.. Ngobrol Bareng

3.3K 324 7
                                        

"Sorry, temen gue emang rada mesum"

Jeno yang baru saja menenangkan fikirannya berbalik melihat pemuda berkulit tan tersebut berjalan ke arahnya masih dengan wajah seriusnya.

"Gapapa, gue cuma kaget aja" geleng Jeno maklum. Dia sedikit linglung, dengan di lihat pada yang terjadi tadi, dapat dia simpulkan Haechan dan yang lainnya sudah pasti orang orang yang lurus. Apakah dirinya cabang yang bengkok ini dapat berteman dengan mereka? Diam diam dia melirik Haechan yang masih diam di tempatnya.

Bagaimanapun seorang yang menyimpang seperti dirinya pasti selalu merasa rendah diri, dia tak takut di hujat oleh banyak orang, dia hanya takut di hujat oleh orang yang dekat dengannya apalagi jika sampai di hujat oleh temen temen Haechan bahkan Haechan sendiri. Sudah di pastikan dia akan malu. Jeno merasa cemas, harusnya dia tak ke sini sejak awal.

"Kenapa?" Dapat Haechan lihat bahwa Jeno sepertinya sedang tenggelam dalam fikirannya sendiri.

"Ah, gapapa" geleng Jeno cepat. Karna nasi sudah menjadi bubur, biarlah.

"Udah di matiin, lo mau masuk atau di luar aja?"

"Ha?" Apakah yang Haechan maksud film nya?

"Iya, Film nya udah di matiin. Ayo masuk" angguk Haechan yang tau isi fikirannya.

"Ah gitu, oke" angguk Jeno mengikuti.

"Yo! Sorry Jen, kita gatau lo polos begitu" ucap Hyunjin ketika melihat keduanya kembali.

"Um, gapapa" Jeno tersenyum tipis, dia jadi takut berada di sini. Bukankah ini berarti mereka dominan semua? Sedangkan dirinya sebagai sub walau tau mereka lurus tetap saja menggigil, apalagi kata Haechan mereka sedikit mesum.

"Selow Jen, kita gak nonton itu lagi kok sini duduk, kita ngobrol aja" Yoshi merangkul bahu Jeno, mengajaknya untuk kembali duduk. Mau tak mau Jeno hanya dapat menurut. Selain Soobin, tak ada yang pernah merangkul bahunya seperti ini hingga membuatnya sedikit kaku.

Haechan melirik Jeno sekilas lalu kembali duduk. Akhirnya mereka hanya mengobrol tentang kehidupan sehari hari dan ini itu. Dari obrolan Jeno jadi tau bahwa Ketiganya ternyata sekelas dengan Haechan. Mereka sering bersantai di sini untuk menghilangkan bosan di rumah. Sedangkan untuk film biru itu, Hyunjin lah yang membawanya dan yang lain tak terlalu perduli.

Ketiganya ternyata sudah memiliki pacar masing masing kecuali Renjun. Bahkan Haechan yang berwajah serius pun sudah memiliki kekasih yang membuat Jeno kaget. Hari ini karna tak ada janji dengan pacar masing masing jadi mereka memilih untuk berkumpul bersama. Dan pacar mereka masih satu sekolah bahkna ada yang satu kelas!

"Gue sempat berantem sama Kia anjir gara gara Pr!" Keluh Hyunjin menghela nafas panjang.

"Makanya lo pinteran dikit" celetuk Yoshi melirik Hyunjin dengan jijik.

"Lo enak si Mio bucin banget ke lo, mana tiap hari pamer pacarnya kek makhluk fantasi bah! Muka kucel begitu di bilang kek makhluk fantasi, ya bener sih mungkin, fantasi menyeramkan" cibir Hyunjin. Pasalnya walaupun dirinya dan Kia saling bucin tapi pacarnya itu selalu memintanya untuk menjadi rajin.

"Tiru Haechan sama Jaemin noh adem ayem" sela Renjun santai. Jeno yang mendengarnya langsung kaku, apa? Jaemin pacarnya Haechan? Sejak kapan? Apakah dia terlalu acuh di rumah hingga tak tau hal ini sama sekali?

