Bisakah seseorang memberitahuku bagaimana rasanya mengalami kematian? Apa yang akan terjadi pada diriku selanjutnya? Apakah aku akan menemui kehidupan baru di keabadian? Lantas, kehidupan seperti apa itu?Dan bagaimana rasanya saat jiwamu pergi meninggalkan tubuhmu? Apakah menyakitkan? Lalu, bagaimana rasanya memudar bersama dunia dan seluruh penghuninya?
Aku pernah mendengar banyak kisah tentang kematian dan apa saja yang terjadi setelahnya, namun kupikir itu adalah hal yang tolol. Bagaimana mereka tahu hal-hal sejenis itu jika mereka tidak mengalaminya secara langsung? Apakah ada seseorang yang bangkit dari kematiannya dan menceritakan apa saja yang terjadi kepada mereka?
Namun, apapun itu, sekarang semuanya tidak penting lagi. Karena secepatnya, aku akan menghadapi kematian itu sendiri. Bukan hanya aku, namun juga seluruh kaum kami, dan seluruh manusia di bumi. Dan aku berpikir, apakah kematianku kali ini akan berbeda dengan kematian orang lain? Apakah rasanya akan berbeda karena tidak akan ada satu orangpun yang akan menangisiku ataupun menyediakan pemakaman untukku.
Awalnya, aku mengira memudar tidak akan seburuk itu. Aku menerima takdirku yang kacau selama beberapa waktu terakhir, namun sekarang, ketika akhir hidupku ada di depan mataku sendiri... aku takut. Sangat takut. Aku tidak ingin kehilangan semuanya, aku tidak ingin kehilangan hidupku dan segala hal yang baru saja aku dapatkan, tidak secepat ini!
"Barry! Sadarlah! Barry!"
Seseorang menepuk pipiku berulang kali dan suaranya yang dipenuhi kekhawatiran membuatku tenang, mengambang dan merasa hilang. Siapakah dia? Siapa yang saat ini sedang bersamaku?
"Barry, lihat aku! Kumohon, lihat aku!"
Apakah itu iblis kematianku? Apakah ia ingin menjemput dan membawaku agar aku tidak memudar bersama yang lainnya dan kemudian menghukumku atas segala kekacauan yang telah aku lakukan?
"BARRY, LIHAT AKU!"
Wajahku kembali disentuh, dicengkram oleh iblis kematian yang menjemputku, hanya saja, aku merasa nyaman. Aku tidak takut padanya, namun aku takut pada kematianku. Lalu sesuatu yang indah tertangkap oleh pandanganku. Sesuatu yang berwarna coklat gelap, teduh dan membuatku merasa terlindungi.
Dan aku tenggelam ke dalamnya, tak bisa berpaling. Sedetik kemudian, barulah kesadaran menghampiriku. Aku sedang menatap matanya, menatap dia yang selama ini selalu bersamaku dan membantuku memperbaiki kesalahan yang ku perbuat. Dia yang menjadi alasan buatku untuk bekerja keras dan mengembalikan waktu seperti semula. Dia yang kusayangi dengan sepenuh hatiku.
"Justin?" Nama itu meluncur begitu saja seakan-akan itu bukan dari mulutku. Dan kemudian, sinar di matanya berubah menjadi kelegaan.
"Ya, ini aku."
Berusaha untuk memahami apa saja yang terjadi, aku menoleh ke segala penjuru. Kami berada di sebuah tempat, di depan pintu gerai makanan cepat saji yang tidak asing, dan aku terduduk dengan posisi menyedihkan, sementara Justin berlutut di depanku. Sekarang aku ingat semuanya, bagaimana terkejutnya aku melihat perubahan yang terjadi pada langit hingga aku jatuh dan kehilangan kesadaranku.
Mataku kembali menemukan Justin, merasakan ketakutannya, dan mendadak, aku merasa begitu bersalah. Harusnya aku kuat, harusnya aku mampu bertahan dan berdiri di sampingnya untuk menghadapi kesalahanku.
"Apakah kau baik-baik saja? Kau bisa berdiri?" Justin mengusap kening dan pelipisku yang berkeringat, tangannya dingin, terasa sangat dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Freezy Time
Hayran KurguIni kisah tentang gadis yang tanpa sengaja membuat dunia berubah dalam hitungan detik. Dan di sisa waktunya, Barry berusaha untuk menguasai bakat dan sihir yang ia miliki. Berusaha memperbaiki kesalahannya dan mengembalikan seisi dunia seperti semul...
