Eps. 17 - Jonathan Chang

158 38 13
                                        




Jangan-jangan Baron sudah tahu kalau gue yang ngadu ke Pak Baskoro...

Kiev tetap bergeming meski Baron terus menatapnya dengan tatapan penuh ancaman. Cowok itu berusaha untuk tidak terlihat takut pada perisak yang beberapa waktu lalu membuat JS babak belur itu.

"Minggir lo!" seru Baron tiba-tiba.

"Ha?" Kiev terkesiap.

"Minggir, lo ngalangin jalan gue!" sentak Baron lagi. Mata cowok itu membelalak.

"Oh..." Kiev pun mundur selangkah.

Dari belakang Baron muncul Nando dan Eki. Dua cowok itu juga turut memelototi Kiev seperti yang dilakukan oleh pemimpinnya. Kemudian mereka mengikuti Baron yang melengos pergi begitu saja dari hadapan Kiev setelah Kiev memberi jalan.

Kiev mengelus dadanya sambil mengembuskan napas lega. Cowok itu sedikit gemetar karena ketakutan, menyangka bahwa Baron sudah mengetahui tentang hal yang dia adukan ke Baskoro semalam.

"Kiev ngapain di sini?"

Lagi-lagi Kiev hampir melonjak karena terkejut. Cowok itu sampai mengerang tertahan saking kagetnya. "Pak Baskoro!" sebutnya.

"Kenapa? Ngapain di sini, sana balik ke kelas. Kamu nggak dengar suara bel?" perintah Baskoro.

"Iya, Pak," ucap Kiev.

Baskoro pun melewati Kiev dengan menggerutu. Sebelum pria itu semakin menjauh, Kiev memberanikan diri untuk mengejar dan menahan langkah gurunya itu.

"Pak, Pak Baskoro!" panggil Kiev.

Pria berkumis tebal dengan tubuh sedikit tambun itu menoleh tanpa menghentikan langkahnya.

"Saya mau tanya tentang insiden kemarin," ucap Kiev yang akhirnya bisa menyejajari langkah Baskoro.

"Pemeriksaannya belum selesai," jawab Baskoro singkat.

"Belum selesai bagaimana, Pak? Baron gimana Pak? Apa tidak ada bukti CCTV kalau mereka juga ada di sana sebelum saya?"

Baskoro akhirnya menghentikan langkahnya dengan gusar karena Kiev terus memberondong pertanyaan. Pria itu tampak kesal. "Jangan banyak bertanya! Tunggu saja sampai giliranmu dan teman-temanmu dipanggil oleh pihak sekolah!"

Kiev pun terdiam sesaat. Sebelum gurunya itu kembali pergi, cowok itu menanyakan satu pertanyaan lagi. "Keadaan Pak Nathan bagaimana, Pak?"

"Pak Nathan sudah ditangani dengan baik. Hanya saja saat ini belum sadarkan diri," jawab Baskoro.

Kiev merasakan ada sedikit sesak di dadanya ketika mendengar Jonathan belum sadarkan diri. Cowok itu tak habis pikir dengan apa yang menimpa guru pembina yang menjadi panutannya itu. Apa yang sebenarnya terjadi hingga ada yang tega melakukan itu pada Jonathan, guru yang selama ini Kiev anggap tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh dan selalu baik pada siapapun itu.

***

"Pak Jonathan belum sadar, menurut kalian apa kita perlu jenguk beliau ke rumah sakit?" ujar Kiev.

Setelah jam pelajaran sekolah berakhir, Kiev mengajak JS, Dinka, Ale, dan Rissa berkumpul di basecamp Levinema. Untungnya sedang tidak ada anggota lain yang berada di sana. Kiev pun mengunci pintu basecamp dari dalam agar anak-anak klub yang hendak mampir mengira bahsa basecamp sedang tutup.

"Kalau gue nggak salah, keluarga beliau ada di Surabaya. Jadi beliau sendirian di sini. Gue nggak yakin pihak sekolah udah ngabarin keluarga Pak Nathan," tukas Dinka.

SPOILERWhere stories live. Discover now