"Wonwoo!" Mingyu berlari dari tempat Vernon memarkirkan mobilnya menuju ujung pantai yang dikatakan Jihoon. Ia terus berteriak meskipun dalam hati ia tahu jika Wonwoo tidak akan menjawabnya.
Soonyoung ikut mencari meskipun tak ikut berteriak seperti Mingyu. Ia berjalan cepat dan langkahnya begitu lebar. Meninggalkan Jihoon yang menyerah untuk menyamakan langkah dan berakhir ia mencari ke bibir pantai yang kini sudah dipenuhi air pasang.
Vernon adalah satu-satunya orang yang ikut berteriak memanggil nama Wonwoo seperti Mingyu. Sedangkan Seungkwan menunggu Jun dan juga Minghao sebelum nantinya ia pun ikut bergabung mencari keberadaan Wonwoo.
Mingyu yang awalnya mencari dengan tenang kini merasakan panik. Ia melihat Jihoon yang setengah badannya sudah basah karena mencari Wonwoo terlalu ke tengah air pasang. Pria pucat itu memasang wajah putus asanya dan berlari kecil menyusul Soonyoung. Seolah memberikan kode bahwa air sudah pasang sejak lama.
"Wonwoo!" Mingyu semakin mengencangan suaranya. Ia tak peduli dengan rasa perih yang terasa samar setelah ia berteriak. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah Wonwoo.
"Minggir!" Jun mendorong tubuh Mingyu kasar hingga pria itu sedikit limbung.
"Maafkan dia," Minghao menarik tangan Mingyu demi manahan tubuhnya agar tidak terjatuh, "dia dan Wonwoo pernah memiliki hubungan spesial. Seperti dirimu dan Wonwoo. Jadi itu sebabnya dia agak kasar padamu."
"Tak apa," jawab Mingyu sekenanya.
"Wonwoo!" kini suara Jun yang terdengar kencang.
"Aku akan mencarinya ke sebelah sana," Mingyu menunjuk deretan karang yang seolah sudah berada di tengah laut.
"Air sudah pasang, itu berbahaya," ujar Minghao.
"Itu tidak terlalu dalam, aku yakin itu adalah bagian dangkal," sanggah Mingyu cepat. Tak lagi ia menunggu respon dari Minghao, ia berjalan dengan kecipak air yang semakin deras menerjang bibir pantai.
Berpegangan pada satu karang, dan ia bisa merasakan jika dasar pantai di ujung kakinya. Air sudah setinggi lututnya dan juga ombak yang terhempas maupun tertarik ke laut membuat langkahnya terhambat.
"Wonwoo!" lagi-lagi Mingyu berteriak.
Ia mulai berjalan sembari berpegangan pada karang-karang. Menyusuri rangkaian karang tersebut dan menjadikannya terlihat seperti seorang yang baru belajar berjalan.
Saat kakinya melangkah semakin jauh, tiba-tiba ia terperosok masuk ke dalam sebuah lubang. Lalu saat ia merasa panik dan berusaha untuk kembali ke permukaan, tangannya menggapai sesuatu. Itu manusia. Dan ia berharap bahwa sesuatu yang ia pegang itu adalah Wonwoo.
Barulah saat ia mencapai permukaan, ia bisa melihat dengan jelas jika tubuh yang ia peluk itu adalah tubuh Wonwoo. Ada rasa lega yang menyelimuti dirinya. Hangat menyelubungi dadanya. Namun seketika ia merasa panik karena Wonwoo tak bernafas.
"Disini! Aku menemukannya!" Mingyu berteriak kencang karena sungguh, ia kesulitan keluar dari lubang yang sepertinya dibuat oleh Wonwoo.
Soonyoung adalah orang pertama yang datang. Tak peduli dengan kerasnya ombak, ia menarik tubuh Wonwoo agar keluar dari air dangkal tersebut. Dan menggendongnya di punggung sembari berlari kecil mendekati jalanan yang lebih tinggi daripada pantai. Tak peduli jika kakinya terluka karena sabetan dari karang atau benda tajam lainnya, Soonyoung hanya berlari sekuat yang ia bisa dan membaringkan Wonwoo di atas jalanan.
Mingyu menyusul setelahnya. Ia tak banyak bersuara dan hanya terus mengikuti kemana Soonyoung pergi. Jun dan Minghao bergabung bersama mereka, sedangkan Jihoon berlari menuju Vernon dan berkata siapkan mobil paling luar dan segera putar balik. Jaga-jaga jika mereka harus pergi secepatnya dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
a man with spring in his smile || meanie || Seventeen
FanfictionPernahkah kalian bertemu dengan seseorang yang memiliki senyum sehangat musim semi? WARN : BXB; MXM; Minwon; Mature content not just for segg part; M-preg; and other(s). Inspired by "decision to leave"
