tujuhbelas

240 34 2
                                        

"Kenapa kau bertanya padaku?" Seungkwan sedikit menaikkan nada bicaranya ketika Mingyu kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Total sudah lima kali Mingyu bertanya, namun baik Seungkwan ataupun Vernon tidak ada yang mau menjawab.

"Aku tak tahu harus bertanya pada siapa lagi," kembali, Mingyu berujar lirih.

Vernon adalah tipikal orang yang tidak terlalu peduli dan juga tidak mudah terganggu. Jadi ketika Mingyu bertanya berkali-kali, ia sama sekali tidak menunjukkan emosinya. Hanya fokus menyetir dan mencoba mengikuti arah dari navigator onlinenya.

Beda halnya dengan Seungkwan, pria dengan stok kesabaran tipis itu tidak bisa diam saja ketika Mingyu terus mengoceh. Dulu, saat ia masih menjadi sipil seperti Mingyu, Seungkwan adalah orang yang berusaha untuk terlihat sopan. Namun ketika ia memilih untuk bergabung dengan kelompok ini, sifat aslinya bisa ia tunjukkan tanpa perlu merasa bersalah.

"Aku ini baru bergabung, jadi tidak tahu dengan jelas siapa Wonwoo hyung," jawab Seungkwan, "jika kau ingin mengenal Wonwoo hyung lebih baik, kau bisa bertanya pada Jun hyung atau Soonyoung hyung, mereka lebih lama mengenalnya."

"Apa yang sebenarnya ingin kau ketahui?" Vernon bertanya sembari membelokkan mobil ke kiri.

"Apa Wonwoo seorang penjahat?"

"Apa kau seorang manusia?" tanya Vernon balik.

"Iya," jawab Mingyu.

"Itu jawaban untuk pertanyaanmu." Seungkwan memainkan ponselnya sekejap, memeriksanya apakah ada pesan dari Jihoon atau siapapun itu. "Kami semua penjahat, jika kau berkata seperti itu ya kami memang seorang penjahat. Meskipun kami tidak suka panggilan tersebut. Kalimat orang tidak baik terdengar lebih pas."

Mingyu menatap Seungkwan yang duduk di kursi penumpang depan, "kau masih muda, berapa umurmu?" tanyanya.

"Tidak ada urusannya denganmu," sinis Seungkwan.

"Katakan, bagaimana caranya kau masuk ke kelompok ini?" dengan seenaknya Mingyu menanyakan hal sebodoh itu. Namun bukan Seungkwan yang mendesis kasar, justru Vernon yang sedikit membentaknya.

"Dia sudah bilang itu bukan urusanmu!"

"Lalu jawab pertanyaan awalku, siapa sebenarnya Jeon Wonwoo?"

"Kau ini bodoh atau apa sih?" Seungkwan semakin geram. "Aku hanya mengenal Wonwoo hyung sebagai Wonwoo hyung saja. Dia itu orang yang membangun kelompok ini berdua bersama Soonyoung hyung. Lalu Jun hyung bergabung, lalu Minghao, dan yang terakhir adalah kami berdua."

Vernon menambahkan, "kita tidak terlalu tahu tentang Wonwoo hyung dibandingkan anggota lainnya, hanya Wonwoo dan Soonyoung hyung yang tidak kami ketahui darimana asal mereka."

"Lalu dengan pria yang berkulit pucat itu?" pertanyaan Mingyu mengarah pada seorang pria yang memiliki perawakan paling kecil diantara kelompok tersebut, pun kulitnya yang tampak selalu pucat.

"Jihoon hyung?" Seungkwan sedikit membeo, "dia suami Soonyoung hyung. Mereka menikah beberapa tahun yang lalu."

"Dia juga seorang sipil?"

Seungkwan menoleh dengan cepat, sedikit terkejut dengan tebakan Mingyu yang tepat. "Bagaimana kau tahu?"

"Entahlah, dia terlalu normal jika dibandingkan dengan kalian."

"Aku juga dulunya sipil, Vernon juga, Jun dan Minghao hyung juga. Kami semua dulunya adalah sipil, tapi untuk Wonwoo dan juga Soonyoung hyung, aku tidak yakin." Jemarinya mengetik pada layar ponselnya dan membalas pesan singkat dari Jihoon yang mengatakan jika Wonwoo sudah sampai di pantai. 

a man with spring in his smile || meanie || SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang