Selamat malam, aku update lagi nih, semoga kalian suka dan tetap nungguin aku update, happy reading💖
◇♡◇
Sepulang sekolah sore ini Aiden, Bara dan Alex sudah memutuskan untuk pergi ke rumah Galang tapi tampaknya rumah itu sepi dan hanya ada satpam yang berjaga, saat mereka ingin pergi sosok yang sangat mereka kenali berhenti di sebelah mereka dengan motornya.
Bara turun dari motor Alex dan langsung menghampiri sosok tesebut, dengan tanpa dosanya dia langsung menoyor helm yang di gunakan cowok berwajah tegas itu. Sang empu terkekeh pelan sambil membuka helmnya.
"Lo bertiga ngapain di depan rumah gue?" tanya Galang santai.
"Ya nyariin lo lah tai! Dari mana aja lo berhari-hari gak masuk?" tanya Bara sewot.
"Baru empat hari elah." sahut Galang.
"Empat hari matamu, pergi kemana lo?" tanya Aiden dengan mimik tidak mengenakan.
"Healing," sahut Galang santai.
"Wahh babi lo, kita panik mikir lo hilang atau berantem sama bokap lo, lo healing??" sungut Alex tak terima.
Galang tertawa, "peduli juga lo pada sama gue."
"Lo mikir lah anjing, lo ngilang tiba-tiba gak ada kabar." umpat Aiden sambil meninju perut Galang pelan.
"Shhh, sakit goblok." ringis Galang.
"Hp lo kenapa gak bisa di hubungi?" tanya Bara lagi.
"Gue pergi lupa bawa charger, mati." jawab Galang jujur.
"Sialan lo bikin kita bertiga panik, anak setan!" lagi-lagi Aiden dengan gemas menampol kepala Galang yang masih tertutup helm.
Galang hanya bisa tertawa, lalu mengajak teman-temannya itu masuk ke dalam rumah. Melihat mata Galang yang sedikit gelap di bagian bawah membuat Aiden tidak percaya jika cowok itu benar-benar pergi untuk menghibur diri, wajah cowok itu tampak lelah sedikit lebih kurus dari sebelumnya.
"Lo gak lagi bohongin kita, kan, Lang?" tanya Aiden curiga.
Galang yang sedang memejamkan matanya pun langsung menoleh, "Gak ada, bohong apa?" jawabnya.
Aiden tersenyum remeh, "gak jadi." katanya.
Galang kembali memejamkan matanya penat, dia rasa dia butuh tidur cepat nanti malam agar besok saat sekolah dia bisa lebih segar lagi, tidak kuyu seperti saat ini. Aiden merasa tidak beres, tapi dia memutuskan diam dan tidak banyak bertanya karena mungkin Galang butuh privasi, dan lagi ada dua curut pengacau bersamanya.
Sejak tadi dia tertuju dengan luka di tangan dan pelipis Galang yang memang sudah memudar, namun matanya tidak buta untuk mengetahui jika itu bekas luka karena sedikit berwarna biru. Aiden benar-benar dibuat penasaran dengan sesuatu di tangan Galang.
Galang sendiri lamgsung merogoh handphonenya dari kantong saat ada pesan masuk, dia membuka dan langsung membalasnya.
"Lo bertiga laper gak, kalau laper gue mau go food?" tanyanya.
Alex dan Bara mengangguk semangat meskipun mereka habis makan semangkuk mie ayam sebelum datang ke rumah galang tadi, sedangkan Aiden hanya memutar bola mata jengah melihat kelakuan tidak tahu malu Alex dan Bara.
"Lo pada mau pesen menu apa?" tanya Galang.
"Gak usah repot-repot, Lang. Pizza sama pasta aja udah cukup, sekalian minumannya kaya biasa, hehe." jawab Bara tak tahu malu.
Galang mendengus, apa itu tidak usah repot-repot? Sangat merepotkan, dia menyesal telah menawari cecunguk perut karet itu.
"Lo apa, Den?" tanya Galang pada Aiden.
KAMU SEDANG MEMBACA
READEN
Novela Juvenil#1 in lifeschool April 2023 "Jangan mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya" Mungkin kebanyakan orang berpegang teguh dengan kalimat tersebut, tapi bagaimana ceritanya jika kita mencintai orang lama dan orang baru di waktu yang bersa...
