Serigala Berbulu Domba

317 31 16
                                        

.
.
.
.
.

Pria muda itu sangat tampan. Ia bangun pada pagi hari dan menyiapkan sarapan untuk dirinya. Kehidupan monoton hari ini akan terulang kembali seperti biasa.

Saat ia selesai mencuci piringnya dan membereskan apartemen mewah tersebut, sebuah suara bel berdering. Ia kemudian mempersiapkan diri untuk bertemu dengan murid les pribadi barunya.

Saat ia mendekati layar monitor, ia melihat seorang gadis imut bersurai merah muda menunggu dirinya untuk membukakan pintu. Pria itu pun pergi untuk membuka pintu tersebut.

Ini adalah kali pertama pria itu melihat seorang gadis dengan pakaian normal dan sopan ketika akan bertemu dengannya. Gadis tersebut tampak antusias untuk melakukan sesi les.

Pintu terbuka dan nampak lah seorang gadis imut dengan tas besar yang terlihat berat dan sekantong biskuit di genggamannya.

"Selamat pagi, Tuan Sasuke. Nama saya Haruno Sakura. Saya berumur 17 tahun dan bersekolah di SMA Konoha. Hari ini adalah hari pertama saya belajar bersama anda. Mohon bantuannya." Sapa gadis bernama Sakura tersebut sopan dan ceria. Suaranya sangat manis seperti madu, membuat pria bernama Sasuke tersebut tersenyum tipis.

"Ya, selamat pagi. Masuklah." Sasuke mempersilahkan gadis tersebut masuk dan melepas sepatunya. Ia kemudian melihat sekeliling apartemen mewah tersebut.

"Tuan Sasuke, apakah saya harus memakai sandal?" Tanya Sakura dengan mata polosnya. Sasuke hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Tidak."

Setelah mereka berada di ruang belajar, Sakura mengeluarkan semua alat untuknya belajar. Sasuke hanya memperhatikan gadis tersebut bersiap-siap dan tidak bisa untuk tidak mengagumi keseriusan gadis tersebut. Biasanya, semua anak gadis yang ia ajar hanya akan membawa sebuah note kecil dan pena. Sisanya hanyalah barang kosmetik atau sesuatu hal lainnya. Belajar padanya hanya sebagai alasan untuk menggoda Sasuke.

Sebenarnya, Sasuke tidak kekurangan uang. Hanya saja, ini adalah hobinya. Sasuke suka melihat anak muda yang memiliki ambisi untuk belajar dan bersemangat mencapai cita-cita. Dan sangat membenci orang yang menggunakan alasan belajar hanya untuk menggodanya saja.

Sasuke mengajar di bidang biologi dan matematika. Mendalami dan mempelajari anatomi tubuh mahkluk hidup adalah hal yang sangat ia sukai. Ia akan membuat sebelas kali pertemuan untuk sesi lesnya. Dan murid-murid lesnya banyak yang berhasil dalam meningkatkan pengetahuan mereka pada mata pelajaran tersebut.

Sasuke bisa saja menjadi seorang guru di sekolah, namun pria itu kurang pandai dalam bersosialisasi. Bahkan saat mengajar pun anak didiknya akan lebih aktif dalam memulai percakapan selain membahas pelajaran. Namun, dengan gadis manis di depannya yang terlihat serius saat menulis catatan di bukunya membuat Sasuke penasaran.

Ada sedikit perasaan aneh yang mulai menyelimuti hati pria tersebut. Tanpa ia sadari, ia bahkan berpindah tempat di samping gadis tersebut untuk memperhatikan wajah lembut Sakura.

Tentu saja, Sakura sedikit kebingungan saat mendapati guru lesnya berada dekat di sampingnya. Namun, Sasuke hanya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa dan melanjutkan pelajaran.

"Pembuluh darah arteri akan menyemprotkan darah yang sangat banyak apabila terpotong, seperti pada bagian leher, perut, lengan, pinggul, kaki, kepala." Ucapan gadis tersebut membuat Sasuke sedikit terkejut dengan pengetahuannya. Ia mengangguk puas dan melanjutkan sesi tes.

Tidak terasa, waktu berjalan sangat cepat. Empat jam berlalu dan mereka mengakhiri sesi hari ini. Sakura memasang sepatunya dan menunggu Sasuke membuka kunci pintu apartemen. Setelah pintu terbuka, Sakura pamit pulang dan meninggalkan apartemen tersebut. Sasuke memperhatikan gadis tersebut hingga gadis itu tak lagi dalam pandangan. Ia menutup apartemennya dengan berat hati. Sekarang, ia merasa apartemennya sangat kosong dan sunyi.

Cerita Random SasuSakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang