9. Langit dan Senja

1.5K 84 57
                                        

Annyeong!
Siapa yang malam minggu nya kelabu?
Yuk sini kumpul biar gak sendu
Sepeti biasa vote & comment ya
_________________________________

Annyeong!Siapa yang malam minggu nya kelabu?Yuk sini kumpul biar gak senduSepeti biasa vote & comment ya_________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jingga boleh saja pamit.
Tapi tidak dengan langit.
Jika senja menjadikanmu romantis.
Maka langit malam menjadikanku puitis."


✯✯✯

Temaram merah terlihat indah. Luas langit dengan semburat jingga memanjakan panca indera. Menghipnotis atensi manusia di bawahnya. Tenang. Begitu menenangkan.

Sampai sepersekian detik berikutnya, ketenangan itu teralihkan oleh debaran yang tak terkendali.

Tepat dibawah lembayung sore, pria gagah perkasa itu terus melangkah. Menghampiri dirinya yang tengah duduk di bangku ujung taman. Sayup-sayup temaram menelisik diantara anak rambut. Memadukan rona senja dengan pahatan wajah terukir sempurna.  Menciptakan bayangan dewa yang terlampau indah.

Ia mendekat, kedua manik nayanika itu bertemu, lalu tersenyum samar. Ingin rasanya merutuki diri sendiri saat tatapan itu tak mampu dirinya alihkan. Degup diatas normal kembali tercipta. Harapannya hanya satu, semoga pria di hadapannya ini tak mendengar debaran yang hampir membuncah.

"Mau yang cokelat atau strawberry?" Pria itu berhenti didepannya, lalu mengulurkan kedua tangannya yang berisikan ice cream dengan varian rasa berbeda.

Qila melirik ice cream sekilas lalu kembali menatap manik hitam legam di depannya.

"Yee.. Ditanya malah diem." Cowok itu menangkup kedua sisi pipi Qila dengan ice cream.

"Iihh. Dingin tau!" gerutunya, lalu mengambil ice cream rasa strawberry.

"Lagian ditanya nggak nyaut. Gue tau gue ganteng, biasa aja kali ngeliatnya."

Qila tersenyum kecut lalu memutar bola matanya malas. Ganteng sih ganteng. Tapi tingkat kepedeannya itu loh bikin Astagfirullah.

"Lo tuh aneh ya." Alta menatap gadis di sampingnya dengan kerutan di dahi. Qila menghembuskan nafas sebelum melanjutkan ucapannya, "Lo tuh aneh, kadang keliatan kayak orang baik, tapi kadang ngeselin, nyebelin, nyeremin juga, kayak singa."

"Bentar-bentar. Maksud lo selama ini gue nggak baik gitu?" tanya Alta tak percaya.

Qila mengangguk mantap. "Iya! Pertama ketemu aja lo udah kayak mau nelen gue hidup-hidup. Tapi, sekarang lo jadi aneh. Kenapa ya?" sahutnya seraya kembali memakan ice cream.

ALTAQILA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang