Bugh bugh bugh
Naura terus meronta-ronta dan memukul punggung tegap itu, ketika dirinya di panggul paksa. Apalagi dengan matanya yang sengaja di tutupi kain hitam.
Tak
Naura langsung berpegangan pada kedua lengan kekar yang terbalut kemeja hitam dengan dasi yang masih menggantung di lehernya. "Kamu bawa aku kemana? Buka kainnya!" titah gadis itu dengan menekan kuat jari-jarinya di lengan Aksa.
Dapat ia rasakan sentuhan lembut tangan Aksa menyentuh pinggangnya kemudian naik ke kepalanya mengusap surainya. Dan pencahayaan mulai masuk ke indra penglihatannya.
Naura mengerjapkan matanya beberapa kali, menetralkan penglihatannya. Dan saat ia merotasikan matanya, pupilnya melebar tergantikan dengan keterkejutan.
"Kevin?" ucapnya bersuara rendah, masih tidak percaya pria itu ada di hadapannya dengan kondisi kedua tangan dan kaki terikat berdiri di satu pilar besar.
Matanya mulai berkaca-kaca, perasaanya berubah cemas. "Kevin!" teriaknya hendak menghampirinya namun pinggangnya lebih dulu di tarik oleh Aksa.
Tubuh keduanya bertubrukan cukup kuat. Naura sedikit merintih, ia dongakkan kepalanya ke atas dan Aksa yang memiliki tubuh tinggi pun dengan mudah menundukkan kepalanya. Sangat tipis jarak wajah di antara keduanya bahkan Aksa bisa merasakan deru nafas gadis itu.
"Lepasin Kevin!" teriak Naura.
Aksa menyelam mata yang berair itu, ia mengusap sudut mata itu. "Untuk apa kamu menangisi dia!" bisiknya rendah tapi auranya begitu kuat.
"Naura?" suara itu, Naura yang merasa namanya di panggil pun menoleh cepat. Kevin, pria itu menatapnya dengan tatapan sayu. Kening, sudut bibir, dan pipinya lebam.
Naura miris melihatnya, hatinya ikut sakit.
"Apa yang kamu lakuin sama Kevin? Jawab!"
Aksa bukannya menatap gadisnya pria itu malah menatap dengan tatapan datar dan senyum miring. "Katakan dengan tegas kalau diantara kalian sudah tidak ada hubungan apapun!" titahnya tegas pada Kevin. Pria itu terlihat lemah dengan kepala sedikit menunduk. Pipi, keningnya lebam, sudut bibirnya mengeluarkan darah. .
Gadis itu menipiskan bibirnya dan memukulnya sekali lagi dada pria itu. "Kamu jahat! Kamu jahat Aksa! Aku benci!" teriaknya, air mata itu pun jatuh sangat deras.
"Pilih, aku atau dia!" titah Aksa tegas menatap Naura. Tak lama dari Aksa mengakan itu dua pria berbadan kekar berdiri di kedua sisi Kevin.
"Tidak, Nau!" ucap Kevin menggeleng pelan dengan tenaga yang terkuras.
"Itu tidak akan pernah, terjadi! Jangan harap bajingan!" teriak Kevin di akhir katanya. Ia menatap nyalang pada Aksa.
Bugh
Uhuk uhuk
Kevin terbatuk-batuk akibat pukulan yang baru saja ia dapatkan.
"Pengecut!" ucap Naura dengan tatapan benci dan bibirnya bergetar.
"Satu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY SAVAGE BOY
Novela JuvenilNEW VERSION Romance - teenfiction Kegilaan dan kekuasaan yang Aksa miliki untuk mendapat gadis kecil yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Mulai: 20 September 2022
