BAB 6

250 31 0
                                    

"Yang Mulia! Kemana kamu membawa Sophia?"

Ketika Killian membawa Sophia keluar dari pintu utama, Count bergegas mendekat dan meraih pergelangan tangannya.

Akibatnya Sophia berhenti melangkah, dan Killian menoleh ke belakang Sophia.

"Kamu belum berbicara dengan kami..."

"Aku sudah membicarakan semuanya dengan tunanganku."

"Apa? Yah, itu juga urusan keluarga. Saya tidak tau apa yang Sophia katakan, tetapi kamu harus bicara denganku, tuan rumah..."

"Apa yang ingin di bicarakan?" Killian menatap mata Count dengan tenang.

Yang pasti, sumber rumor ini adalah Count. Dia membesarkan putrinya sebagai pelayan.

"Pertama-tama, semua artikel di majalah mingguan hari ini adalah rumor palsu...! Itu rumor yang salah."

Mata Killian beralih ke Sophia sesaat dan kemudian kembali ke Count, "Saya percaya Count akan melakukan yang terbaik untuk membersihkan aib ini."

"Apa?"

"Kenapa hari ini tunanganku tinggal di loteng yang digunakan para pelayan jika rumornya memang palsu?"

Mata Killian menyipit. Ada keringat dingin di dahi Count Frauss.

"Saya harap Count memberikan perhatian khusus untuk menghindari kesalahpahaman seperti itu. Bukankah itu juga memalukan?"

"Ya ya...!"

Kalimat Killian sopan, namun suaranya sedingin es dan membuat semua orang menggigil.

"Jadi, bisakah aku menghabiskan waktu dengan tunanganku?" Killian menatap tangan Count yang menahan Sophia.

"Aku akan makan malam dengannya, jadi tidak perlu menunggu." Killian menatap mata Count.

Tatapannya mengisyaratkan 'sebelum itu, tingkatkan perawatan Sophia'

Belum sempat Count menjawabnya, Killian berbalik dan melintasi taman tanpa mendengar sepatah kata apapun.

Cengkeraman Killian pada Sophia tidak terlalu kuat, tidak ada pilihan lain selain mengikutinya.

Menatap punggung yang menuntunnya. Jika diperhatian, kepala Killian lebih besar dari miliknya. Dan punggungnya juga cukup lebar hingga menutupi dirinya dibelakang.

Dia terlihat seperti pahlawan.

~~~

"Jadi kemana kita pergi sekarang?"

"Ruang ganti." Kata Killian, meletakkan dagunya di tangan dan menatap keluar jendela kereta kuda.

Sebuah ruang ganti.

Pikiran Sophia menggila melihat perkembangan alur selanjutnya.

'Kyaa! Gaun ropan!'

Ini adalah peristiwa yang sering muncul sebelum pesta dansa atau festival. Tentu saja, tunangan sang Archduke tidak seharusnya muncul dengan penampilan yang lusuh.

Ia melihat ke luar jendela dengan penuh semangat. Di balik jendela, pemandangan khas ropan yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan, menjadi kenyataan.

'Sepertinya yang tadi itu taman hiburan ropan!'

Sentuhan arsitektur klasik sangat terasa. Sepanjang jalannya bukan menggunakan aspal melainkan batu yang disusun rapi sedemikian rupa.

Dimatanya, semua pakaian orang yang lewat terasa asing. Rasanya seperti dia bepergian ke negara yang jauh yang selalu ingin dikunjunginya sebelum meninggal.

Sejak Kapan Anda Menjadi Penjahat? (Novel Terjemahan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang