NEW VERSION
Romance - teenfiction
Kegilaan dan kekuasaan yang Aksa miliki untuk mendapat gadis kecil yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya.
Mulai: 20 September 2022
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Huh!
Pukul 3 sore, Naura menghela nafasnya. Sudah sejak pagi pintu belum juga di buka. Naura sangat bosan.
Ia merotasikan matanya mencari sesuatu yang dapat membantunya kabur dari mansion ini. Ia hampiri jendela di sebelah sofa singlenya.
"Haaa?!" pekiknya terkejut. Melihat jendela yang langsung memperlihatkan betapa tingginya ia sekarang.
"Bagaimana bisa caranya aku turun?" gumamnya berpikir. Ia kembali menutup jendela, tidak mungkin ia melompat itu pasti akan sangat berbahaya. Ia tidak ingin terluka.
"Aihhh.... Aku harus bagaimana?" frustasinya menggigit kukunya. Sembari menatap pintu itu kembali.
Ceklek
"Hah! Kalian mengagetkanku saja!" kata Naura menatap kesal pada dua maid sebelumnya.
"Maaf, Nyonya. Kami hanya berniat mengajak nyonya keliling mansion. Supaya tidak merasa bosan." ucap maid memiliki senyum cantik namanya Oka.
"Benar?"
"Iya, tuan muda sendiri yang menyuruh kami!" timpal maid bertubuh tinggi dia Nina.
"Ayo-ayo!" seru Naura menarik tangan kedua maid tersebut.
Benar benar menakjubkan, mansion ini sangat mewah. "Eeehh! Ke--kenapa ada banyak foto ku di sana?!" tunjuknya pada setiap ruangan.
Naura bergidik ngeri,"Itu perintah tuan muda."
Naura melotot mendengarnya. "Pedofil!"
Sudah 15 menit ia berkeliling mansion tapi ia belum menemukan sesuatu atau paling tidak jalan untuk dirinya bisa keluar dari sini. Sejak tadi pikirannya kemana mana tidak fokus dengan apa yang dua maid muda itu sampaikan padanya.
Ting
Ia teringat sesuatu,"Tunggu!" Serunya menghentikan langkah Nina dan Oka yang berjalan didepannya.
"Ada apa? Nyonyaa haus?" tanya Nina bertubuh tinggi. Gadis itu juga sopan.
Naura berdehem pelan,"Tiba tiba aku ingin melukis. Aku suka melukis, apa kalian bisa memberikanku alat lukis?" tanyanya.
Nina menatap Oka, tampaknya mereka sedang saling berbicara melalui pandangannya. Itu hanya pikiran Naura saja, mana bisa berbicara lewat tatapan. Gadis itu merutuki dirinya sendiri ketika berpikiran seperti itu.
"Kami tidak tahu apakah Tuan memiliki alat melukis itu, sebab Tuan muda itu dingin!" jelas Nina lalu terkejut dengan ucapannya sendiri. Oka memberinya peringatan.
"Em, maksud Nina itu Tuan muda sibuk bekerja. Jadi kami rasa Tuan muda tidak menyimpan barang seperti itu." ucap Oka membenarkan ucapan Nina.