⚠️ triggerd warning ⚠️
"Lio? Ke ruang rapat."
"Iya kak."
Mereka berjalan menelusuri lorong menuju ruang rapat. Ruangan itu bernuansa hitam, di dalam ruangan sudah terkumpul beberapa orang penting, salah satunya Dika. Rapat berjalan dengan lancar, ada tamu yang akan menginap di hotel ini. Rapat ini membahas tentang apa saja yang akan disajikan dan berapa kamar yang akan tamu itu sewa.
"Maaf sebelumnya, kebetulan saya lupa siapa nama yang di daftar, filenya juga tertinggal di ruangan saya. Intinya, mereka akan menyewa hotel kita untuk merayakan keberhasilan bisnisnya. Untuk hidangan mereka meminta makanan khas hotel kita. Tanggal 11 sampai 17 tamunya akan menginap, tolong dipersiapkan."
"Hanya itu? Berapa orang yang berkunjung?"
"Sembilan orang, lebihkan saja dua hidangan."
Semua mengangguk paham.
"Baik, semua sudah mengerti maksud saya, rapat saya bubarkan. Semoga lancar seperti biasanya."
Semua keluar dari ruangan, tersisa Raka dan Liora. "Ekhem, bos, nih kotak bekalnya." Raka hampir lupa, kemarin Raka sempat menyuruh Liora untuk membuat makan siang untuknya. "Mau makan di ruang aku?" Balas Raka, Liora mengangguk. Mereka memutuskan istirahat siang ini di ruangan Raka, ada Kayla dan Dika juga.
"Lio, tamu yang mau datang itu pembisnis yang lumayan terkenal. Katanya si terkenal galak oleh bawahanya, hati hati ya, jangan sampe buat kesalahan yang fatal."
"Cuman Liora doang nih yang diingetin? Gue enggak gitu?"
"Lo juga, Lo bertiga, hati hati, gue denger direkturnya itu galak, intinya kalian bertiga hati hati."
...
Hari ini Liora terlihat sangat senang, kedatangan tamu ke hotel membuat Liora senang, hotel pasti akan sangat sibuk. Liora mengerjakan tugasnya, tamu yang akan datang hari ini akan datang jam sembilan malam. Pagi ini Liora sibuk mengurus tamu yang berdatangan di restoranya. Mungkin saat nanti siang ia akan menyiapkan bahan bahan untuk tamu yang akan datang malam nanti.
"Lio? Gak istirahat?"
"Gak dulu deh kak, lagi siapin barang untuk tamu nanti malam."
"Aku disini boleh?"
"Kakak gak makan siang?"
"Kalau makan gak sama Liora rasanya hambar."
Lihat, siapa disini yang wajahnya semerah tomat. Sudah berapa kali Liora mendengar gombalan maut dari Raka, entah sudah berapa kali juga wajah Liora merah mendengar gombalan maut itu. Liora hanya tersenyum kecil menanggapi gombalan Raka. Sedikit aneh jika Raka tiba tiba seperti ini, karakternya yang terkenal pendiam dan judes sangat jauh dengan karakternya saat ini.
Liora sibuk menyiapkan bahan, sedangkan Raka hanya diam melihat Liora yang sibuk kesana kemari. Setelah jam istirahat sudah selesai Liora kembali ke pekerjaanya, beberapa pelanggan datang Liora pun mengerjakan apa yang harus ia kerjakan.
...
"Cia! Buruan ke depan, tamunya manggil lo!"
"Kenapa!? Perasaan semua hidangan sudah sempurna?"
"Gak tau gue, buruan keluar, salah satu tim kita sudah nunggu lo!"
Liora tanpa permisi langsung berlari keluar ke ruangan yang disewa tamunya. Kondisi sudah tidak bisa dikendalikan, di luar ruangan sudah ramai orang menonton keributan. "Permisi, saya kepala chef disini, ini ada apa?" Ucap Liora. Saat Liora mengeluarkan suara semuanya hening, semua wajah menoleh pada dirinya. Ada sedikit getaran dari tangan Liora tapi Liora berusaha terlihat tidak takut, karena Liora yakin dia tidak membuat kesalahan sedikit pun, baru kali ini dia mendapat keluhan separah ini, Liora sangat ingin tau apa yang salah di dalam masakanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Someday
RomancePertemuan yang tak diinginkan akhirnya terjadi. Arya Prakasa, mantan Liora Patricia. Mereka bertemu secara kebetulan di sebuah hotel, jangan salah paham. Arya adalah seorang pembisnis ternama, sedangkan Liora adalah chef bintang lima disebuah hotel...
