Love Potion

518 48 5
                                        

.
.
.
.
.

Sasuke menatap muridnya dengan heran. Ia hanya memiringkan kepalanya kebingungan, "Jadi, kamu ingin membuat ramuan cinta? Untuk apa ini?" Tanyanya dengan nada yang tidak terlalu yakin.

Sembari mengaduk bahan-bahan pembuat ramuan, Sakura yang sudah Sasuke angkat menjadi muridnya selama sepuluh tahun hanya menganggukkan kepalanya dengan semangat, "Benar, Tuan! Ramuan seperti ini akan sangat populer. Kita akan mendapatkan banyak uang dari hasil penjualan ramuan cinta!"

Sasuke menghela napas frustasi. Muridnya sangat cerdas dan penuh energi. Tetapi, terkadang Sasuke hanya bisa melihat obsesi gadis itu terhadap uang belum juga hilang. Hal ini juga pasti dikarenakan hidup di masa kecil yang sulit membuat muridnya sangat takut kehilangan uang. Sakura ia dapatkan dan ia angkat menjadi muridnya saat berumur tujuh tahun dan saat itu, gadis belia tersebut duduk di sebuah gang kecil dengan keadaan sangat mengenaskan. Ia sangat kurus hingga pipinya cekung. Matanya tak memancarkan vitalitas anak-anak sepantarannya. Kulitnya sangat kotor hingga menjadi abu-abu dengan rambut kusam yang sangat berantakan. Jadi, ia hanya membiarkan saja hobi gadis ini untuk mengumpulkan banyak sekali uang, emas dan berbagai jenis perhiasan layaknya naga yang bangga. Suatu kali, ia pernah melihat buku tabungan gadis itu yang mencapai nilai fantastis.

Sasuke sendiri memiliki sangat banyak uang dan selalu memberikannya kepada Sakura sebanyak yang dia inginkan. Tetapi, akhir-akhir ini ia menolak dan berkata akan menghasilkan uang dengan tangannya sendiri. Yah, walau uang yang Sasuke berikan tetap ia ambil juga.

Sasuke, "Tetapi, apakah kamu tidak waspada akan konsekuensinya, Saku?" Tanyanya saat ia melihat buku yang mencetak berbagai jenis bahan ramuan dan memeriksanya.

Sakura berhenti mengaduk bahan ramuan dan menatap Sasuke heran, "Apa maksudmu, Tuan?"

Benar saja, gadis nakal ini!! Sasuke mencoba bersabar dan menjelaskan, "Semisal saja, orang yang membeli ramuan ini adalah pelayan kecil yang ingin merayu sang raja. Jika ia memberikan ramuan ini kepada sang raja, bukankah itu akan berbahaya? Ratu akan murka dan perang bisa saja terjadi, kan?"

Dengan cekikikan, Sakura melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, "Kalau seperti itu, itu artinya ramuanku manjur, dong! Membolak balikkan kekaisaran sampai seperti itu, membuat kekacauan internal, bukankah dramanya sangat bagus untuk ditonton?"

Tiba-tiba, sebuah suara renyah terdengar, dan Sakura mengelus kepalanya kesakitan, "Aduh, Tuan... sakit!"

Sasuke sangat marah, ujung bibirnya bergetar, "Kamu masih bisa merasakan rasa sakitnya? Baguslah, itu artinya kamu masih manusia! Lain kali aku akan memukulimu beberapa kali lagi!"

Menyadari kemarahan tuannya, Sakura hanya cemberut dan bergegas berlari ke arah Sasuke dan akhirnya menggenggam tangan pria itu untuk menenangkannya.

"Tuan- tidak. Sayang, maafkan aku. Aku salah, aku hanya ingin mencoba hal-hal baru. Jangan marah lagi, ya?" Ia sebisa mungkin membuat wajah tak berdosa yang imut agar pria itu luluh.

Dan berhasil.

Sasuke mengambil buku ramuan itu dan mengangkat dagu gadis tersebut untuk mengecupnya lama, membuat pipi sang gadis memerah merona. Sakura merasa bahwa otaknya benar-benar kosong ketika Sasuke mulai melumat bibirnya rakus. Tak beberapa lama kemudian, terdengarlah suara sayup dan rintihan yang berasal dari ruangan kecil tersebut.
.
.
.
Ia meletakkan foto pernikahan itu di nakas meja kamarnya dan berdiri untuk menyelimuti tubuh gadis itu.

Pria itu tersenyum lembut dan mengecup sebentar pipi sang gadis bersurai merah muda itu sebelum akhirnya memakai pakaiannya dan keluar dari kamar tidurnya. Ia pergi menuju ke arah ruang ramuan dan mulai membersihkan ruangan yang kacau tersebut dengan bantuan sihirnya.

Ia kemudian mulai mengambil buku ramuan tersebut dan menatap rumit buku tersebut.

"Buku ini, mengapa harus istriku temukan? Aku harus menghilangkan jejak atau ia akan tahu aku menggunakan ramuan itu padanya. Sungguh hari yang buruk." Akhirnya, ia membakar buku ramuan tersebut menjadi abu ditangannya.

"Jangan biarkan Sakura mengetahuinya. Ramuan cinta ini..."

Pria penyihir itu pun keluar dari ruangan tersebut dan menguncinya rapat-rapat.

Bersama rahasia kecil yang ia miliki.

.
.
.
.
.
-END-

Cerita Random SasuSakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang