18. Test

1K 191 10
                                        

[Yang mau baca duluan bisa banget mampir ke karyakarsa kataromchick, ya. Special chapter juga ada di sana. Happy reading!]

Lily tak mau kehilangan akal meski sudah kehilangan akal sejak tadi. Dia tahu dirinya sedang panik, tapi tak mau terus menerus ditindas dengan kepanikannya sendiri. Demoz boleh saja mengganggunya dengan segala pertanyaan yang lebih seperti ancaman, tapi Lily akan berusaha tetap waras hingga pekerjaannya selesai dengan bos Kim yang menatapnya dengan penasaran selama syuting berjalan. Tentu saja bos Kim tidak mengganggunya selama mereka fokus mengamati proses syuting yang berjalan. Selama Demoz tidak berada di sana dan mengacaukan segalanya, Lily sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. 

"Jadi, ada apa sama bos besarnya DEMZ Company itu?" tanya Yasa yang mendekati Lily yang sedang pusing.

"Hm? Ada apa? Nggak ada apa-apa." 

Pikiran Lily sekarang fokusnya pada kondisi tubuhnya yang disebabkan oleh Demoz. Wajar jika Yasa tidak mengerti dengan jawaban Lily yang terdengar setengah melantur. 

"Nggak ada apa-apa? Tadi kata bos Kim mood pak Demozza lagi kacau sampe bikin kita take berulang kali."

"Hm? Oh ... maksudnya kondisi pak Demoz? Kamu nanyain itu?"

Myron Yasa tertawa dengan puas. Wajah linglung Lily membuat pria itu menertawakannya. 

"Kamu ini lagi kenapa? Aku dari tadi juga tanya soal itu. Kamu dipaksa bos Kim buat cek kondisi pak Demozza, pasti ada yang terjadi sama pria itu, kan?"

Aku kira kamu nanya ada apa antara aku sama Demoz. Lily meringis malu memikirkan kebodohannya saat menjawab Yasa. 

"Sorry, aku capek banget demi projek ini." Lily berdalih. "Pak Demoz meriang aja, sih. Mungkin karena kondisi badannya lagi nggak fit, makanya dia cari-cari masalah selama di lokasi."

Yasa mengangguki. "Orangnya pulang? Atau masih di tempat istirahat?"

"Masih di sana." Nungguin aku buat cek kehamilan bareng. 

"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Yasa kembali.

"Bantu siapa?"

"Kamu. Di sini harusnya aku dan Jamie yang sibuk buat memenuhi keinginan para bos."

Demoz tidak akan bisa diurusi oleh Yasa, karena memang Yasa yang memiliki urusan dengan pria itu. Yang ada malah bisa saja Demoz menjadi sangat kesal mendapati Yasa yang menggantikan Lily. Wajah Yasa yang tampan akan membuat Lily ditodong dengan banyak pertanyaan dan Lily sedang tak ingin bertengkar dengan Demoz apa pun alasannya. 

"Nggak usah." Lily meyakinkan Yasa dengan gelengan kepala. 

Lily tahu Yasa memiliki ketertarikan padanya, bukan hal yang aneh jika nantinya Demoz akan membaca gelagat Yasa dan berakhir mengungkapkan hubungan mereka di masa lalu hingga kini, juga keberadaan Dimi.  Bukan berrati Lily tak ingin diakui sebagai seorang ibu atau mengingkari statusnya, tapi Lily tak mau ada pertanyaan siapa ayah Dimi dan bagaimana status pernikahannya yang memang tidak pernah ada. Pertanyan semacam itu hanya akan merusak kepercayaan diri Lily yang susah payah dirinya bentuk. 

"Serius?" Yasa masih mencoba untuk mendapatkan jawaban yang diinginkan.

"Ya, serius."

"Mbak Lily!" Gebi menghampiri Lily dan memberikan bisikan.

"Pak Demoz dari tadi ngawasin di sana." 

Lily sontak menoleh pada arah ibu jari Gebi dan mendapati Demoz sedang bersedekap sembari menatapnya tajam. 

"Dari kapan?" tanya Lily.

"Dari Mbak Lily ngobrol sama ...." Gebi melirik ke arah Yasa dan Lily menemukan jawabannya. 

COMPLICATED DADDYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang