Dua puluh satu

24 4 3
                                        

Happy reading 🍑

Pagi yang cerah di SMA Garuda Bangsa tengah melaksanakan upacara dimana inti Lioners sudah kembali utuh.

Jocelyn dan Adara pun tampak sudah sembuh karena sudah seminggu mereka bersekolah. Mereka sudah melupakan kejadian kejadian yang menimpa mereka waktu itu.

Upacara pun tengah dilaksanakan dengan anggota osis yang berjaga di belakang. Beserta anak anak yang terlambat.
Sudah tau kan siapa yang terlambat itu?.

" Heh panas woy ". Keluh Faro.

" Lagian napa telat " ketus Elma.

" Lepasin lah napa, galak benerr ". Sewot Argi.

" Kalau mau di lepas tunggu upacaranya selesai lah ". Ucap Damara.

" Lama bangsat ". Keluh Zaidan.

" Udah udah brisik lo ganggu upacara aja ". Kesal Jocelyn dari depan mereka.

" Lyn lepasin dong panas  ". Keluh Bintang.

" Waw sang ketua Brainer tampak kelelahan ". Ucap Jocelyn berpura pura tak percaya.

" Panas nih kapan selesainya  ?". Tanya Eklan sudah tak tahan.

" Mana perut gue laper lagi ". Ketus Rayan.

" Sama Ray ". Bisik Eklan.

" Napa lo berdua bisik bisik ?". Tanya Bintang berbisik.

" Lapar bos ". Bisik Rayan.

" Heh ngapain bisik bisik ". Tegas Jocelyn.

" Kepo lu ". Sewot Rayan.

" Bocah tengil ". Sewot Jocelyn.

20 menit berlalu upacara pun selesai semua siswa dan siswi SMA Garuda Bangsa pergi ke kelasnya masing masing.

Sedangkan Brainer masih di hukum oleh guru BK . Tak ada kapok kapoknya tu Brainer di hukum karena kesiangan.

" Kalian semua ke kelas biar ibu yang hukum mereka ". Ucap Bu Sri kesal kepada Brainer.

" Iya bu ". Seru semuanya.

" Bu atuh wet ku ibu ihh ". Rengek Faro.

" Diem ". Tegas Bu Sri hingga semuanya diam.

Di sisi lain Lioners tengah berbincang bincang di kelas. Guru pun hanya memberikan tugas kepada  mereka karena gurunya harus mengikuti jalan santai di alun alun dengan guru guru dari sekolah lain.

Tak seperti inti Lioners yang lain Zara tengah menatap kedepan dengan tatapan bersalah. Dirinya ingin menceritakan semuanya tetapi takut menambah masalah.

" Zar kenapa diem aja?". Tanya Adara yang sedang berhadapan dengan dirinya.

Zara hanya menggeleng pelan. Terlalu takut untuk berbicara jujur. Tetapi jika tidak jujur masalahnya tidak akan selesai.

" Beberapa hari ini lo aneh Zar ". Ucap Damara mengawali topik pembicaraan.

" Aneh kenapa ?". Zara dengan tatapan bingung.

BRAINER AND LIONERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang