Pertemuan yang tak diinginkan akhirnya terjadi. Arya Prakasa, mantan Liora Patricia. Mereka bertemu secara kebetulan di sebuah hotel, jangan salah paham. Arya adalah seorang pembisnis ternama, sedangkan Liora adalah chef bintang lima disebuah hotel...
Teriak tim Liora, sungguh Liora merindukan suasana dapur. Liora tidak gila kerja, hanya saja saat dia di dapur pikiranya hanya tertuju ke satu hal yaitu makanan yang disajikan harus membuat puas pelanggan. Liora juga manusia, terkadang otaknya ingin meledak, entah sudah berapa banyak pikiran yang ditampung. Liora hanya mengangguk menerima sapaan dari timnya, bahkan ada yang memberi beberapa bunga mawar merah untuk dirinya. Acara sederhada telah selesai lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
"Cia, lo tau kan kalau kak Arya masih disini? Lo mau ambil cuti gak, sampe kak Arya pergi?"
"Gak, gue bisa kok, santai aja."
Kayla tau kalau Liora sedang tidak baik baik saja, Liora terlalu pintar menutupi dirinya sendiri. Selama bekerja Kayla terus memperhatikan Liora, jika Kayla melihat Arya, Kayla berusaha mengahlikan Liora agar tidak keluar dapur. Siang ini saat istirahat Arya datang ke dapur, Kayla marah, karena dapur tidak bisa sembarang orang yang masuk, Kayla ingin mengusir Arya. Arya tetap teguh dengan pendirianya, Arya ingin masuk dan bertemu Liora.
"La, tolong gue, gue cuman mau ngobrol sebentar sama Liora."
"Gak, keluar kak, dapur gak bisa dimasuki semua orang, atau gue panggil satpam buat ngusir?"
"Gue tamu disini, lo ngusir gue sama aja lo ngerusak nama hotel ini."
"Terserah kakak, intinya pergi dari sini, dapur lagi sibuk."
Kayla ingin masuk lagi ke dalam dapur, namun sialnya Liora berjalan ke arah pintu keluar dan melihat Kayla dan Arya. Kayla terdiam, Liora sudah tidak bisa menghindar lagi.
"Kak, pulang dulu ya, kalau mau ngobrol sesuatu pas pulang aja, aku pulang jam 10, kita ketemu di rooftop."
Arya tersenyum dan mengangguk. Kayla bingung, kenapa Liora ingin bertemu dengan orang yang ingin dilupakanya. Liora menoleh, melihat Kayla dan berkata semua akan baik baik saja. Kayla mengangguk, lalu mereka kembali kepekerjaan masing masing.
...
"Mau kemana?"
"Mau ketemu teman kak, hari ini gak pulang bareng gakpapa kan?"
Raka diam, tumben sekali Liora ingin bertemu teman di jam segini, kalaupun bertemu teman pasti Liora meminta Raka untuk menemaninya. Raka hanya mengangguk lalu berjalan pulang ke rumahnya. Liora berjalan ke rooftop di hotel untuk bertemu dengan Arya. "Mau bilang apa kak? Cepat ya, sudah malam aku mau pulang." Ucap Liora yang sedang melihat langit, entah kenapa malam ini sangat indah. Tangan Liora tiba tiba ditarik begitu saja, sampai mereka keluar dari gedung hotel.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayok jalan, your my tour guide this day."
"Aku gak mau, perjanjian kita hanya mau bicara."
"Kaku amat, udah ayok buruan."
Tanpa bertele tele Arya langsung menarik tangan Liora menuju mobilnya. Liora ingin mengeluarkan kata kata kasar, tapi tidak jadi. Liora hanya diam entah kenapa tiba tiba mulutnya terasa ditahan, Liora tidak bisa mengeluarkan suara apapun. Satu sisi Liora mau pergi dengan Arya, tapi disatu sisi Liora harus segera melupakan Arya dan juga Liora harus menjaga perasaan Raka.
"Mau kemana kak?"
"Aku gak tau, hari ini kamu yang mimpin perjalanan."
"Malam malam gini ya cuman alun alun* kak."
"Mau deh, udah lama gak kesana."
Arya melajukan mobilnya sesuai arahan Liora. Liora memutuskan untuk ke alun alun Kidul, alun alun ini cukup terkenal di Yogyakarta, terutama tentang mitos dua pohon beringin. Katanya, bagi pasangan yang tidak berhasil menyebrangi pohon beringin akan putus cinta. Liora percaya tidak percaya, tentang mitos itu.
"Wah, malam malam gini sejuk ya, mau makan apa? Aku yang traktir malam ini."
"Bakso aja kak, sama air putih."
"Gak pedes gak pake daun bawang, kayak biasa kan?"
Liora mengangguk. Laki laki dihadapanya ini masih mengingat jelas bahwa Liora tidak suka dengan daun bawang. Jantung Liora berdetak lebih cepat dari biasanya, jujur saja Liora sangat merindukan laki laki yang sedang berdiri dihdapanya ini, Liora ingin menghabiskan waktu dengan pria ini, tapi Liora tidak bisa. Prinsip Liora masih sama, Liora harus melupakan laki laki ini.
Bakso yang Arya pesan sudah jadi, mereka menyantap bakso itu dengan lahap dengan ditemani lelucon yang Arya lontarkan. Setelah habis Arya mengembalikan mangkoknya dan membayarnya. Arya dan Liora berjalan mengelilingi alun alun itu, angin malam ini begitu sejuk, sangat mendukung pertemuan dua insan ini. Setelah beberapa menit berlalu Arya menarik Liora menuju dua pohon beringin yang berhadapan.
"Ngapain kak?"
"Tau kan mitos pohon kembar ini?"
"Tau, kenapa?"
"Mau coba?"
Liora diam, tubuhnya menjadi kaku seketika. Bukankah mereka sudah tidak memiliki hubungan apa apa, apalagi alasan untuk mencoba ini, Liora ingin menolak, tapi tatapan mata Arya membuat Liora tidak bisa menolaknya.
"Terserah kakak."
Arya tersenyum lebar, ternyata kelemahan Liora masih sama. Liora tidak bisa melihat puppy eyes Arya. Araya menarik Liora lalu menganggam tangan Liora. Arya menyuruh Liora menutup mata sama dengan dirinya. Mereka berjalan dari arah selatan hingga ke utara menyebrangi pohon kembar tersebut. Sudah sekitar lima menit mereka berjalan dan tidak menabrak apapun.
Bugh!
Badan Arya menabrak pagar pohon itu, yang artinya mereka gagal. Mereka tidak bisa melewati dua pohon kembar itu. Liora tertawa saat Arya mengusap jidatnya akibat tertumbur pagar pohon itu. Arya pun terdiam, Liora yang awalnya tertawa jadi ikut diam karena suasana tiba tiba berubah menjadi canggung.
"Kenapa kak?"
"Kita gak bisa lewatin, artinya."
"Artinya ya itu, udah kak gak usah di perjelas, toh emang kita punya hubungan apa?"
Arya dan Liora terdiam, suasana benar benar canggung. Akhirnya Liora meminta pulang, Arya hanya bisa mengangguk dan mengantar Liora pulang. Saat di apartemen Liora, Arya juga masuk kedalam apartemen Liora, dengan alasan meminjam toilet. Liora duduk di ruang tamu menunggu Arya selesai menggunakan kamar mandinya.
"Lion."
Nama itu, sungguh Liora benci jika dipanggil seperti itu. Nama yang terus terus membuatnya mengingat kenangan masa lalunya, ia harus melupakanya, harus. Arya memberi panggilan seperti itu bukan tanpa maksud. 'Lion' bukan 'Lion' mungkin kalian mengira lion bahasa inggris yang artinya singa, tidak bukan seperti itu. Sempat Arya memberi nama 'Lion' tapi Liora marah karena dirinya disamakan dengan singa.
"Kenapa? Kenapa pas kemarin liat aku, kamu langsung pingsan."
"Lain kali ya kak. Aku butuh waktu buat jelasin semuanya ke kakak, aku tau aku salah ninggalin kakak tanpa alasan yang jelas, intinya aku minta waktu ya kak."
"Kapan? Hubungan kita harus gimana?Aku hanya satu minggu disini. Setelah itu aku kembali ke Jakarta untuk mengurus bisnisku."
"Aku siapin diri dulu ya kak."
Itu menjadi percakapan terakhir malam itu. Arya membutuhkan banyak penjelasan dari Liora. Arya ingat betul bahwa Liora pergi begitu saja hanya karena ia sudah bosan dengan Arya, ayolah, semua orang tau bahwa dua insan ini saling mencintai dan tak akan pernah kata bosan keluar dari mulut mereka. Arya benar benar membutuhkan penjelasan dari Liora.
🌃🌃🌃
Buat yang masih bingung nama Liora. Dipanggil Lion, Bukan Laien.