Killian tampaknya cerdas.
Seperti yang dia katakan, Countess tidak berniat meninggalkan Sophia dan Killian sendirian.
Ini karena dia khawatir Sophia akan mengatakan omong kosong.
"Jadi..." Tatapan Killian mencapai Jenny lagi.
Jenny terkejut dan mengangguk ketika Killian memberinya cukup ruang untuk menyingkir.
"Ya! Ya!" Jenny yang mengerti sinyal Killian, segera membungkuk dan meninggalkan loteng menuruni tangga.
Hanya ada dua yang tersisa di loteng tua itu.
"...Tempatnya nggak bagus buat ngobrol." Sophia tidak sempat membereskan pakaian yang berantakan.
Bahkan jika dia merapikan benda-benda itu, tetap tidak bisa menghilangkan nuansa lusuh di situ.
Tidak mungkin untuk menutupi jamur di dinding atau papan retak di sisi langit-langit.
Tapi Killian sepertinya tidak keberatan.
"Bolehkan saya masuk?"
"Apa ada cara menghentikanmu?"
Saat Killian memasuki ruangan, lantai berderit di sepanjang langkahnya.
Langit-langitnya sangat rendah sehingga dia harus membungkuk.
Itu adalah sikap rendah hati yang tidak cocok dengan seorang Duke.
"Seperti yang kamu lihat, nggak ada meja teh..."
Sophia menarik satu-satunya kursi tua dan memutarnya ke arah tempat tidur, mendesak Killian untuk duduk.
Lalu Killian menggelengkan kepalanya berkata, "Tidak apa-apa."
"Duduklah, karena Yang Mulia menutupi cahaya." Sophia menunjuk ke loteng yang menjadi lebih gelap karena tingginya.
Akhirnya, ia duduk di kursi tua dan Sophia duduk di tepi tempat tidur.
Killian melepas sarung tangannya dan meletakkannya di atas meja.
"Ini benar-benar buruk, kan?"
"Ya." Killian dengan santai menjawab dan melihat sekeliling ruangan.
'Kamu tampak seperti pemeran utama pria yang tidak suka omong kosong.'
"Apa saya perlu memperkenalkan diri?"
"Perkenalan diri apa yang diperlukan saat kita bertunangan?" Sophia menggelengkan kepalanya.
Killian mengangguk dan segera mengangkat topik pembicaraan.
"Apa kamu pernah melihat mingguan Mrs. Chanelia?"
"Aku belum pernah lihat langsung, tapi sudah dengar semuanya tentang itu."
Kemudian Killian menyerahkan majalah mingguan di tangannya.
Sophia sebenarnya sudah membaca majalah mingguan yang menghebohkan itu sejak pagi.
Artikel di majalah mingguan berubah menjadi lebih panas melalui tangan editor.
"Sepertinya laporan anonim tentang wanita itu dikirim ke Mrs. Chanelia."
"Betul sekali."
"Ada desas-desus yang beredar bahwa wanita itu adalah seorang pelayan. Sejak pagi, semua orang membicarakannya."
"Apa itu artinya aku jadi selebriti?"
"Kamu menafsirkannya dengan sangat positif." Ekspresi Killian cukup kaku.
"Ngomong-ngomong, aku tidak tau siapa yang melaporkannya dengan niat jahat——"
"Oh, aku yang melaporkannya." Sophia menghentikannya berbicara.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sejak Kapan Anda Menjadi Penjahat? (Novel Terjemahan)
RomanceTerlalu banyak novel yang dibaca membuatnya bingung telah masuki novel berjudul apa. Berbekal pengalaman membaca banyak novel, Sophia percaya tanpa ragu Duke Utara dengan rambut hitam, mata merah, dan wajah tampan yang sempurna adalah protagonis pri...