Eps. 27 - Jonathan's Box

302 38 22
                                        

Ting!

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ting!

Bunyi notifikasi muncul bersamaan di ponsel JS dan Rissa. Keduanya refleks langsung mengambil ponsel dari saku seragam masing-masing.

"Ya ampun Kiev, kirain apaan! Kaget gue!" seru Rissa sambil menghentakkan kakinya ke lantai koridor. "Gue kira ada yang penting."

Sementara itu JS hanya berdecak sebal dan memasukkan kembali ponselnya ke saku seragam. Cowok itu sudah terbiasa dengan tingkah sahabatnya yang super random dan selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, seperti nama untuk geng mereka. Padahal yang lain tidak terlalu peduli kelompok mereka ini perlu diberi nama atau tidak.

"Tapi... not bad-lah! J4J, keren juga," komentar Rissa lagi.

Rissa dan JS kini tengah berada di depan ruang Kepala Sekolah untuk menunggu Hendra, Wakil Kepala Sekolah. Mereka berpura-pura ingin mengajukan sebuah proposal untuk kegiatan Festival Levinema. Rissa bertugas untuk mengajak bicara Hendra dan mengalihkan perhatian pria itu, sedangkan JS bertugas untuk memperhatikan ke sekeliling ruangan dan mencari tahu letak kotak barang-barang milik Jonathan yang mereka incar.

Dua siswa itu sudah menunggu selama lima belas menit, tetapi Hendra belum juga mempersilakan mereka berdua masuk. Kata Luluk, pegawai Tata Usaha yang mengantar mereka untuk menemui Hendra, pria yang kini mengambil alih posisi sementara Kepala SMA LV yang bermasalah itu sedang menerima panggilan penting dari yayasan.

"Keburu bel masuk, kita nggak jadi dapat info apa-apa nih, Je," rengek Rissa sambil mendekap proposal fiktif buatannya di dada.

"Sabar," jawab JS singkat.

Rissa pun hanya bisa menggerutu pelan karena partner penyelidikannya kini teramat pasif dan irit berbicara. JS hanya peduli pada satu hal, yaitu gim. Mata cowok itu terlihat hidup dan berbinar-binar jika sedang memainkan gim di ponselnya jika sedang luang. Selain itu, ekspresi wajah JS yang datar dan sorot matanya yang teduh itu terlihat kosong. Sangat kontras dengan sahabatnya, Kiev, yang selalu bersemangat dan menggebu-gebu.

Rissa mendesah panjang untuk mengeluarkan rasa bosannya karena terlalu lama menunggu. Rupanya, itu menarik perhatian JS.

"Balik yuk," ajak JS.

Rissa melirik, cowok itu tampak tidak sabar.

"Jangan dulu dong. Masa kita nggak dapat apa-apa. Ingat ya, Je tugas lo nanti," tukas Rissa memperingatkan JS.

JS melengos sambil melempar pandangan ke tempat lain.

Rissa baru saja ingin menegur JS yang terlihat keberatan itu tetapi tiba-tiba dari dalam ruangan terdengar suara Hendra memanggil. "Silakan masuk, anak-anak!"

Rissa dan JS saling bertatapan sebelum akhirnya perlahan-lahan masuk ke ruangan itu.

Hendra yang rambutnya sudah memutih sebagian itu mengernyit ketika melihat siapa yang baru saja masuk ke ruangannya.

SPOILERWhere stories live. Discover now