Sregg
Brugggh
Semua barang di atas meja itu terjatuh berserakan. Ulah tangan dari pemilik kamar itu sendiri.
Ia mengusap kasar wajahnya, lalu menghela nafas berat. Kakinya berjalan tak tentu arah, niat awalnya pulang sore ini yaitu ingin berterimakasih atas perhatian yang gadis itu berikan.
Semua tidak seperti yang dia bayangkan. Ia pikir gadis itu sudah mulai menerima dirinya. Ia pikir Naura sudah mau belajar sekedar menerima kehadirannya.
Ternyata salah, Naura tetap ingin pergi darinya. Itu sangat menyesakkan. Hatinya seperti di remas kuat.
Menyapukan tangannya pada saku celana depan, ia merogohnya. Sebuah kotak beludru berwarna biru terbuka lebar memperlihatkan anting emas berbentuk bunga. Rencananya ia akan memberikan ini untuk Naura. Menyempatkan dirinya ke sebuah toko perhiasan sebelum kembali ke rumah.
Ia menatap anting itu dengan lamunan kosong. Entah harus ia apakan benda ini. Setelah kejadian ini mungkin Naura akan semakin benci dan muak. Gadis itu akan lebih merasa tertekan.
Aksa juga memikirkan mental gadisnya. Alasan Aksa melakukan ini semua hanya karena tidak mau kehilangan Naura untuk kedua kalinya. Sudah cukup terpisah selama belasan bisa tahun sampai ia bisa bertemu diusia yang matang dengan gadisnya 17 tahun tahun ini.
"Iam just so scared about her, she spesialy of me." gumamnya.
Sedangkan dibawah sana, Naura tengah di tenangkan Nina dan Oka. Dua perempuan itu tidak tega mendengar tangis menyayat dari Nonanya.
"Nona, tenanglah." ucap Nina mengelus bahu tanpa kain yang menutup kulit mulusnya.

"Kami yakin, Tuan muda tidak bermaksud mengambil kebebasan Nona. Tuan hanya ingin anda selalu bersamanya." sahut Oka menatap Naura yang menunduk menumpukkan kepalanya pada kedua lututnya. Gadis itu terduduk di karpet berbulu itu.
"Cara dia salah," ucap Naura.
"Hem, Tuan muda memang bersikap atas apa yang dia mau. Terlepas itu salah, jika bisa mendapatkan apa yang dia inginkan kenapa tidak?" jelas Nina.
Tangis Naura perlahan sedikit mereda. Gadis itu mengangkat kepalanya, ia sesenggukan kecil. Menaikkan mata hazel ke atas.
***
"Lo masih belum ada kabar tentang Naura, Kev?" tanya seorang gadis berambut panjang warna sedikit pirang. Gelengan itu membuat bahunya merosot.
Sudah setengah bulan ini Marina, dan Kevin mencoba mencari kabar tentang Naura yang tiba-tiba tidak ada kabar. Tanpa pamit atau pun lainnya.
Mendatangi kediamannya beberapa hari lalu berharap gadis itu ada di rumahnya. Ternyata salah, orang tuanya mengatakan tidak tahu.
Marina dan Kevin memberi saran untuk melaporkan ini pada pihak kepolisian. Tetapi anehnya mereka malah mencegah itu. Mereka masih berkata kalau Naura baik-baik saja sedangkan mereka tidak tahu keadaan sebenarnya.
"Kamu merasakan kejanggalan tidak sih?" tanya Marina menatap temannya serius.
"Iya. Terakhir kita ketemu hampir dua minggu-an lalu." jelas Kevin. Lelaki remaja berusia sama dengan Naura tersebut memang tampan juga. Memiliki lesung pipi di kanannya.
"Aneh, Vin. Pokoknya kita harus cari Naura." tegas Marina.
"Apa waktu pulang sekolah lalu, lo tahu siapa yang jemput dia?" tanya Kevin mengingat kejadian 2 mingguan lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SAVAGE BOY
Dla nastolatkówNEW VERSION Romance - teenfiction Kegilaan dan kekuasaan yang Aksa miliki untuk mendapat gadis kecil yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Mulai: 20 September 2022
