KIEV tiba-tiba bisa melihat spoiler kejadian yang akan datang lewat proyektor tua milik kakeknya yang dia bawa ke pameran Klub Film sekolah. Awalnya menyenangkan, sampai akhirnya Kiev melihat spoiler kematian Jonathan, guru pembina Klub Film Levinem...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dinka memutar bola matanya sambil mendesah panjang. Cewek itu lelah menghadapi kelakuan Kiev di grup obrolan baru yang dibentuk khusus untuk mereka berlima dalam misi menginvestigasi kasus Jonathan. Sejak tadi cowok itu sibuk mengubah-ubah nama grup itu dengan nama-nama yang menurut Dinka malah terdengar norak.
Perhatian Dinka teralihkan pada sebuah panggilan masuk. Cewek itu langsung tersenyum ketika melihat nama yang berkedip-kedip di layarnya. Ale.
"Ciyeee yang udah satu geng sama Kiev. Kayaknya dia lagi seneng karena akhirnya bisa damai sama lo," ucap Ale di seberang begitu Dinka mengangkat panggilan teleponnya.
"Lo nelpon cuma buat ngeledek gue?" semprot Dinka diakhiri dengan decakan sebal.
Tawa Ale yang renyah terdengar. "Bukan ngeledek. Emang kenyataannya gitu. Jangan galak-galak lagi lah sama Kiev makanya."
"Gue nggak bermaksud galak. Tapi tingkahnya tuh ada aja. Ngapain coba pakai bikin nama geng segala. Norak banget. Bikin kepala gue mau meledak, Le," tukas Dinka. Lagi-lagi Ale hanya tertawa mendengar keluhan Dinka tentang Kiev yang selalu mengganggunya itu.
"Oh, iya. Gue penasaran soal ini, Din. Kenapa tadi lo nggak cerita sekalian ke mereka soal firasat lo?" Ale membahas kejadian di basecamp Levinema sepulang sekolah tadi. "Jujur gue juga kaget pas Kiev cerita. Kok bisa apa yang kalian lihat, sama persis gitu."
Dinka diam sejenak. Cewek itu kemudian bergerak untuk mencari posisi duduk yang lebih nyaman sebelum menjawab pertanyaan Ale.
Siang tadi di basecamp Levinema, Dinka terkejut ketika mendengar bahwa spoiler yang dilihat Kiev sama persis dengan firasat yang datang padanya beberapa waktu lalu yang pernah dibahasnya dengan Ale.
Kiev sempat bertanya ketika Dinka memberi respons seperti itu. "Apa yang nggak mungkin?" tanya Kiev tadi.
Namun Dinka tidak memberi jawaban pasti. Cewek itu belum siap untuk mengakui pada teman-temannya selain Ale bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk merasakan firasat yang bisa muncul sewaktu-waktu di kepalanya. Itu juga yang menjadi alasan Dinka mempercayai Kiev dan tidak menganggap konyol ketika cowok itu bercerita bahwa dia bisa melihat masa depan melalui spoiler dari proyektor antik itu.
Hal-hal semacam itu memang konyol. Namun, Dinka sama sekali tidak menganggap itu sebuah kekonyolan, karena dirinya juga mengalami hal tersebut meski dengan cara yang berbeda. Dan hingga kini Dinka sendiri masih belum bisa menjelaskan bagaimana firasat dan penglihatan itu bisa muncul. Namun, bagaimanapun juga cewek itu masih beradaptasi berada di kelompok barunya itu.
"Bukan nggak mau ngasih tahu, tapi gue belum sedekat itu sama mereka. Gue belum siap. Tapi... satu yang pasti, Le. Gue harus terima kasih sama Kiev karena udah ngasih tahu kita soal spoiler itu. Gue jadi ngerasa, ternyata gue nggak sendirian. Ternyata apa yang gue lihat di kepala gue, bukan cuma firasat random yang nggak jelas," jelas Dinka.