Do You Like It Red?

422 36 5
                                        

.
.
.
.
.

"Bukankah warna ini sangat cocok untuk mu, Tuan Sasuke?" Gadis manis itu mengambil satu buah apel merah yang ada di keranjang. Ia tersenyum dan memberikan buah tersebut kepada tuan muda yang tengah duduk memperhatikannya. Pria itu hanya mengambil buahnya lalu meletakkannya di meja. Ia kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ia melukis gadis manis tersebut di sebuah kebun apel merah.

"Benarkah? Apa kamu.. suka warna merah?" Tanyanya datar dan tanpa emosi. Namun, jika kamu memperhatikan lebih detail, ada binar pada matanya yang dalam.

Gadis itu mengangguk semangat, "Suka! Aku suka warna merah!"

Tangannya yang indah dengan lihai menggoreskan kuas tersebut di atas kanvas. Gadis itu memperbaiki gestur tubuhnya, "Tapi apakah kamu sudah mengetahuinya? Berita itu?" Tanyanya seraya memiringkan kepalanya dan hal ini membuatnya semakin menggemaskan.

Sasuke, pria itu hanya menganggukkan kepalanya santai, "Kamu, jangan keluar malam. Berbahaya. Jika ada yang ingin dilakukan, beritahu saja aku. Apa kau mengerti?" Pria itu menasihati sang gadis layaknya seorang ayah kepada putrinya.

Angin semilir yang sejuk membuat mata gadis itu terpejam dan tersenyum. Ia hanya menganggukkan kepalanya dan mulai membersihkan helaian rambut yang menghalangi pandangannya.
.
.
.
Malam itu, sang gadis terbangun akan suara keras yang menghantam pintu belakang rumahnya. Ia segera berlari untuk melihat hal apa yang membuat suara dengan begitu kerasnya. Ia kemudian membuka pintu belakang rumahnya dan mengambil lentera lalu berjalan menyusuri kebun apel. Ia tak melihat hal aneh apapun dan hendak kembali ke rumahnya. Tak sengaja ia melihat siluet tinggi di balik sebuah pohon. Ia memekik lalu berlari kembali ke rumahnya.

Suara dentuman pintu yang tertutup memecah kesunyian malam itu. Gadis malang tersebut kemudian kembali ke kamarnya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat kamar tidurnya telah berubah warna menjadi warna merah dan berbau amis.

Lampu lentera tersebut bergetar. Kakinya perlahan mundur selangkah-demi selangkah hingga ia menabrak sesuatu. Ketika ia perlahan menolehkan kepalanya kebelakang.

Sasuke yang penuh dengar warna merah di tubuh dan wajahnya, memegang seember cairan merah dan kuas, tengah tersenyum hangat.

"Apa kamu suka?"

Gadis itu tiba-tiba melepaskan lampu lenteranya dan  memeluk pria itu, "Tuan! Aku sangat suka!! Ini sangat menakjubkan! Apakah kamu menguras habis darah gadis itu?"

Sembari membalas pelukan, ia terkekeh pelan di ceruk leher sang gadis, "Iya. Aku melakukannya. Aku takut kamu keluar dan menghabisi orang sendirian. Berbahaya jika diketahui orang. Saat ini, orang-orang mulai curiga. Jadi, hanya satu gadis yang bisa aku ambil darahnya. Juga aku menyiapkan beberapa untuk tinta. Kita bisa menggunakannya untuk mewarnai lukisan apelnya."

Mata gadis itu berkaca-kaca, ia sangat terharu dengan apa yang telah dilakukan tuannya tersebut. Ia kemudian mengecup pipi Sasuke, "Tak apa. Satu sudah sangat bagus. Kita bisa mencarinya lagi. Masih banyak orang."

Sasuke menggenggam kedua tangan sang gadis, "Baiklah. Mari kita rayakan kamar barumu. Aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di kamar."

Gadis itu dnegan cepat menarik tangan Sasuke gembira, "Wah, kamu sangat perhatian. Terimakasih banyak, Tuan!"

Sasuke hanya tersenyum dan pasrah saat ia memasuki kamar tersebut, "Apapun untukmu, Sakura ku."

.
.
.
.
.
-END-

Maaf ya teman-temanku yang setia membaca cerita anehku, aku bakalan jarang up cerita karena sibuk banget kerja, tapi aku usahain buat bisa bikin cerita yang bisa menghibur kalian semua sebagai bentuk rasa terimakasihku kepada kalian😘😘

Apalagi yang sering berkomentar di ceritaku, kalian bikin aku semangat untuk terus berkarya!!! Makasih banyak yaaaaa yang udah setia nunggu cerita ceritaku yang walau kadang agak maksa alur ya tapi ya terobos aja lahh ye kann 🥰🥰

Sekali lagi terimakasih teman-temanku yang sudah vote, komen, simpan dan follow akuuuuuu, sayang kalian banyak-banyak😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Cerita Random SasuSakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang