"Ini! Aku suka desain ini!" Sophia dengan bangga melaporkan pilihannya.
Tapi Killian menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan, "Yakin itu...?"
Matanya menyipit menatap ujung jari Sophia yang menunjuk ke gaun pilihannya.
'Apa...? Kenapa? Maksudnya kamu nggak suka pilihanku...?'
Sophia seperti kehilangan kepercayaan diri, jari-jarinya bergetar.
Killian tertawa terbahak-bahak, "Sepertinya kita perlu waktu lebih lama..."
"Huhhh...?" Ada nada kasihan dalam suara gumaman Sophia.
"Bukannya aku sudah bilang beli apapun yang kamu suka."
"Jadinya...?"
Killian sedikit mengangguk pada pertanyaan Sophia.
'Bukankah sebelumnya dia bilang pilih salah satu...'
Untuk sesaat Sophia seperti melihat kilatan cahaya menyambar kepalanya.
'Maksud 'apapun' itu artinya bisa lebih dari satu, dia nggak peduli sama harganya...!'
"Jadi, berapa banyak yang kamu setujui?" Hati gadis itu berdebar-debar tak karuan.
"Semua yang ada disini jika kamu mau."
Gelombang pasang emosi seakan menghantam pinggir pantai, inilah surga!
Prinsip pembelian Killian sederhana. Tidak masalah tentang kain ini, kain itu, desain ini, desain itu. Jika kamu suka, beli saja.
Bukankah dia protagonis pria kita yang terlalu penuh dengan kejutan!
'Yang benar....!'
Bagaimanapun, ini pertemuan pertama kita, tapi jika kamu seperti ini, terima kasih banyak!
Sophia menutup mulutnya dengan satu tangan dan tangan lain mengacungkan jempol, Killian menatapnya dengan mata bingung.
~~~
Sophia menatap dirinya di cermin.
Gaun merah cerah, yang tak bisa dipegang dalam kehidupan nyata, menambah vitalitas pada wajah pucat Sophia.
Dia tersenyum sambil mengibaskan ujung gaunnya.
Gaun lainnya yang dibuat khusus akan dijadwalkan untuk dikirim langsung ke rumah Count dalam beberapa hari.
"Kamu naik kereta dulu." kata Killian ketika dia keluar setelah berbicara dengan manajer umum tentang biaya gaun.
'Aku memilih 9 pakaian dengan maksud menarik keluar $$$ dari tulang punggung pria ini...' Ekspresinya mengatakan dia sengaja menghabiskan banyak uang Killian.
Jelas setelah mendengar tentang itu akan membuatnya merasa tak nyaman jika tetap tinggal, jadi Sophia tidak menolak dan meninggalkan ruang ganti terlebih dahulu.
'Huhh... capeknya belanja...'
Sebelum Sophia menuruni tangga menuju pintu masuk, dia berhenti sejenak untuk mengatur napas.
Dia tinggal di loteng dan tubuhnya tidak sehat. Namun dia berhasil melakukan belanja yang intens dan penuh gairah dengan tubuhnya.
'Aku terlalu bersemangat. Saatnya istirahat dan tidur nyenyak.'
Alangkah baiknya jika nanti kamarnya juga diubah menjadi kamar yang lebih baik. Sophia menuju ke gang tempat kereta diparkir.
Pada saat itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sejak Kapan Anda Menjadi Penjahat? (Novel Terjemahan)
RomanceTerlalu banyak novel yang dibaca membuatnya bingung telah masuki novel berjudul apa. Berbekal pengalaman membaca banyak novel, Sophia percaya tanpa ragu Duke Utara dengan rambut hitam, mata merah, dan wajah tampan yang sempurna adalah protagonis pri...