Hello?
Langit di tempat kalian cerah gak?
Hujan di siang hari tuh rasanya....?
--
Happy Reading!!
✯✯✯
"BANGSAT!!"
Amarah yang tertahan sewaktu mengantar Qila kini meluap. Mata elangnya menatap nyalang semua orang yang ada di markas. Dia berjalan dengan penuh intimidasi.
"SIAPAPUN LO, KELUAR PENGECUT!"
Seluruh anggota Lionkings yang ada di markas tak ada yang berani berkutik. Mereka diam dan membatu. Bahkan untuk mengangkat pandangan pun, sepertinya tak sanggup. Saat ini, emosi ketuanya sedang berada di level tertinggi.
"LO SEMUA DENGAR, SIAPAPUN YANG BERKHIANAT. NGGAK AKAN GUE KASIH AMPUN!" sengaknya. Alta memberikan penekanan di setiap kalimatnya.
Mendengar kegaduhan, Rey terbangun dari tidurnya. Dia keluar dari kamar inti, lalu menghampiri Alta. Sebelumnya, Andre sudah menceritakan tentang orang yang kembali mensabotase motor Alta. Disaat seperti ini hanya Rey yang berani menghadapi murkanya seorang Alta.
Rey menghela nafas panjang, lalu menepuk pundak Alta yang masih naik-turun. "Ikut gue!"
Mata tajamnya mendelik kesal. Namun, ia tetap menuruti perkataan Rey.
Saat ini, Alta, Rey, Andre, Indra dan Juned sedang berada di kamar inti. Rey mengeluarkan sebuah gelang dari sakunya. "Gue nemuin ini, di dekat motor lo pas sebelum balapan malam itu."
Alta memperhatikan gelang tersebut. Sepertinya dia pernah melihatnya, tapi dimana? Setelah beberapa saat ingatannya bekerja, dia baru mengingat siapa pemilik gelang tersebut. Itu adalah gelang couple yang di pakai Aldi dengan adiknya. Disaat itu juga, Alta ingat dengan jaket orang yang melemparkan petasan ketika mereka di Bali. Sama dengan jaket yang dia lihat saat bertemu Aldi di rumah sakit. "Brengsek!"
Sementara Andre yang sedang mengecek cctv, dia sedikit tersentak dengan apa yang dilihatnya. "Benar, Aldi." cetus Andre.
"Gila, tuh anak!" celetuk Juned.
Tebakan Rey sewaktu di rumah sakit benar. Malam itu, sebelum balapan di mulai, dia mempregoki Aldi yang terlihat mencurigakan. Semenjak itulah Rey mulai curiga ada pengkhianat dalam Lionkings. Kemudian ia meminta Andre untuk memasang kamera pengintai di markas tanpa ketahuan siapapun.
Dengan langkah menggebu, Alta menghampiri Aldi yang sedang tertawa di luar. Dia menyeretnya masuk ke dalam markas. Tanpa basa basi, Alta menghajar Aldi penuh emosi. Nafasnya tak beraturan karena amarah. Berkali-kali dia melayangkan bogeman mentah di wajah tirus cowok itu.
"LO PUNYA MASALAH APA SAMA GUE BANGSAT?!" bentak Alta penuh emosi.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Joni yang melihat Aldi di hajar habis-habisan merasa tidak tega. Meski tidak tahu apa permasalahannya, dia mencoba untuk menghentikan aksi Alta.
"Bang, cukup Bang! Semua bisa di selesaiin baik-baik."
"LO DIEM! Minggir. Nggak usah ikut campur!" Alta menghempaskan Joni dengan sekali dorongan. Dia kembali menyerang Aldi bertubi-tubi. Anehnya, Aldi hanya diam, menerima serangan Alta tanpa menangkis ataupun melawan.
"JAWAB ANJING!"
BUGH!!
BUGH!!
BUGH!!
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAQILA [END]
Dla nastolatków⚠️HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA! #BELUM REVISI "Bahkan aku sudah jatuh terperangkap di labirin hatimu. Menolak beranjak, memilih menetap."-Alta "Gak ada yang boleh ambil senyum kamu, atau dia akan celaka di tangan aku," ujarnya menegaskan bahwa tid...
![ALTAQILA [END]](https://img.wattpad.com/cover/320712989-64-k696210.jpg)