🐍 The Pray - Episode 4

768 99 2
                                    

Minho berusaha keras untuk melepaskan diri dari sana. Karena kabur tadi membuatnya diikat di dalam kamar itu.

"Rasakan itu" kata Chan sambil menatap pria itu sambil menggerakan ujung ekornya.

"Tuan Chan tolong lepaskan saya" kata Minho dengan nada memelas. Dia terlihat menatap wajah Chan dengan sangat polos dan lugu.

"Rubah itu selalu licik, saat aku lepaskan kau pasti akan lari" kata Chan sambil tersenyum miring. Minho menghela napas dan duduk di bawah kasur. Dia benar-benar sangat putus asa sampai ekornya pun kini ikut lepek.

"Aku tidak mau jadi makanan mu" kata Minho kemudian.

"Terserah kau, kau pokoknya adalah mangsa ku selanjutnya" kata Chan sambil membersihkan kukunya. Minho menatapnya dengan kesal saat itu.

"Tuan Chan...." panggil Minho dengan lembut, Chan menoleh dan menatap pria itu.

"Kenapa lagi?" Tanya pria itu.

"Tolong lepaskan aku ya, aku janji tidak akan kabur lagi" kata Minho dengan mata memelas. Chan benar-benar terkejut melihatnya.

"Jangan menggoda ku" kata Chan langsung bangun.

"Aku janji tidak akan kabur dan akan makan dengan banyak" kata Minho sambil tersenyum. Pria Bang itu menghela napas dan akhirnya melepaskan mahkluk manis itu.

Minho benar-benar makan dengan banyak saat itu, dia makan semua yang pelayan berikan padanya.

"Kau itu sebenarnya apa? Kenapa rumah mu sangat besar?" Tanya Minho lagi pada pria yang tengah membaca buku itu.

"Kenapa kau sangat ingin tahu?" Tanyanya. Minho menggeleng sambil memegang dagunya.

"Soalnya semua orang nampak memperlakukan mu seperti bukan orang biasa" katanya. Chan lalu menatap Minho sejenak kemudian dia kembali menatap ke arah bukunya.

"Apa kau tidak susah bergerak dengan ekor itu?" Tanya Minho lagi saat melihat ekor hitam legam itu.

"Kenapa kau sangat cerewet ah?" Gumam Chan. Minho bukannya takut dia malah terkekeh pelan.

Pria manis itu berjalan ke arah Chan dan duduk di sampingnya.

"Lalu bagaimana caranya kau akan kawin?" Tiba-tiba telinga Chan memerah mendengar bisikan itu. Apalagi ekor Minho nampak mengusap punggungnya.

"Aiss kau, dasar otak mesum" kata Chan langsung mendorongnya pergi. Minho langsung tertawa terbahak-bahak saat itu juga. Dia berhasil mempermainkan Chan.

"Awas kau ya, lihat saja besok aku akan membuat mu jadi sup di dapur" kata Chan sambil pergi membawa bukunya.




***



Minho berusaha keras untuk keluar dari jendela itu. Dia sengaja merubah wujudnya menjadi rubah putih yang kecil agar lebih cepat dan mudah.

"Hampir sampai" kata Minho saat dia sudah ada di atap. Dengan cepat dia melompat ke atas atap mansion itu dan melihat ke sekeliling.

"Kira-kira di mana rumah ku ya?" Gumamnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
THE PRAY [BANGINHO] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang