Black Rose part 1

455 54 3
                                        

.
.
.
.
.

"Kamu bangun."

Sakura menatap langit-langit kamarnya. Penglihatannya masih agak buram, namun mimpi yang barusan ia dapatkan masih tercetak jelas bagaikan film di otaknya.

Sudah hampir satu bulan ia memimpikan hal yang sama lagi dan lagi. Mimpi dimana seorang pemuda dengan wajah tidak diketahui yang memberikannya bunga...

... mawar hitam?

Mimpi itu sangat aneh, tetapi lebih aneh lagi karena itu menjadi mimpi pokoknya selama sebulan!

Sakura bangun dan memijit pelipisnya. Ia seperti kurang sehat juga akhir-akhir ini, tubuhnya menjadi sedikit lebih lemah.
.
.
.
"Kondisimu masih tidak sehat, Sakura. Kenapa memaksakan diri untuk berangkat kerja?" Karin memberi Sakura air putih kepada Sakura. Wajahnya terlihat sangat mengkhawatirkan teman sekamarnya itu. Lagipula, Sakura sudah dianggapnya sebagai saudara perempuannya sendiri. Jika terjadi apa-apa pada Sakura, Karin hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa merawat sahabatnya itu.

Sakura tersenyum dengan tidak berdaya menghadapi sahabatnya yang cerewet, "Aku ingin kopi, kenapa kamu memberiku air putih."

Sudut mulut Karin bergetar kesal, "Kopi jidatmu dua meter, kurangi kafein! Kamu memiliki insomnia parah. Kamu pikir aku tidak tahu kamu meminum banyak pil tidur? Itu berbahaya Sakura. Atau kamu ingin aku temani pergi ke dokter?"

Sakura menggelengkan kepalanya dan memakan sarapannya. Ia kemudian meminum air putih itu dan bergegas mengambil tasnya, bersiap untuk berangkat kerja.

Karin memegang bahu Sakura dan berkata, "Jika terjadi apa-apa, ingat untuk menghubungi aku secepatnya, kau mengerti?"

Sakura menganggukkan kepalanya dan keluar dari pintu apartemen seraya berkata, "Siap, Bu."

Karin hanya bisa menatap pintu yang tertutup secara perlahan.

Semoga beruntung, Sakura...

...maaf.
.
.
.
Hari berjalan seperti biasa bagi Sakura. Sesampainya di kantor, ia sibuk mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk setelah keabsenannya.

"Hei, gadis manis. Senang melihatmu kembali." Ino datang untuk menyapa Sakura.

Sakura membalasnya, "Yah sulit rasanya tidak mendengarkan suara merdumu yang berkicau setiap saat. Hidup terasa sunyi dan hampa."

Ino dan Sakura kemudian tertawa bersama. Kemudian, Ino berkata, "Apa kau tahu? Hari ini perusahaan akan mengadakan pesta penyambutan bos baru di perusahaan kita. Bos besar sedang sakit, jadi putra keduanya yang menggantikannya. Kupikir bos besar akan pensiun secepatnya. Daaaaaaannnn.... hal paling menarik adalah aku dengar putra bos itu sangat tampan. Aku tidak sabar melihatnya, siapa tahu aku beruntung bisa dilirik olehnya hehe..."

Sakura menggelengkan kepalanya kepada sahabat mata keranjangnya ini. Ia kemudian berkata, "Dan aku pikir akan ada perang dunia ketiga saat ini." Ia melirik seseorang di belakang Ino.

Terlihat sosok pria tampan yang tengah tersenyum. Namun, jenis senyum ini agaknya nampak sedikit berbahaya?

Ino yang tidak mengerti perkataan Sakura ikut menengok ke belakang. Ia terkejut bukan main dan melompat kepada pria yang membawa dokumen itu. Dengan panik Ino berkata, "Sai, babe, aku hanya bercanda. Kamu satu-satunya bagiku! Aku bisa jelaskan semuanya, kamu harus mendengarkan aku!"

Cerita Random SasuSakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang