VOTE DULUUU <3
Spam komentt jugaa
WAJIB JAWAB KALAU BACA, 19 DESEMBER 2019 DIPERINGATI SEBAGAI HARI APA?
Selamat membacaa, semogaaa sukaa, Aamiin.
22. 19 DESEMBER 2019
Tanah, air, udara dan kamu, adalah bukti besar atas baiknya semesta.
***
"Sudah dicintai tapi tak mencintai balik! ahh, dia mah nggak paham dengan simbiosis mutualisme, nilai IPAnya pasti C," sahut Bobby ketika mendengar curhatan Alaska yang ditolak oleh perempuan incarannya pertama kali.
Hari ini, adalah hari terakhir PORSENI SMANDA di adakan. Rangkaian ceremony penutupan sudah digelar, tapi anggota inti SATROVA sengaja tidak ikut, malas, dan juga buang-buang waktu diantara rintik gerimis yang turun. Mereka semua berposisi di WAZEB, warung langganan mereka sejak ada di SMANDA.
"Tapi harus nggak sih yang kita cintai, mencintai balik?" tanya Angkasa menanggapi perkataan Bobby.
"Harus," jawab Razi. "Agak sia-sia sebuah rasa jika tidak punya balasannya, agak menyedihkan juga," Razi tersenyum kecil pada kalimat akhirnya.
"Tapi, bukan kah cinta nggak harus memiliki?" lempar tanya lagi oleh Rama.
"Itu untuk mereka yang sedang kalah, untuk mereka yang sengaja memenangkan orang lain. Mencintai tanpa memiliki sebenarnya adalah paragraf paling sakit dalam sebuah buku yang ditulis, namun, kalimatnya sengaja diindahkan, agar sakitnya tersamarkan, agar terlihat kuat juga dimata mereka yang bernasib yang sama. Tapi, aslinya, lukanya nggak main-main, banyak waras yang hampir hilang karena itu," jelas Sekala. Tentang teori, Sekala mungkin yang paling paham. Sudah banyak sekali buku-buku novelis terkenal yang ia baca. Tetapi, mengenai ini, kembali lagi kepada diri masing-masing, ingin mencintai dengan bentuk yang bagaimana.
"Anjir, udah deh, gue lagi pusing, lagi nggak nerima kalimat yang panjang kali lebar," sahut Sekala. Posisinya kini berubah, menjadi agak berbaring di kursi kayu itu, memejamkan matanya.
"Daripada galau nggak diterima gebetan, mending makan," saran Bobby. Sejak duduk di WAZEB, Bobby sudah memesan dua jenis makanan. Mie rebus dan ubi goreng. Dan habis oleh ia sendiri. "Makanan akan membuat lo kenyang."
"Lo nggak tahu sih rasanya berjuang untuk dapat sesuatu, tapi, nggak tergapai, di tolak," kata Alaska, dengan suara lemah.
"Emang siapa yang lo kejar?" tanya Bara. Ya, sejak tadi laki-laki itu hanya fokus dengan ponselnya.
"Ada, senior."
"Senior nggak suka sama bocil," kata Rama.
"Gue nggak bocil, njir," bela Alaska pada dirinya.
"Mending seangakatan, ye, kayak Bara," sahut Bobby melirik Bara. Lalu mengedipkan mata.
"Lo pake pelet apasih, Bar? deket sama Salsa. Sampai hubungan lo buat iri sejagad raya?" tanya Alaska, masih dengan posisinya.
"Jatuh cinta itu harus pake hati, Las. Juga, harus jadi laki-laki yang cukup dengan satu wanita," jawab Bobby, sengaja sedikit menyindir di akhir kalimatnya.
"Gimana kalau perempuannya yang nggak pernah cukup dengan satu wanita?"
"Cari yang sama-sama cukup," campur Razi. Meski sibuk dengan game yang ia mainkan di handphonenya.
"Ada?" tanya Alaska.
"Ada, gue sama Salsa," jawab Bara, seperti bersorak.
"Cinta mulu, belajar dulu yang baik, berproses, bertumbuh, berpengalaman yang banyak. Kesuksesan mengundang cinta yang berkelas, cinta yang lebih tahu rasanya menghargai, meraja, dan meratukan." kata Sekala yang mengundang semua mata menoleh ke arahnya.
