Setelah menjadi patung batu selama setengah jam, perlahan Jaemin bisa mengendurkan otot-ototnya yang menegang dan mulai berani melirik kepala yang kini terlihat tertidur nyaman di pangkuannya.
Jaemin menghembuskan nafas yang diam-diam di tahannya. Pemuda itu mengacak surainya kebingungan. Kenapa ia harus terjebak dalam posisi seperti ini dengan sang adik kelas.
Meskipun Jaemin tau jika Renjun benar-benar sudah tertidur, tapi pemuda itu tetap tak berani menunjukan jika ia terang-terangan mengamati wajah tegas si adik kelas yang menurutnya terlihat sangat cantik itu.
Di saat Jaemin masih curi-curi lirik mengamati wajah damai Renjun, suara ribut-ribut terdengar dari arah pintu rooftop membuat si ketua osis buru-buru menoleh. Dan benar saja, sepasang kekasih kini muncul saling berangkulan dengan tawa yang mengiringi langkah keduanya.
Keduanya tampak menuju ke pagar pembatas tanpa menyadari kehadiran Jaemin.
" Ekhem!" Jaemin berdehem membuat tawa keduanya tersumpal. Sepasang sejoli itu buru-buru menoleh ke samping kirinya, dimana kini pemandangan yang tak biasa tersuguhkan di depan mereka. Seseorang yang mereka kenal sebagai anak seorang selebritis tengah menjadikan paha seorang pemuda lain yang juga mereka kenal sebagai ketos dan siswa terfamous di sekolah sebagai bantal tidurnya.
" Eh. Ket.." Ujar si siswi perempuan canggung. Ternyata si siswi itu adalah anggota organisasinya dan Jaemin mengenalnya.
" Mau ngebolos?" Tanya Jaemin.
Si siswi buru-buru menggeleng.
" Eh engga ket. Ini tadi cuma mampir sebentar. Kita mau langsung ke kelas kok." Ujarnya cepat lalu buru-buru mengajak kekasihnya untuk kembali turun.
Sepeninggal kedua sejoli tadi, Jaemin menghela nafas pelan. Jaemin yang awalnya tak terlalu berani menatap wajah terlelapnya Renjun, kini tak merasa malu lagi untuk menyusuri tiap inci wajah si pemuda Degan dengan matanya. Bersyukurlah kedua sejoli tadi membuat ketegangannya berkurang drastis.
" Kamu ini siapa, Ren?" Monolognya. Ia sangat ingin tau siapa Renjun. Apa arti Renjun bagi dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi antara ia dan si adik kelas. Tapi semua orang benar. Ia tidak boleh memaksakan dirinya untuk kembali mengingat segalanya.
Pemuda itu kembali menghela nafas untuk yang kesekian kalinya. Terbersit rasa ingin menyentuh sisi wajah Renjun dan merasakan semulus apa kulit si pemuda yang di luarnya terlihat sangat tangguh itu.
Tapi tak di lakukannya, ia takut Renjun terganggu lalu akhirnya terbangun.
" Jae.."
Jaemin menoleh, dan mendapati seorang pemuda yang entah sejak kapan berada disana. Pemuda itu tengah berdiri beberapa langkah di belakangnya.
" Bang.."
" Lo ngapain disini?" Tanya si pemuda yang di panggil abang itu dengan wajah keheranan.
Jaemin menggaruk tengkuknya canggung karna tidak tau harus menjawab apa dan si pemuda yang ternyata adalah Lucas itu kini melangkah mendekatinya.
" Eh?? Dia siapa??" Kejut Lucas saat melihat Renjun yang tertidur di pangkuan Jaemin.
" Adik kelas." Jawab Jaemin pelan.
" Eh? Dia bukannya yang anak artis itu kan?" Lucas menunjuk Renjun. Jaemin mengangguk.
Lucas menggeleng tak habis fikir, tapi pemuda itu tetap mendudukkan dirinya di samping Jaemin.
KAMU SEDANG MEMBACA
De Troubles | Jaemren
FanfictionWelcome to : 21th My Jaemren Fanfic " De troubles" Start : 4 april 2022