Setelah berputar putar mencari bungeoppang dengan bentuk ikan duyung,Mark menyerah dia tak menemukan bungeoppang bentuk ikan duyung nya. Dia hanya menemukam bungeoppang dengan bentuk ikan biasa. Dilihatnya Haechan tengah makan bungeoppang didepan tv dengan santainya mengabaikan Mark yang menatap tak percaya dengan isteri cantiknya itu.
"Jadi? Bungeoppang nya kamu makan yang biasa? Terus tadi—"
"Kelamaan,aku beli aja bungeoppang di taman depan"Jawab Haechan dengan santainya. Sementara Mark dia tersenyum dan duduk disamping Haechan lalu mencubit pipi yang sesnag mengunyah itu dengan gemas.
"Maafkan daddy ya karena lama mencari bungeoppang nya"ucapnya dengan lembut dan mencium perut rata Haechan dengan sayang.
"Geli ih kak"protes Haecha karena Mark terus menciumi perutnya dengan gemas.
"Yang sehat ya sayang. Jangan ngidam yang aneh aneh. Aku bakal penuhi semua keinginan kamu selama aku masih mampu ya"Haechan tersenyum dan mencium pipi suaminya itu dengan sayang.
"Iya daddy."kekeh Haechan dan keduanya kini memilih menikmati bungeoppang didepan televisi dengan Mark yang tak henti menciumi pipi yang terus mengunyah itu.
Mark terkekeh dan keduanya kini saling berpelukan dengan sesekali pria itu menghidu pucuk kepala Haechan.
"Love you"ucap Mark dan Haechan hanya terkekeh menanggapinya.Dirumah sakit Haechan diantar tepat didepan ruang kerjanya. Sesekali Mark mengingatkan Haechan untuk tidak kelelahan dan juga memberi perhatian perhatian yang membuat para perawat iri dengan pengantin baru ini.
"baby,jangan membuat ibumu kesulitan ya? Kalau ada yang kamu mau, bilang daddy ya?''Haechan terkekeh pelan dan menyuruh Mark untuk berhenti berakting mengajak kecebongnya berbicara."Sudah hentikan kak,malu dilihat para perawat"kekeh Haechan.
"Biarkan mereka iri agar mereka cepat menikah"
"Anda menyindir saya dokter Lee?"Renjun menatap sinis Mark karena disana perawat cantik ini terkenal jomblo dan juga galak pada pria.
"Saya tidak menyindir kamu perawat Huang"
"Ch..iya iya memang beda sih yang lagi kasmaran tuh bawaanya dunia serasa milik berdua dan yang lain ngontrak"dengus Renjun lagi.
"Kak hentikan jangan menggoda Renjun lagi"Mark terkekeh dan menatap Haechan dengan lekat.
"Sepulang kerja kita mampir ke ruangan dr.Zhong ya?"Haechan mengangguk saja san membiarkan sang suami pergi setelah menebarkan bumbu picisan di depan ruangan kerja nya.
"Syukurlah kamu sudah baikan dengan Daepyo nim"ucap Renjun ikut masuk kedalam ruangan Haechan sembari memberikan jadwal pemeriksaan pasien rawat inap.
"Hmm..begitulah"Jawab Haechan seadanya.
"Selamat atas kehamilanmu chan,semoga anakmu sehat sampai lahiran nanti"Haechan terkekeh pelan dan mengganti coat nya dengan jas putih kebangganya itu.
"Terima kasih Renjun. Kau juga harus cepat menyusul supaya ada yang menjagamu"Jawab Haechan dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Jangan mengejekku Kim!"sungut Renjun sebal sementra haechan hanya tertawa melihat raut wajah masam sahabatnya itu.
Haechan mulai melihat beberapa nama pasien yang harus dia kunjungi di ruang inap. Dan ada beberapa juga yang sudah siap untuk operasi hari ini. Ini adalah kali pertama nya dia memasuki ruanh operasi setelh dia dinyatakan mengndung oleh adiknya.
"kali ini pasien park garam sudah siap operasi ya? Apa dia tidak menolak saat di suruh puasa?"
"Tidak keberatan sama sekali dr.Kim,justru kali ini dia dengan ikhlasnya berpuasa untuk operasi besok"Haechan tersenyum dan dia sudah membayangkan wajah sayu Park Ga Ram yang tengah tersenyum padanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Satelite Love[Revisi]
Romance"Memangnya seperti ini ya rasanya jadi seorang madu?"HC "maaf,tapi Jaemin lebih membutuhkanku!"MK "Pergilah,temani Haechan kalian suami isteri yang sah!"JM