"Gay mah beda!" Yoshi dan Hyunjin berucap secara bersamaan.

"Bang Mark kemaren kayanya nembak lo Ren? Lo terima?" Hyunjin menatap Renjun, begitupun yang lain. Renjun terlihat kaku sejenak, dia terbatuk pelan untuk menyembunyikan rasa malunya.

"Yah... Gue tolak, gue walaupun Gay tetep Dominan" ucapnya pelan.

"Anjir! Lo gay juga!" Seru Hyunjin shok. Sedangkan Jeno yang mendengarkan merasa telinganya berdengung, mengapa dunia sangat sempit?

"Lo sendiri gimana Jen?" Yoshi beralih menatap Jeno yang lain pun menatapnya dengan penasaran membuat Jeno sedikit tak nyaman.

"Gue belum punya pacar" gelengnya. Dia masih single, masih seorang diri, sendirian di dunia ini.

"Temen deket gitu?" Hyunjin ikut bertanya. Jeno berfikir sejenak, sahabatnya hanya Soobin.

"Itu ada satu" kali ini Jeno mengangguk.

"Wah, bisa jadi dia suka sama lo, coba tanya aja biar ntar lo dapat pacar" Hyunjin menaik turunkan alisnya dengan menggoda. Dia tak tau teman Jeno perempuan atau laki laki, tapi dia juga tak tau seksualitas Jeno bisa jadi dia seperti temannya Renjun dan Haechan kan?

Jeno tertegun, dia dan Soobin sudah berteman sejak SMP, dia tak tau mengapa Soobin yang awalnya ingin pergi ke SMA 2 bersama Kakaknya berubah menjadi SMA 1 bersama nya. Dia mencoba mengingat ingat sifat Soobin.

'Lo kenapa gak bawa jaket? Dingin nih'

'Jen, sini makan, lo belum makan kan?'

'Lo kemarin kemana? Gue sampe khawatir anjir gara gara lo gak bilang kenapa gak masuk Sekolah!'

Walau kata katanya terkesan seperti teman biasa, tapi tatapan mata Soobin padanya entah hanya ilusinya atau memang sedikit berbeda. Awalnya tak ada yang mengingatkan hingga kini ketika diingatkan dia sedikit demi sedikit merasa tingkah Soobin sedikit aneh.

"Hayo, mikirin apaan?" Kejut Renjun menepuk bahunya membuat Jeno tersentak kaget, melihat keempatnya tengah menatapnya, dia bersemu malu, bisa bisanya dia memikirkan Pria tiang itu.

"Maaf" ucapnya canggung.

"Hahaha! Muka lo merah!" Tawa Hyunjin menggema membuat Jeno semakin malu.

"Jangan di godain woi!" Seru Yoshi memukul kepala Hyunjin, sosok yang di pukul langsung melirik tajam Yoshi.

"Hahaha gapapa" tawa pelan Jeno membuat matanya sedikit melengkung. Membuat suasana tiba tiba hening.

"Eh?" Jeno berkedip bingung, mengapa menatapnya? Apakah dia mengatakan hal yang salah? Fikirnya ragu.

"Gila, lo kalo senyum manis juga ternyata Jen!" Hyunjin pertama kali berseru cukup keras menepuk pahanya.

"Bener, coba lo senyum depan cewek, beh di jamin jadi pangeran impian!" Timpal Yoshi mengangguk setuju.

"Menurut gue lo cocok jadi sub sih Jen kalo gay" Renjun ikut menimpali.

"Yah, manis" angguk Haechan diam diam menatap Jeno sedikit lebih dalam.

Jeno yang tiba tiba mendapat pujian mau tak mau wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

"Thanks!" Ucapnya cepat mengalihkan pandangannya untuk menghilangkan rasa malunya.

"Pffttt lo pemalu banget dah"  mereka tertawa melihat penampilan malu Jeno dengan senang hati. Jeno yang di tertawakan semakin malu!































Youttt

Yah, Haechan udah ada yang punya ternyata🥺🖕

See u~

Circle Of Destiny ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang