Kejutan itu punya makna yang lucu. Kejutan mestinya sesuatu yang mengejutkan atau mengagetkan, terutama bagi orang-orang yang dilimpahkan kejutan itu. Namun, kejutan terlanjur identik dengan surprise, dianggap membawa sukacita yang dirahasiakan oleh pemberinya, agar efek kejutan bisa mengharukan, sebab si penerima tidak menyangka ada kejutan pada akhir cerita. Sayangnya, kejutan bagi Nuka tak lain kepahitan dalam syok terapi beruntun, yang barangkali akan kurang mengenakkan ujug-ujugnya.
Bos Nuka yang pelit secara mengejutkan tumbang tiba-tiba, sesudah mengalami pendarahan otak hebat di suatu malam, tanpa hujan dan tanpa petir. Istri bosnya mengambil alih bioskop, melancarkan peremajaan besar-besaran, langkah berani yang malahan berujung kepailitan, sementara si bos yang lihai berbisnis terbaring tanpa daya di ranjangnya, tak tahu menahu apa-apa yang menimpa bioskop kesayangannya.
Nuka terancam jobless, calon pengacara gaya baru, yakni pengangguran banyak acara yang bakal kelimpungan berburu pekerjaan baru. Saat hilal masa depannya kelihatan muram dan abu-abu, terjadi kejutan sekali lagi yang entah menyenangkan ataukah meresahkan bagi Nuka sendiri.
Adik sepupu istri Bos Nuka baru pulang dari Tanah Kangguru, dan punya pemikiran segar yang diramalnya bakal menjadi tren di perfilman tanah air. Mini cinema sudah menggejala di Australia tahun 2025, yakni bioskop yang memutar film pendek produksi sendiri atau produksi indie yang low budget dan skala produksinya sangat kecil. Karena pendek durasinya, biasanya pemutaran film pendek ditayangkan gratis, dengan menggaet sponsor produk, atau pembiayaannya melalui crowd funding dan didukung pemasukan dari iklan di platform berbagi video. Sumber pemasukan tambahan antara lain dari berjualan minuman dan makanan ringan, serta merchandise film, seperti DVD, kaus oblong, buku, mug, pin dan sebagainya.
Bioskop yang pailit sedianya akan disulap menjadi mini cinema sekaligus rumah produksi film pendek, berhubung bangunan bioskop bukan menyewa dan hak milik sendiri. Istri bos Nuka setuju saja dengan usulan bisnis sepupunya, karena apa salahnya dicoba bila modal yang diperlukan nol rupiah saja?
Nahas, nasib Nuka tidak berubah meskipun bioskopnya tidak jadi betul-betul pailit. Dengan bioskop mini gratisan seperti itu, penyobek karcis seperti dirinya apakah dibutuhkan lagi tenaganya? Tamatlah riwayat pekerjaannya, dan Nuka bersiap di-PHK dan mengepak barang-barangnya dalam dus bekas. Pemandangan lumrah dalam film-film kala seseorang dipecat, si tokoh membopong dus berisi benda-bendanya, dengan sedih meninggalkan meja kerjanya dan diiringi tatapan iba dari rekan-rekan lainnya. Ada yang mengasihkan suvenir tanda mata, ada yang memberikan pelukan perpisahan, dan ada pula yang bercucur air mata.
Woi! Sadar, ini kehidupan nyata, bukan dalam film! Nuka memaki diri sendiri, menyadari Nuka yang di-PHK tidak punya apa-apa untuk dibawa selain dengkulnya sendiri. Selain tidak memiliki meja kerja, Nuka yang menyobek karcis dengan tangannya juga tidak memiliki alat bekerja yang seluruhnya dilakukan secara manual. Ini lebih tragis malahan. Dipecat dengan tangan hampa, karena memang tidak ada yang bisa dibawanya dari bioskop murahan. Bisa mendapat pesangon saja sudah bersyukur, karena istri bosnya lumayan banyak perhitungan, meski dibandingkan sang suami, kekikirannya tergolong masih mending.
Pada hari terakhir ia bekerja, Nuka sudah menyiapkan batinnya hanya disodori amplop tipis berisi gajinya satu bulan terakhir, atau syukur-syukur mengantongi dua bulan gaji berbonus uang perpisahan. Apa daya, Nuka dihadapkan kejutan satu lagi yang mengubah hidupnya secara total. Perkenalannya dengan calon general manager mini bioskop kelak, posisinya merangkap produser film pendek, yang menawarinya peran utama di film perdananya, berjudul Di Gereja Tua. Nama si produser muda adalah Elan Adante.
"Karakter kamu pas, cocok sekali sama gambaranku soal pemeran wanitanya. Coba aku casting kamu buat formalitas aja. Tapi aku yakin, tak ada yang lebih cocok selain kamu, Nuka."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Like You Do
RomanceElan Adante bersua Nuka Tumiwa di atas kereta api yang rutenya tidak normal, Dari Jalan Panjang Menuju Tempat Tak Ada Tujuannya. Merasa cocok sejak pandangan pertama, keduanya mengobrolkan semua hal tanpa menyadari, kereta api itu tidak ada penumpan...
