MY SAVAGE BOY - 6

792 46 3
                                        

Naura mencari sumber suara itu berasal. Seseorang dengan penampilan seperti Aksa dengan pakaian formal. Bedanya ada earphone di telinga kirinya, Aksa tidak menggunakannya. Berinisiatif, gadis itu bangkit dari duduknya dan hendak menghampiri pria itu.

"Nyonya, mau kemana?" suara Nina mengejutkan Naura.

"Tadi aku lihat ada pria masuk ke ruang kerja, pakaiannya formal terus naik ke atas. Aku ingin menghampirinya," jelas Naura padanya.

Nina berjalan mendekati Naura dan meletakan jus di meja sofa. "Oh, dia sekretarisnya Tuan, namanya Radit."

Naura mengangguk mengerti. "Apa jika aku meminta bantuannya dia akan menolongku?" Batinnya berpikir.

Tak lama suara tapakan sepatu pantofel membuat atensi keduanya teralih. Nina menunduk, sedangkan Radit menghentikan jalannya dan menunduk pada Naura dengan memberi sapaan. "Pagi Nyonya,"

"Ah, Pagi." ucapnya tersenyum ragu. Naura menatap Radit dari atas sampai bawah. Hal itu Nina saksikan.

"Apa yang kamu bawa?" tanya Naura melihat sebuah map biru di tangan kanannya. Radit meliriknya,"berkas Tuan muda tertinggal, saya diminta untuk mengambilnya."

Naura mengangguk pelan. Dilihat-lihat sekretaris Aksa memiliki wajah manis, dan baik.

Dengan tak tahan Nina menyenggol bahu Nyonya-nya sebab gadis itu merasa takut sendiri melihat Naura terus menatap sekertaris Tuan mudanya. Ia jadi takut kalau Naura menyukainya, bisa bisa Tuan muda semakin gila.

"Ish, kenapa?" sungut Naura.

"Ehem, saya permisi pamit. Tuan muda sudah menunggu!" jelas Radit menyadari hal aneh.

"Ah, iya-iya."

Radit menghilang dari pandangan, Naura langsung menatap tanya Nina. "Ada apa?"

"Maaf Nyonya, tapi tatapan Nyonya ke Pak Radit sangat mencurigakan!" ucapnya memanyunkan bibirnya.

"Apa salahnya?"

"Salah Nyonya, salah!" tegas Nina spontan. Hati Naura menjadi kesal dengan nada Nina. Gadis itu menekuk wajahnya duduk kembali seperti semula.

Nina menepuk kepalanya sekarang, ia salah bicara. "Maaf Nyonya, bukan maksud saya berbicara keras seperti itu. Saya cuma, saya cuma tidak mau hal buruk terjadi!"

"Hal buruk apa?"

Nina berdiri di sebelah Naura yang duduk menekuk wajahnya." Tuan muda itu sangat kejam, posesif, kasar, sebaiknya jangan membuat Tuan muda emosi."

"Untuk opsi ketiganya aku setuju, dia kejam, posesif, kasar--- tapi dia tidak berbuat kasar denganku." ucapnya melirih setelah teringat selama ini perlakuannya padanya baik.

"Karena Tuan muda mencintai Nyonya!" kata Nina. Naura tidak tahu saja Aksa sangat menyeramkan ketika marah. Salah satu pekerja disini pernah di hajar.

***

Sudah 5 buah pear habis dimakannya, tetapi otaknya belum juga memunculkan ide brilian. Gadis itu menghela nafas kesal.

"Ehhhh, Nyonya hentikan! Apa yang Nyonya lakukan?!" seru Oka menghentikan Naura yang memukul kepalanya sendiri.

"Aku hanya mencari ide saja," ucapnya.

MY SAVAGE BOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang