"Simpul kupu-kupunya tidak terlalu mulus sepertinya, Ketua."
"Begini juga bagus. Apa boleh buat bila yang perempuan terlalu keras kepala. Dia mengingatkan pada almarhumah kakakmu, kan?"
"Yes, Ketua. Makanya aku tertarik berteman dengannya. Kakakku semasa hidupnya bekerja jadi QC perusahaan CCTV, dan tak bosan menasihati supaya aku hidup jujur dan lurus. Sayang aku malah bertemu Nuka setelah jadi arwah gentayangan. Seandainya kami bersahabat saat aku masih hidup, ceritanya pasti akan berbeda sekali, Ketua. Mungkin juga aku takkan bunuh diri dan tidak bakal dipungut dari wildcard jadi asistennya Ketua."
"Heh. Apakah jadi asistenku begitu berat dan menyiksa buatmu?"
"Oh, bukan. Bukan, Ketua. Kehormatan besar buatku berada di sisi Anda. Aku cuma berandai-andai, kok. Jangan salah paham ya, Ketua."
"Kukira kamu menyesal jadi asisten dan juru tulisku. Syukurlah tidak demikian."
"Sewaktu aku masih gentayangan di dunia mereka, ya itu dulu duniaku juga, aku tersentuh oleh persahabatan dan kebaikan hatinya. Berkat dia, aku sadar, sepenggal hidupku yang dulu terlanjur rusak. Dan sesudah tiada, ini kehidupan kekal yang tak boleh kusia-siakan sekali lagi. Makanya aku berupaya masuk wildcard, agar aku tidak masuk neraka atau cuma mengeluyur di alam fana tanpa kejelasan. Semuanya berkat Nuka Tumiwa hingga aku sampai di sini, Ketua."
"Kalau tidak arwahmu yang gentayangan bisa dihancurkan oleh Penyelia Arwah Hantu, karena arwah dan roh yang tak ingin beranjak sebetulnya melanggar hukum-Nya dan akan ditindak dengan tegas. Syukurlah sebelum kamu tertangkap, kamu sudah menyerahkan diri dan sekarang posisimu sangat aman."
"Terima kasih sekali lagi, Ketua. Untuk kesempatan Anda dan bahkan saya masih boleh sesekali mengeluyur di bawah sana. Nuka tak pernah melihat wujud asliku, tentu saja, dan ia malah menganggapku kakaknya dan aku dipanggilnya Kakak Kemeja Kotak-Kotak seperti ia menyapa Elan Adante. Sebetulnya aku cuma meniru model kemeja Elan Adante yang paling disukai si perempuan itu."
"Jadi intinya dalam hatinya itu cuma ada Elan Adante seorang, kan?"
"Betul, Ketua. Sama juga untuk yang laki-laki. Hatinya cuma untuk Nuka Tumiwa, tapi ia tak tahu bagaimana mencintainya dengan tepat. Untunglah mereka sudah sepakat sekarang, Ketua."
"Ah, sekarang terserah bagaimana takdir mengatur mereka. Apakah simpul kupu-kupu mereka bisa bersemi kembali dan menjadi lebih sempurna dari yang lalu. Baiklah, kita musnahkan dulu simpul jodoh yang lama. Biarlah mereka memulai perasaan mereka dari awal, karena sekali kamu terikat jodoh, kamu akan terikat selamanya. Kuharap begitu, karena aku benci cerita yang akhirnya kurang bahagia."
"Kita doakan yang terbaik untuk mereka, Ketua."
Dante, maksudnya malaikat wildcard bernama Kamu Yang Tak Dinamai membentangkan seutas simpul yang amat indah, tak lain adalah simpul jodoh antara Elan dan Nuka yang sayangnya mesti dihancurkan karena simpul kupu-kupu yang baru sudah disiapkan Malaikat Penjemput Nyawa. Jodoh lama mereka berakhir pada detik ini juga, tepat sesudah simpul merah hati yang bentuknya mirip kupu-kupu Greta Oto tercabik gunting otomatis Malaikat Maut, mekanismenya kira-kira menyerupai paper shredder yang secepat kilat menghancurkan sampai keping-keping terkecil. Patah tumbuh hilang berganti. Yang lama berlalu datanglah yang bersemi, Dante menggumamkan doanya dalam hati.
Sementara itu, arwah Nuka Tumiwa dan Elan Adante dikembalikan ke dunia manusia, tepat pada hari di mana mereka keliru menjemput akhir hayat mereka. Karena baik Elan maupun Nuka tak pernah saling mengenal satu sama lain, mereka berangkat bekerja sesudah terjadi kecelakaan maut yang mestinya mereka alami bila seandainya mereka saling mengenal sebelumnya. Seperti kamu ketahui, Elan Adante berangkat lebih awal ke kantor untuk mencegat kehadiran Nuka di warung makan dekat bioskop dan Nuka sendiri sangat pagi berangkat ke bioskop demi menghindari Elan Adante yang kerap menongkrong pagi-pagi dan makan siang di warung rakyat. Nuka akan memesan menu paling murah dan paling mengenyangkan, lalu mengemasnya dalam kotak bekal dan menghabiskan makan siangnya dalam bioskop. Ia tahu Elan tak mungkin bernyali menyambangi bioskop, atas dasar gengsi dan rikuh terhadap Nuka yang diputuskannya sepihak. Demikianlah mereka beradu petak umpet selama sepuluh bulan terakhir ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Like You Do
RomanceElan Adante bersua Nuka Tumiwa di atas kereta api yang rutenya tidak normal, Dari Jalan Panjang Menuju Tempat Tak Ada Tujuannya. Merasa cocok sejak pandangan pertama, keduanya mengobrolkan semua hal tanpa menyadari, kereta api itu tidak ada penumpan...
