12. CINTA YANG PERLU HATI-HATI

122K 10.4K 8.4K
                                        

Selamat membaca, semogaa sukaa Aamiin.

Vote itu gratis, jadiiii silahkan vote ya💘

12. CINTA YANG PERLU HATI-HATI

Kau sedang menunggu apa untuk jatuh cinta? Sosok manusia idaman yang kau inginkan? atau bentuk cinta yang indah seperti khayalanmu?

***

Hari Minggu yang biasanya orang-orang gunakan untuk bermalas-malasan sebagai wujud balas dendamnya terhadap Senin, selasa, rabu, kamis, jum'at, sabtu, tidak berlaku bagi laki-laki yang kini baru saja keluar dari gedung karate di bundaran kota.

Sudah terhitung dua tahun laki-laki itu rutin datang di tempat ini, bersama sahabatnya, Angkasa.

"Mau sarapan dimana, Sa?" tanya Bara. Mereka sama-sama berjalan beriringan menuju parkiran. Mengambil kendaraannya.

"Warung nasi goreng," jawab laki-laki bermata elang itu enteng.

Kening Bara berkerut, "Nggak ada penjual nasi goreng di pagi nan cerah ini, sahabat. Yang ada cuman bubur dan nasi kuning. Abang-abang nasi goreng libur kalau pagi."

"Yaudah, kita ke pasar," balas Angkasa.

"Hah? Buat apaan?"

"Beli bahan buat nasi goreng," jawab Angkasa. Laki-laki itu memasukkan kunci motornya, memakai helm full facenya, lalu memberi kode kepada Bara agar mengikutinya.

"Ini harus banget nasi goreng?" tanya Bara. Soalnya banyak yang instan, kenapa harus susah seperti ini?

"Harus," tegas Angkasa.

Motor besar milik Bara ikut menciptakan suasana knalpot motor yang menggema di tempat itu, lalu bergegas meninggalkan parkiran Gedung Karate menuju Pasar.

Di jalanan besar yang mereka lewati cukup ramai, tapi tidak menimbulkan macet, hingga mereka sampai pada Bundaran SMANDA, perempatan yang kerap kali sesak di hari libur karena banyaknya pengunjung di sekitar alun-alun kota, juga Pasar tradisional.

Lampu merah yang jadi penertib lalu lintas menjebak dua motor sport dan angkutan umum yang kebetulan posisi mereka sedang sejajar.

"Gerah, kacanya saya buka, ya, Kang," kata Salsa pada supir angkot itu. Suasana terik matahari di jam 10 sudah cukup menimbulkan hawa panas yang membuat dirinya dan dua penumpang lain mengibas-ngibaskan tangannya.

Perempuan itu sebenarnya sedang kesiangan ke Pasar, efek maraton drakor semalam. Untungnya bukan jam 12 siang ia bangun, bisa-bisa perlengkapan kue Mamanya di dapur tidak beres. Perlu diketahui, Salsa sebenarnya tidak pernah mendapatkan perintah untuk seperti ini, cuman ia merasa sebagai seorang anak, baktinya perlu ia laksanakan. Sangat tidak sopan, jika terus menerus menjadi ratu.

"Monggo teh, asal teteh nyaman," kata sang supir melirik Salsa pada spion tengahnya.

Pemandangan pertama yang Salsa lihat adalah pengguna jalan yang juga seposisi dengannya. Lalu tersadar ketika melihat motor sport hitam milik Bara dengan orangnya.

Lampu merah yang tidak berlangsung lama itu membawa Salsa hanya sebagai pengamat, belum ada tegur sapa atau apapun yang terjadi hingga kendaraan bergegas bebas untuk melaju.

Melihat motor sport itu maju lebih dulu dengan kecepatan yang cukup tinggi, Salsa menyadari satu hal yang cukup aneh pada dirinya.

Tadi, jantungnya berdetak hebat saat Bara berdampingan dengan posisi angkotnya.

Tadi, ia juga tersenyum ketika melihat keberadaan laki-laki itu.

Tadi, ia merasa senang melihatnya juga.

DIA BARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang