Good night guys..
--
Gimana perasaan kalian hari ini??
--
Untuk yang pernah kehilangan, semoga segera menemukan kembali ya..
--
Happy Reading!!
___________________________________
Luka ku kembali basah, kembali menganga. Ketika penyembuhnya telah berpulang pada sang pencipta.
-Aquila.
✯✯✯
Sekitar tujuh puluh tujuh motor gede yang masing-masing ditumpangi dua orang remaja berjaket hitam, turut mengiringi mobil ambulance yang membawa jenazah Altair Rayyanza Atmawidjaya. Mereka adalah anggota Lionkings dari berbagai sekolah yang berbeda. Mengantarkan sang ketua ke tempat peristirahatan terakhir.
Rey, Andre, Indra, dan Juned berusaha terlihat tegar ketika menggotong jenazah Alta dari parkiran menuju pemakaman.
Para petugas TPU perlahan mulai menurunkan jenazah dan memasukkannya ke tanah yang sudah di gali sesuai ukuran kuburan pada umumnya. Natalie tak kuasa menyaksikan proses pemakaman putra bungsunya. Berkali-kali ia sempat tak sadarkan diri. Untungnya, Anggara yang terlihat lebih tegar dengan sigap mengurus istrinya.
"ALTAAA..!!!" jerit Qila.
"Jangan, Pak! Berhenti! Jangaaan... kasian Alta, nanti dia sendirian...."
Clarra dan Dinda berusaha menahan Qila yang berusaha menghentikan pemakaman kekasihnya. Gadis itu histeris layaknya orang hilang akal. Namun, proses pemakaman terus berlanjut.
"Qi, sadar! Lo nggak boleh kayak gini!"
"Nggak Ra, nggak..., Lo nggak kasian sama Alta? Nanti dia sendirian. Di sana gelap..." lirihnya dalam dekapan Clarra dan Dinda.
Clarra ikut menitikkan air mata melihat kondisi sahabatnya yang masih tak terima kenyataan. "Qi.., Alta udah tenang di sana."
Setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat dan para pengurus kuburan beranjak naik. Perlahan, butiran tanah merah itu mulai menimbun jasad yang di kebumikan.
Kesedihan tergambar jelas di wajah semua orang yang ada di sana. Setelah prosesi pemakaman selesai, mereka menaburkan bunga di atas pusara Alta. Memberikan penghormatan terakhir untuk ketua Lionkings. Saat semua sudah selesai dan doa telah di panjatkan, orang-orang mulai berangsur pergi. Meninggalkan Qila, Clarra, Dinda, Keysia, inti Lionkings, Melly, Allena dan Daniel.
"Baby lion-nya Allena, istirahat yang tenang ya ganteng.." Allena mengusap papan nama adiknya, lalu menyusut cairan bening yang kembali jatuh. Kemudian, Daniel mengajak Allena pulang lebih dulu setelah berpamitan pada mereka.
"Ta?" Juned menyeka air matanya yang terus meminta keluar. "Pokonya lo harus bahagia di sana. Lo lihat? Sekarang gue jadi cowok lembek karena kepergian lo yang tiba-tiba. Sering-sering mampir di mimpi gue ya, awas kalau nggak!" Sekuat tenaga ia membendung air matanya agar tak keluar. Namun akhirnya menetes juga.
Indra merangkul Juned, cowok yang matanya sudah seperti ikan koki itu terus menangis sejak semalam. "Udah, Jun. Alta pasti bahagia di sana."
"Iya, kan Dra? Gue bakal kangen banget sama galaknya dia Dra," ujar Juned sendu.
Indra memeluk Juned dan membiarkan bahunya basah karena tangis cowok itu.
"Ta, Lionkings tanpa lo hilang arah, Ta." lirih Andre. "Gue nggak tahu kita bisa bertahan lama atau nggak tanpa lo di dalamnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAQILA [END]
Dla nastolatków⚠️HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA! #BELUM REVISI "Bahkan aku sudah jatuh terperangkap di labirin hatimu. Menolak beranjak, memilih menetap."-Alta "Gak ada yang boleh ambil senyum kamu, atau dia akan celaka di tangan aku," ujarnya menegaskan bahwa tid...
![ALTAQILA [END]](https://img.wattpad.com/cover/320712989-64-k696210.jpg)