Mendengar suara mesin mobil cukup nyaring membuat Naura penasaran. Siapa pemilik mobil tersebut. Pasalnya, Sinta baru saja pulang. Sebab suami lelaki itu tidak bisa di tinggalkan terlalu lama.
Ia menundukkan pandangannya ketika mobil BMW seri X5 memasuki pekarangan mansion yang luas. Tak lama seorang lelaki bertubuh tinggi keluar dari mobil.
"Kak Radit?" gumam Naura bertanya-tanya. Apa benar yang ia lihat itu Radit, sekretaris Aksa? Untuk apa malam-malan begini berkunjung? Apa ada alasan penting, atau Aksa sendiri yang memanggilnya untuk datang.
Tiba-tiba otak gadis yang mengenakan dress bertali spaghetti tersebut tersenyum culas.
***
"Malam, Tuan?" sapa Radit berdiri tak jauh dari Aksa yang duduk di kursi kebesarannya. Mereka berada di ruang kerja pribadi milik Aksa.
"Duduk," titah Aksa. Pria berumur 26 tahun tersebut menutup dokumen perusahaan yang baru saja ia tanda tangani.
Lantas ia menyodorkannya pada Radit. "Pelajari baik-baik untuk meeting besok."
Radit mengangguk sebagai jawaban. "Apa ada hal penting, sampai saya di minta datang?"
"Tentu, apa kamu lupa Radit tugasmu selain menjadi sekretaris saya?" pertanyaan seperti sindiran tersebut membuat Radit bungkam.
"Bagaimana dengan pria itu?" tanya Aksa.
"Kevin Jean, orang tua Kevin juga bekerja di perusahaan anda tuan, di cabang Jakarta Selatan. Menempati posisi sebagai Manager."
Kening Aksa mengenyit jelas. Jari telunjuknya mengusap usap pelipisnya ringa. "Menarik,"
"Apa Kevin menyukai, Nauraku?" tanyanya kini lebih serius.
Radit mengangguk. Seketika itu pula tangan kiri Aksa mengepal kuat. "Tapi itu dulu, Kevin pernah mengungkapkan perasaannya tapi Nona Naura menolaknya beralasan tidak ingin pertemanan itu hancur."
Aksa menegakkan posisi duduknya lebih tenang. "Apa ada lelaki lain yang gadisku, suka?"
"Saya belum mengetahui itu Tuan."
"Haish!" Aksa membuang nafasnya gusar. Ia tidak tenang jika gadisnya menyukai lelaki lain. Bagaimana pun ia harus bisa mendapatkan hati gadis itu.
"Terus pantau Naura dimana pun. Sekarang kamu bisa pergi."
"Baik, Tuan. Saya permisi, selamat malam."
"Hem!"
Ceklek
"Kak Radit!" seruan itu membuat Radit terperanjat di tempatnya. Ia menundukkan hormat lantas bersikap tegap.
"Uhhh, maaf ya Naura buat kaget." ucap Naura tak enak.
"Tidak apa, Nona. Apa anda perlu sesuatu?"
Naura menangkap dokumen berwarna putih biru dengan lapisan Mapnya. "Kak Radit datang malam begini, ada hal penting ya?"
Jujur, Radit tidak tahu harus berkata apa. Ia juga merasa takut jika gadis itu mendengar percakapan diantara ia dan Aksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SAVAGE BOY
Teen FictionNEW VERSION Romance - teenfiction Kegilaan dan kekuasaan yang Aksa miliki untuk mendapat gadis kecil yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Mulai: 20 September 2022
