"Katakan berapa hargamu, dan aku akan membayarnya"
–
'Aku harus memiliki perempuan ini.' Jihyo memutuskan dalam hati.
'Aku harus memilikinya segera.'
Tuhan tahu dia sudah berusaha menyelamatkan perempuan ini. Tetapi entah kenapa perempuan satu ini memiliki tekad yang kuat untuk mencelakainya, hingga lupa bahwa dia sudah menantang orang paling berbahaya.
Mata Jihyo melirik gelas yang diletakkan Irene di mejanya, dia tahu kalau dia diracuni. Irene terlalu tidak berpengalaman dalam usaha pertamanya membunuh orang.
Tangannya gemetaran dan matanya gugup, berkali-kali melirik ke gelas minuman itu. Dan juga nama palsu yang menggelikan itu. Irene bahkan tidak menyadari bahwa penyamarannya sudah terbongkar dari awal.
Sebenarnya tadi Jihyo memutuskan untuk menertawakan Irene diam-diam, dengan pura-pura akan meminum minuman beracun itu.
Tapi bibir tipis itu, ranum itu, dan penampilan Irene yang luar biasa seksi memunculkan sisi iblis dalam dirinya, sisi Iblis yang kehausan.
Mungkin sudah waktunya perempuan yang satu ini menerima pelajaran atas kenekatannya.
–
Irene tertegun marah mendengar pelecehan Jihyo atas dirinya. Berapa harganya? Hah! Dia pikir dia raja yang bisa membeli apa saja yang dia mau?
Wanita iblis ini harus diajari, bahwa meskipun banyak perempuan yang bertekuk lutut di kakinya dan memohon-mohon untuk dimilikinya, ada perempuan yang tidak sudi disentuh olehnya. Dengan marah Irene mendongakkan dagunya menantang Jihyo,
"Saya lebih memilih mati daripada menjual diri kepada Anda." Gumamnya kasar.
Suara di seluruh klub itu langsung dipenuhi dengungan gelisah menanti reaksi Jihyo. Tidak disangka-sangka Jihyo tersenyum. Lalu melirik ke arah bodyguardnya,
"Tidak ada sesuatupun yang bisa menolak kalau aku ingin memilikinya." Gumamnya datar dan memberikan isyarat tangannya kepada para bodyguardnya.
Semuanya berlangsung cepat, Irene tidak sempat lari ataupun panik, karena tiba-tiba bodyguard Jihyo yang berbadan paling besar, merenggutnya kasar, mengangkatnya, lalu membantingnya di pundaknya seperti sekarung beras.
Sekejap dipenuhi rasa pusing karena posisi kepalanya dibalik mendadak, Irene tersadar bahwa dia sudah diangkat keluar dari klub itu.
Sekuat tenaga Irene mencoba memberontak. Tangannya memukul-mukul punggung bodyguard itu dan kakinya menendang-nendang keras sambil berteriak-teriak menahan marah dan frustasi.
Tetapi tubuh bodyguard itu sekeras batu, tidak bereaksi atas pemberontakan Irene yang tubuhnya sepuluh kali lebih kecil dari nya.
Percuma meminta tolong, karena Irene yakin tidak akan ada yang berani menolongnya. Semua pengunjung klub yang pengecut itu hanya menatap kejadian di depan mereka dengan muka bodohnya.
Sang pemilik klub masih memandang takjub Jihyo yang melenggang dengan santai meninggalkan ruangan dengan Irene yang meronta-ronta dan menjerit-jerit dalam gendongan bodyguardnya.
–
Sesampainya di tempat parkir Irene diturunkan. Sedetik setelah dia diturunkan, Irene berlari sekuat tenaga berusaha menjauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED OF DEVIL PARK
Fanfiction"Aku mau dia" "Berapa harga mu" "Saya lebih memilih mati daripada menjual diri kepada Anda" "Tidak ada sesuatu pun yang bisa menolak kalau aku ingin memilikinya," Jihyo g!p
