MY SAVAGE BOY -- 21

334 20 2
                                        

  

~ Naura dan Aksa ~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~ Naura dan Aksa ~


Bersyukurlah ketika memiliki pasangan yang sangat mengerti dan memahami, menerimamu apa adanya. Mau menggenggam tanganmu dalam hal apapun.

Dicintai lelaki yang cintanya lebih besar dari cintamu suatu keberuntungan. Kepalanya menoleh ke sebuah tempat yang banyak di kunjungi orang-orang untuk menikmati waktu dengan menonton sebuah film.

Sudah lama gadis itu tidak kesini, terhitung satu bulan lebih. Dan ia merindukan momen asik ini. Biasanya akan ada kerandoman Marina dan Kevin. Ia rindu dua teman baiknya itu.

"Ayo masuk," ajak Aksa menarik tangan mungil Naura ketika pintu studio telah dibuka.

Bundle popcorn dan ice Chocolat juga menemani serunya nonton film nanti. Ketika sudah menemukan kursi yang dipesan Aksa menarik Naura duduk disebelahnya tanpa melepaskan genggaman itu. Gadis itu cukup kesulitan untuk melepaskannya. Entah kenapa hari ini ia merasa sedikit nyaman tanpa memberontak.

"Apa suhunya terlalu dingin?" tanya Aksa pada Naura. Mengingat gadis itu cukup kesulitan jika suhu ruangan terlalu dingin.

Naura menggeleng. "Aman." lelaki itu menghela nafas lega. Ia hanya takut Naura kedinginan, padahal jika iya ia berniat mengatakan pada petugas studio ini.

Sebentar lagi film akan di mulai. "Di makan." titahnya, baru saja memasukkan pipet dalam cup minuman Naura. Perhatian yang sederhana namun sangat memberikan efek semburat merah di pipinya.

Aksa kurang suka makanan dan minuman yang manis. Lelaki itu hanya membeli cola saja.

"Udah mulai," bisik Naura rendah dibalik tatapan keduanya.

***

Dress itu sangat cantik dikenakannya. Postur tubuh Naura sebatas dadanya terlihat semakin mungil. Apalagi ketika masuk dalam rengkuhan Aksa, jika di lihat dari belakang tidak akan terlihat. Kalau Aksa sedang memeluknya.

Namun matanya yang tajam tak sengaja melihat cardigan atas gadis itu terbuka. Aksa tidak mau berbagi miliknya.

"Naura.." panggilnya pelan. Sembari menatap wajah cantiknya. Gadis itu menoleh padanya.

"Kancingkan cardiganmu." titah Aksa tanpa ada nada marah. Sempat terdiam beberapa detik sebelum Naura menyadarinya. Lantas membalikkan badannya mengancingkan cardigan crop top-nya.

Selama perjalanan pulang tak sengaja Aksa melewati jalanan arah sekolah gadis itu. Menyadari sesuatu, Naura meminta Aksa untuk belok ke sekolahnya.

"Ayolah, aku ingin jajan!" sedikit heboh ditempat duduknya.

"Di tempat lain ada yang lebih higienis." tolak Aksa halus.

"Aku mau beli disana." Keukeh Naura. Sampai akhirnya Aksa menuruti keinginannya. Ia tersenyum senang. Tepat sekali jam menunjukkan pukul 13. 40, lima menit lagi bel pulang sekolah akan berbunyi. Untuk itu Naura akan berada di sana lebih dulu.

MY SAVAGE BOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang