20. Informasi Dalam Jebakan

965 92 8
                                        



Sampainya di rumah, dia masuk untuk menemui istrinya. "Kamu ke mana saja, Mas? Ya ampun. Aku kira kamu diculik janda."

Memang benar sebenarnya Athalla sedang diculik oleh seorang jandanya sendiri, alias dijebak oleh mantan istrinya usai meminta pertolongan, namun justru membuat kesalahan fatal bersama dengan Athalla.

Pria itu memeluk istrinya. "Aku ada urusan, nggak enak bangunin kamu. Maafin aku, ya." ujarnya setelah memeluk Kanaya. Athalla menyayangi istrinya, tapi kejadian semalam sudah cukup memberikannya pelajaran kalau lain kali tidak ada yang bisa lagi meminta bantuan kepadanya kalau pada akhirnya dijebak.

"Mas, sudah sarapan?"

"Aku mampir ke rumah Mama tadi. Terus sarapan sama mandi di sana. Aku siap-siap dulu ke kantor, ya."

Kanaya mengikutinya ke kamar. Wanita itu manja sekarang terhadapnya, setelah perjuangan Athalla untuk rumah tangganya. Tapi sekarang istrinya justru dia khianati sendiri. Athalla yang trauma dengan perselingkuhan, justru dia sendiri yang membuat kesalahan fatal itu untuk rumah tangganya.

Dia pamit pada istrinya. "Sayang aku berangkat, ya." kata Athalla mencium kening istrinya.

"Hati-hati sayang!"

Athalla mencium perut istrinya pamit juga kepada anak yang ada di dalam perut istrinya. Pria itu pergi meninggalkan rumah setelah diantar oleh istrinya sampai di depan teras.

Athalla akan mengerjakan semua pekerjaan ini agar bisa cuti untuk menemani Kanaya melahirkan.

Makan siangnya telah tiba diantarkan oleh sopir dari Kanaya. Pria itu juga disiapkan kopi khusus racikan Kanaya dan mengambil air panas di pantry. "Pak, ada Nona Ivana datang."

Ekspresinya Athalla langsung dingin mendengar nama itu disebutkan oleh asistennya. Pria itu mengatakan. "Langsung suruh ke ruangan."

Dia meminta wanita itu masuk ke dalam ruangannya dengan memerintahkan asistennya memanggil wanita itu. Dia sedang menikmati kopinya, lalu pintu ruangannya terbuka, menampakkan wanita dengan tubuh yang cukup tinggi, sepatu high heels, berwarna hitam, dengan dress yang sampai di atas lutut. "Athalla, kamu sehat?"

Pria itu fokus dengan komputernya karena melihat ada chat masuk di sana. Dari istrinya yang mengirimkan emoticon love setelah Athalla memberitahu kalau makan siangnya telah tiba.

Dia menghela napasnya, bangun dari tempat duduknya. Dia menggulung lengan kemejanya. "Katakan saja apa yang kamu inginkan, Ivana. Aku nggak banyak waktu hari ini. Karena akan cuti."

"Aku minta uang."

Pria itu sudah tahu kalau dirinya akan dimanfaatkan seperti ini setelah pulang dari apartemen wanita itu tadi pagi. "Berapa?"

"Nggak banyak. Aku minta dua ratus juta."

Athalla mengiyakan wanita itu. "Aku akan kirimkan ke rekeningmu. Silakan kirimkan aku nomor rekeningmu ke chat."

Ivana tidak pergi begitu saja. Dia justru duduk di sofa ruangannya Athalla. Pria itu masih menatap wanita yang datang ini dengan tatapannya tidak suka. Kalau dia ingin sekali mengusir tamunya. Tapi ancaman Ivana lebih besar. Seperti bom atom yang siap meledak kapan saja di ledakkan dengan remot kontrol. "Kanaya bisa ngubah sifat kamu ya, Athalla. Dulu kamu sampai nangis karena aku sama pria lain. Sekarang aku cari kamu yang lama. Yang aku temukan sosok kamu yang beda." Ucap wanita itu ketika Athalla mengirimkan sejumlah uang ke rekening wanita itu.

"Sisanya nanti aku kirimkan. M-banking ada di HP satunya." Ia mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin terlalu banyak bercakap dengan wanita ini.

Ivana mendekatinya dan menyentuhnya. "Ivana, ingat statusku bukan duda lagi. Aku sudah punya istri, jaga sikapmu!"

Cinta Sang DudaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang