gue pulang sama Vino aja." celetuk Naura menatap lelaki di sebelahnya dan hanya dibalas anggukan olehnya.
"LAH TERUS KALO NAURA PULANG SAMA VINO, TERUS KAYRA SAMA REVAN, GUE PULANG SAMA SIAPAA?!" ucap Rani menaikan tinggi suaranya. Merasa kesal karna tidak ada yang menawari jasa untuk mengantarnya pulang, sudahlah terpaksa harus pesan taksi online saja kalo begini.
Rani mengeluarkan handphonenya guna memesan taksi online tersebut. Belum sempat memesan, suara seseorang berhasil mengalihkan pandangannya.
"Sama gue aja Rani, gimana?" tawar Nathan pada Rani yang kini menatapnya bingung. Bingung karna nanti Adel bakal kesal padanya jika tahu ia diantar oleh pujaan hati Adel.
"Gilaa aja lo! yang ada ntar gue kena omel sama Adel." sungut Rani tak membocorkan hal yang seharusnya masih menjadi rahasia. perkataan tersebut membuat Nathan dan yang lainnya mengerutkan alis bingung. Sedangkan Kayra dan Naura berdecak kesal lalu menghela nafas berat.
"Adel? Emang kenapa sama si Adel, lagian kan gue sama Adel gak ada hubungan apa apa kok, tapi Adel cantik sih, lugu, polos, cocok kayaknya kalo sama gue." papar Nathan yang langsung dihadiahi toyoran pelan di pelipisnya, hal ini dilakukan oleh Revan yang tepat berada di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Revan Alegra Dirgantara
Novela JuvenilMenceritakan tentang Revan Alegra Dirgantara laki laki yang tidak sengaja menyukai teman perempuan sekelas nya bernama Revita Kayra Gabriella. Gadis cantik,mempesona,dan sedikit galak. ~~~~ "Kalo gue mau nya lo gimana?" tanya Revan. Kayra mendelik...
