Nuka dan Elan dalam layar film berpandangan, lalu tertawa sama-sama, menuding ke arah Elan dan Nuka di dunia nyata, seakan dua teman seperjalanan di film kereta api itu menonton monitor televisi tepat di hadapan mereka. Kebetulan, Elan dan Nuka dalam film duduk berdampingan di seat 2-2 sisi kiri, tidak seperti posisi mereka di dunia nyata, yang tadinya duduk berseberangan dalam kereta. Namun, gelak tawa keduanya begitu persis, sampai-sampai Nuka tersadar, bunyi tawanya agak mendesis menyerupai ban roda sepeda yang kempis.
"Aneh ya, Bung Elan. Mana mungkin ingatan manusia bisa diutak-atik seenaknya. Pikiran dihapus itu cuma ada di drama-drama murahan. Kecuali orangnya sakit berat, baru bisa deh hilang ingatan sebagian. Hihihihi."
"Iya, ya, seperti kisah nyata pasangan asal Jepang, calon mempelai perempuan mendadak sakit sebelum hari-H, koma beberapa lama, tersadar tapi amnesia sebagian. Nahasnya, ia lupa sama sekali soal calon suaminya, dan setelah tujuh tahun berjalan, akhirnya mereka menikah juga karena ingatan si pengantin wanita pulih berkat ketelatenan tunangannya." Elan meringkas sebuah kisah nyata yang disaksikannya dari platform berbagi video.
Amnesia parsial? Hilang ingatan sebagian sangat masuk akal sebagai alasan Nuka untuk lupa. Clue permainan kali ini, siapakah orang yang ingin dihindari Nuka setiap jam makan siang hingga ia rela berangkat kerja pagi-pagi sekali? Ingatan Nuka tergugah sebagian kecil, bahwa dulunya ia baru berangkat kerja pukul 10.30 siang, dan akhirnya sampai di bioskop menjelang atau sebelum 11.30, dan sempat makan siang di warung rakyat, yang mau tak mau enak karena murah meriah menu-menunya.
Mau tak mau enak karena murah meriah menandakan pemakluman konsumen wong cilik macam Nuka. Dengan harga merakyat dan demikian murah, semua menu di warung rasanya lumayan enak juga. Namanya murah ya kita harus maklum dan tidak menuntut yang tidak-tidak, demikian Nuka punya prinsip dalam menghemat uang makannya. Lalu setelah melakoni makan kilat alakadarnya, Nuka sudah mengisi absensi bioskop sebelum pukul 11.45 dan mulai beres-beres membantu-bantu si Akang cleaning service. Namun, suatu ketika, rutinitas Nuka mendadak berubah sedikit.
Perubahan yang tidak sedikit sebenarnya, boleh dikata lumayan banyak, karena Nuka agak mengingat sedikit, ia berangkat pagi-pagi, lalu memburu warung makan yang baru buka untuk take away menu paling murah dan paling mengenyangkan perut, lalu bungkusan nasi itu disumpalnya dalam kotak bekal, sebelum ia melesat menuju bioskop, jaga-jaga kalau seseorang itu muncul tiba-tiba untuk sarapan di warung samping halte dekat bioskopnya.
Masalahnya, clue yang dituntut oleh Dante adalah, siapakah seseorang yang dihindari Nuka itu, hingga rutinitasnya boleh dikatakan berubah total? Nah, itu dia yang hilang dari ingatan Nuka, sama sekali menguap habis dan Nuka gagal total mengerahkan memori yang terpotong itu. Rol film adakalanya disunting atau terkena sensor, hingga mesti dipotong sebagian adegannya. Mungkin yang dialami memori Nuka kira-kira mirip seperti demikian. Hanya saja, ia tidak sakit dan tak pernah mengalami koma segala macam, kenapa bisa ingatannya terganggu tanpa sebab yang pasti?
"Eh, Bung, kabarnya alien itu bisa memodifikasi memori manusia. Makanya ada yang pernah diculik mereka, tapi tak sadar sudah jadi korban. Soalnya ingatan mereka dihapus sebagiannya, jadi drama penculikan sedikit pun tidak diingat lagi. Apa mungkin ya, tokoh cerita yang kita lihat ini diculik alien lalu ingatannya jadi kacau dan linglung?"
Mengerikan sekali, yang bicara begitu adalah Nuka dalam tayangan layar lebar. Sementara Nuka yang asli, Nuka dunia nyata yang terdampar di ruangan gulita hanya bisa terperangah dan diam seribu bahasa. Bukan main. Permainan Dante kian lama kian menegangkan, dan sepertinya bukan lagi main-main saling sambung cerita yang tak serius, baik oleh anggapan Elan maupun Nuka. Dikiranya games aneh itu cuma iseng-iseng berhadiah saja. Paling-paling sekadar pembunuh waktu senggang, begitu. Rupanya nasib mereka berdua dipertaruhkan diam-diam, dalam lotere yang menentukan, apakah kehidupan mereka yang normal bisa didapatkan kembali atau tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Like You Do
RomanceElan Adante bersua Nuka Tumiwa di atas kereta api yang rutenya tidak normal, Dari Jalan Panjang Menuju Tempat Tak Ada Tujuannya. Merasa cocok sejak pandangan pertama, keduanya mengobrolkan semua hal tanpa menyadari, kereta api itu tidak ada penumpan...
