Chapter Seven

1.8K 176 8
                                        

           Selama aku bisa mengingat, terakhir kali aku merasakan rasa perih, adalah ketika aku berumur tujuh tahun. Saat aku jatuh di halaman belakang dan lututku menghantam tanah hingga terluka.

           Dan sekarang, aku kembali merasakan perih itu di kulitku. Bedanya, jika dulu luka itu berada di lututku, kali ini luka perih itu berada di tanganku. Membentuk tiga garis yang dengan melihatnya saja semua orang akan tahu bahwa itu adalah luka cakaran. Terpujilah Barney dan kukunya yang sangat tajam hingga mampu membuatku terluka.

           Aku meringis, merasakan Justin menekan lukaku dengan kapas yang telah dibasahi alkohol. “Pelan-pelan.”

           Dia mendengus kasar namun tetap melanjutkan pekerjaannya dengan wajah serius. Harusnya saat ini aku berbunga-bunga, melihat lelaki yang ku taksir sedang merawat luka di tanganku. Harusnya, aku bahagia saat dia dengan perhatiannya mengambil lenganku dan meletakkannya di pangkuannya. Tapi itu semua tidak terjadi!

           Apa yang kulakukan adalah memikirkan semua hal yang baru saja kulewati. Pesta yang meriah, hujan, tangisan menyedihkanku, pertengkaran dengan Barney, lalu waktu yang terhenti begitu saja. Aku merasa sekarang hanya ada dua mahkluk hidup di dunia ini, yaitu aku, dan Justin.  

            “Sekarang,” Justin meletakkan kapas bekas ke atas meja dan menutup kotak P3K. “katakan padaku, apakah selama ini kau hanya berpura-pura tidak punya bakat?”

            “Apa maksudmu?”

           Justin menyingkirkan lenganku dari pangkuannya lantas bersandar pada sofa. Ia lalu menutup wajahnya dengan telapak tangan sambil menghela napas dalam-dalam, seolah ia begitu frustasi karena terjebak dalam situasi semengerikan ini bersamaku.

            “Kau tahu apa maksudku, Barry! Bagaimana mungkin kau bisa menghentikan seluruh isi dunia dalam sekejap mata? Itukah kemampuan seorang gadis yang mengaku tidak punya bakat atau sihir sama sekali?”

           Aku merengut masam, mengapa dia tiba-tiba menyudutkanku? Aku bahkan belum bisa mencerna semua ini dengan benar. Aku hanya tahu waktu terhenti, dunia berhenti berputar dan hanya aku dan Justin yang masih hidup selayaknya orang normal. Hanya itu! Aku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi, dan aku tidak percaya bahwa akulah yang melakukan semua ini!

            “Aku akan sangat senang menerima tuduhanmu seandainya aku memang begitu, tapi sayangnya tidak!” ucapku sambil menatap luka yang telah steril. “Aku tidak tahu mengapa semua ini terjadi. Aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan!”

            “Itu mustahil! Kau tidak mungkin mengeluarkan kekuatan sebesar ini tanpa pernah melakukannya sebelumnya, Barry!”

            “Tapi aku benar-benar tidak tahu!”

            “Dan kau pikir aku percaya begitu saja?”

            “Kau harus percaya padaku!”

           Justin tertawa sinis. “Aku tidak sebodoh itu!”

            “Kalau kau memang tidak bodoh, silahkan cari tahu sendiri apa yang terjadi!”

            “Kenapa harus aku? Kaulah penyebab semua masalah ini, jadi selesaikanlah semuanya sebelum sesuatu yang buruk terjadi!”

           Aku menghela napas dan membiarkan bahuku turun. Ya, memang akulah yang menyebabkan semua ini terjadi. Namun aku bersumpah aku tak pernah bermaksud untuk menghentikan waktu, aku sendiri tidak mengerti bagaimana cara melakukannya. Apalagi memperbaikinya!

Freezy TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang