Jangan lupa follow sebelum baca, ya.
Selama Kanaya hamil, satu yang paling berat bagi Athalla. Yaitu ke mana saja Athalla pergi, Kanaya ikut. Bahkan ketika Athalla pergi ke kantor. Setiap hari dirinya diawasi oleh Kanaya. Rumor pria selingkuh ketika istri sedang hamil dipercaya sekali oleh Kanaya.
Athalla jadi serba salah. Kalau tidak membawa Kanaya, akan jadi pertengkaran hebat. Tapi kalau dibawa, justru ruangannya bau dengan makanan.
AC juga tidak berguna sama sekali, justru semakin menyengat bau makanan itu oleh Kanaya.
"Sayang, aku ada rapat nanti. Kamu di sini dulu, ya."
"Ikut."
"Ay, ini bahas proyek."
Wanita itu cemberut. "Nggak mau."
"Kamu kan lagi hamil." Athalla berkata dengan pelan.
Pria itu sudah bisa bersabar menghadapi istrinya. Jadi ini jauh lebih mengerikan dibandingkan hadapi mantan istrinya dulu. Kanaya keras kepala. Dari awal mereka menikah, dia menurut kepada Athalla bisa dihitung dengan jari.
Entah sampai kapan wanita itu terus bertahan dengan sikap egoisnya. Tapi setidaknya Athalla bisa bersyukur kalau wanita itu bisa dia hamili. Tidak ada alasan lagi Kanaya pergi dari hidupnya.
Tapi sifat menyebalkan itu semakin membabi buta. "Mas, boleh ikut?"
Athalla menghela napas panjang. "Boleh, tapi kamu bersihin mulut. Pas meeting nggak boleh makan. Cuman boleh minum! Hargai orang yang di ruangan itu!"
"Oke, Mas."
"Jangan oke doang. Kamu kebiasaan di dalam ruangan nanti malah minta aku ambilkan makanan. Kali ini jangan sampai, soalnya ada tamu."
Kanaya menatapnya intens. "Mas marah?"
Athalla berdiri kemudian berbalik menaruh berkas di rak yang ada di belakang kursinya. "Bagaimana mungkin aku marah sama kamu, Ay. Aku nggak niat marah sama istriku sendiri."
"Ekspresi kamu yang mengatakan itu."
Memangnya ekspresi Athalla seperti apa? Pria itu tidak ada tanda-tanda kalau dia sedang marah juga.
Athalla bersyukur kalau Kanaya posesif padanya. Dulu wanita ini sulit dia dapatkan. Akan lebih memuji pria lain dibandingkan Athalla. Tapi lihat sekarang? Justru istrinya yang seperti takut kehilangan.
Athalla menghampiri dan mencium pipi sang istri dari belakang. "Sejak kapan aku berani marah sama kamu? Kapan aku bentak kamu? Bahkan kita malam pertama, aku lakukan dengan lembut. Sampai kamu terbuai sama sentuhan."
Istrinya menutup makanan, kemudian bangun dari tempat tidur. "Nyebelin."
"Kok nyebelin?"
"Aku malu dibahas itu." ucapnya Kanaya lalu pergi ke kamar mandi.
Athalla gemas, sembari menunggu istrinya kembali. Dia membereskan semua yang ada di sana. Menyemprotkan pengharum ruangan agar bau makanan segera hilang.
Wanita itu benar-benar kalau soal makanan tidak pernah ada yang kelewatan.
Istrinya keluar dari kamar mandi. "Mas, baunya nyengat lho. Kamu mau racuni aku?"
"Nggak gitu juga. Ini kan biar harum. Nanti sekretaris masuk, nggak enak banget lho. Bau makanan di seluruh ruangan kayak gini."
"Tuh ada pengharum otomatis."
"Nggak mempan, kamu juga. Teri goreng dibawa ke ruangan aku."
"Enak lho."
"Enak, aku juga suka. Tapi jangan jadiin cemilan juga. Baunya di mana-mana."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Duda
Genç KurguFOLLOW SEBELUM BACA!!!! 21+ Harap bijak pilih bacaan. Kanaya Prameswari menjadi wanita yang harus mengikhlaskan hidupnya menikah dengan seorang duda yang telah dijodohkan oleh orangtuanay. Sedangkan Kanaya memiliki seorang kekasih yang sudah pacara...
