Kebetulan yang disengaja dan efeknya memengaruhi manusia terluka semacam Nuka. Kebetulan memang, kata "kebetulan" tidak berkaitan dengan kata "betul". Di dunia ini kebetulan dianggap hal tak disengaja yang terjadi tanpa dibuat-buat seseorang.
Nuka mengira-ngira, apakah Elan sejalan dengannya berpikir. Jelas, kan, kejadian pertemuan mereka di atas kereta api terlalu mengada-ada untuk dikatakan kebetulan belaka. Seperti skenario film merancang adegan kebetulan yang murahan, atau lebih tepatnya gampangan istilahnya, menggampangkan saja situasi agar dua tokoh utamanya bertemu tanpa insiden yang berarti.
Seorang tokoh perempuan logis dalam drama serial kesukaan Nuka, Dana Scully namanya, mengajarkan bahwa manusia tak boleh sekali pun meninggalkan logikanya, meski yang kamu hadapi sangat tak logis sekalipun. Tak peduli Fox Mulder ada benarnya juga dan akhirnya kasus mereka menjelma X-Files yang tak terpecahkan, Scully tidak pernah tidak mengedepankan akal sehat saat melaksanakan pengusutan. Nalar Scully itulah yang jadi daya pikat film yang utama.
Salah satu skenario terheboh dalam perkiraan Nuka, mungkin mereka adalah bagian dari eksperimen sosial yang mengerikan. Augmented reality sudah jadi makanan lumrah di abad serba terdigitalisasi ini. Bukan hal aneh bila realitas magis menjelma kenyataan hidup yang sudah serba canggih dan tanpa batasan pasti. Manakah yang magis manakah yang bukan dalam keseharian manusia masa kini? Dulu, melakukan pertemuan tatap muka lintas negara bahkan lintas benua tanpa bepergian adalah kemustahilan, namun menjelma kenyataan dewasa ini. Panggilan video dapat mempertemukanmu dengan orang-orang di pelosok sudut dunia, bertatap virtual dan berbincang maya seakan mengobrol secara langsung, sudah menjadi keharusan yang dibutuhkan manusia milenial mutakhir. Cara berkomunikasi manusia sudah berevolusi sedemikian rupa, begitu pula "selera berpikirnya" yang mengalami peningkatan drastis.
Kebetulan, Nuka masih bersiteguh, Dante adalah alien yang mencurigakan di matanya. Entah dia alien betulan atau alien buatan manusia, nasibnya dan nasib Elan, teman seperjalanannya, tetap tak berubah haluannya. Sama-sama terperangkap dan dipermainkan tanpa kesempatan melancarkan perlawanan. Bukan keaslian sosok alien yang dipertanyakan, tetapi kejadian Nuka dan Elan bertemu hampir dipastikan disengaja untuk terjadi, dan tujuannya baru akan diungkapkan setelah permainan ini dituntaskan sampai kesudahannya.
Dengan "selera berpikir" yang sedikit meningkat, Nuka terpikir untuk lebih dekat menilik sosok Dante, membandingkannya dengan Elan yang pasif. Selain Elan tidak memercayai teori alien, si pria pastinya masih percaya perjalanan kereta api ini semata kebetulan belaka. Bos Nuka yang kepalanya licin saja mengaku bahwasanya otak encernya, dan bukan kebetulan, yang mengantarkannya sukses berbisnis bioskop kelas menengah bawah. Mau sukses dalam bisnis? Bidiklah pasar-pasar yang mustahil dan minim persaingan, supaya kamu memegang monopolinya dan jadi yang berkuasa di sana.
Oke, sekarang lupakan saja soal kebetulan! Sadarlah, hidup ini bukan drama film yang manis romantis. Sekalipun situasi kondisi tak logis memerangkap mereka di seat tengah gerbong tengah, Nuka berpikir pasti ada penjelasan mengapa ia menjelma makhluk hewan sedang hibernasi di musim dingin. Tanpa keinginan buang hajat, makan, minum, tak berkeringat, mati rasa dan tak terasa berdetak jantung. Juga terpancang mati di tempat duduknya, hanya bisa berdiri, duduk dan sedikit bergeser di area seat yang sempit luasnya. Lalu dejavu yang terulang itu, maknanya kira-kira bagaimana?
Dejavu seakan-akan percakapan tiga arah mereka pernah dilakoni Nuka sebelumnya. Bukan artinya mereka pernah bertiga mengobrol di masa lalu, tetapi Dante sebagai aktor pelaku utama, atau boleh dikatakan sang dalangnya, seakan mengungkit-ungkit masa lalu Elan dan Nuka, yang sejumlah kecilnya samar-samar, tak menentu ingatannya. Nuka percaya, ia tak pernah bersua dengan kedua pria itu sebelumnya. Temannya dalam keremangan bioskop bukan Elan, apalagi Dante yang dinilainya mustahil menjalin pertemanan simpatik dengan siapa pun juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Like You Do
RomanceElan Adante bersua Nuka Tumiwa di atas kereta api yang rutenya tidak normal, Dari Jalan Panjang Menuju Tempat Tak Ada Tujuannya. Merasa cocok sejak pandangan pertama, keduanya mengobrolkan semua hal tanpa menyadari, kereta api itu tidak ada penumpan...
