Hai Yeorobun... maafkeun ya kalo ceritanya agak aneh. Aku mau percepat alurnya. Masa udah mau 3 tahun masih disini sini aja,wkwk..
Yg setuju percepat komen yes/no?
Ditunggu jawabannya...☺️
2 bulan berlalu...
Mark masih terjaga setelah kegiatan mereka sore tadi. Melihat sang istri sudah tertidur dengan pulas,ada rasa bahagia melihat raut wajah Haechan yang nampak damai didalam dekapannya. Tapi ada rasa bersalah juga yang masih bercokol di dada nya. Mengingat jika anaknya tidak baik baik saja dan memerlukan perhatian lebih dari dirinya.
"Sayang.. maafin daddy ya?"ucap Mark lirih sambil mengelus perut Haechan.
Merasa terganggu dengan elusan Mark, Haechan terbangun dan menatap suaminya yang masih belum juga tertidur.
"Kak mark belum tidur?"tanya Haechan.
"Aku sedang memperhatikan rasi bintang dari sini"ucap Mark sambil mengelus pipi Haechan dengan lembut.
"Rasi bintang?"Haechan hendak berbalik dan menatap kearah jendela tapi dengan cepat di tahan oleh Mark.
"Rasi bintangnya ada disini"tunjuk Mark pada setiap titik moles yang tersebar di wajah hingga leher sang istri yang membentuk ursa minor.
"Gombal sekali anda"dengus Haechan tapi wajahnya yang memerah tidak bisa di tutupi dari Mark dan bahkan membuat suaminya semakin gemas.
"Sayang? Kamu ada mau sesuatu tidak?"tanya Mark random padahal ini sudah pukul 1 malam.
"Engga ada.. sebaiknya kita tidur saja kak. Ini sudah malam"Mark mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil dan semua itu tidak luput dari pandangan sang istri.
"Kenapa? Kakak mau sesuatu?"tanya Haechan.
"Mau bungeoppang masa?🙂"celetuk Mark
"Malam malam begini?" Mark mengangguk singkat dan Haechan tersenyum dengan gemas.
"Mau aku buatkan?"tanya Haechan menawarkan diri membuatkannya.
"Jangan.. kamu pasti kelelahan setelah kegiatan kita tadi. Lebih baik kita pesan saja. Kamu ada yang mau di titip?"Mark mengambil ponselnya dan mrmbuka aplikasi pesan antar.
"Boleh belikan kalguksu saja?"
"Oke.. bungeoppang dan kalguksu kalau begitu"ulang Mark sambil memesan makanan nya.
"Tumben sekali tiba tiba mau bungeoppang? Tidak biasanya,kak?"tanya Haechan sembari memakai kembali baju tidur satin yang semalam dilepas Mark.
"Gak tau.. tiba tiba aja aku mau makanan"Haechan terkekeh pelan dan Mark menyodorkan air minum untuk istri nya ini.
"Mengidam mungkin"kekeh Haechan ksrena seingatnya dulu dia tak terlalu mengidam apapun.
"Iya kah? Berarti baby sayang daddy nya"
"Baby sayang cuma sama aku aja,wlee"ledek Haechan dan Mark hanya mencubit pipi istri nya gemas.
"Kasihan banget Daddy nya gak di sayang"kekeh Mark dan setelau kembali berpakaian. Keduanya terduduk di atas kasur saling berpelukan.
"Daddy sayang kalian berdua"ucap Mark tiba tiba saja sambil memeluk Haechan dan dibalas pelukan erat oleh si bumil.
"Aku tau.. kita juga sayang daddy"jawab nya dengan lembut. Keduanya daling berpelukan sambil tangan Mark tak henti mengusap dengan lembut kepala sang istri.
......
"Akh!!"pekik Jaemin merasakan sakit nya kembali. Tapi dia tak mau mengganggu sang adik yang tertidur.
Rasa sakit yang dia alami ini sering kali menyerangnya ketika malam hari. Keringat sebiji jagung bahkan keluar saat dia berusaha menghalau rasa sakit yang terus datang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Satelite Love[Revisi]
Romance"Memangnya seperti ini ya rasanya jadi seorang madu?"HC "maaf,tapi Jaemin lebih membutuhkanku!"MK "Pergilah,temani Haechan kalian suami isteri yang sah!"JM
![Satelite Love[Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/275477076-64-k280883.jpg)