NEW VERSION
Romance - teenfiction
Kegilaan dan kekuasaan yang Aksa miliki untuk mendapat gadis kecil yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya.
Mulai: 20 September 2022
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~ This is Naura ~
Pagi sudah menyapa, satu jam lalu Naura masih bergelung nyaman. Kini gadis itu sudah terlihat lebih segar. "Bunga siapa itu?" tanya Naura berjalan mendekat padanya.
Nina tersadar niat awalnya ingin memberikan bunga pemberian dari Aksa untuk Naura. "Ah, ini bunga dari Tuan muda untuk Nona."
Butuh beberapa detik Naura terdiam sebelum tangannya meraih sebucket bunga mawar. Naura sadar sudah dua hari semenjak kejadian itu Aksa belum menunjukkan batang hidungnya.
~Jangan membenciku. Aku minta maaf, untuk kemarin~
"Mari sarapan dulu, Nona. Tuan muda sudah berangkat pagi sekali jadi tidak bisa sarapan bersama." ujar Nina tersenyum lebar.
Naura meletakan bunga itu pada meja rias. "Sepagi itu?" Nina berdehem.
Setelah menyelesaikan sarapannya. Kini Naura sudah duduk manis di taman belakang. "Nona sedang memikirkan apa?"
Perasannya ragu untuk bercerita pada Nina. Tetapi hatinya terasa janggal. Naura berdehem,"Nina, menurutmu persahabatan antara laki-laki dan perempuan mustahil tanpa ada perasaan?"
"Menurutku mustahil. Bahkan sangat. Pasti salah satu diantara keduanya ada yang memiliki perasaan lebih dari teman. Hanya saja mungkin sebagian memilih disimpan sendiri, sebab banyak sekali yang takut mengakuinya dan berdampak buruk ke pertemanan itu." jelas Nina.
"Aku dan Aksa dulu teman kecil." akhirnya Naura mengatakannya. Gadis itu menunduk sendu.
Nina merasa Naura tidak baik-baik saja. "Aku siap mendengarnya, jika Nona mau."
Pandangan mereka beradu. "Aku--aku melukai perasaan Aksa. Tapi niatku supaya dia mengerti kalau aku hanya menganggapnya sebagai kakak, bukan lebih."
Naura menoleh,"Bukankah cinta tidak bisa di paksa?"
Semula Nina diam, ia mengangkat satu tangannya guna mengusap tangan Naura yang hangat. "Cinta bisa tumbuh melalui apa saja. Kadang, seringnya perhatian, kasih sayang, atau bahkan hanya dari sekedar rasa empati bisa membuat kita tumbuh memiliki perasaan cinta."