tiga

336 42 2
                                        

"Samchon! Es krim!"

"Es krim, samchon, es krim!"

Mingyu hampir saja kehilangan kesabarannya dan meninggalkan dua keponakannya di pinggir jalan. Anak dari pasangan Choi Seungcheol dan Yoon Jeonghan ini tak pernah gagal membuatnya naik pitam. Namun sedetik kemudian, si kakak beradik ini bisa dengan mudah membuat Mingyu tersenyum lagi.

Keajaiban anak kecil.

"Kita sedang berjalan ke minimarket untuk membelinya," jawab Mingyu sabar. Ia mengeratkan pegangannya pada tangan dua anak tersebut ketika mereka hendak menyebrang jalanan, yang sebenarnya tidak pernah dilalui kendaraan bermotor karena kawasan pertokoan ini terlalu padat oleh pengunjung.

Seperti sebuah acara rutin bagi Mingyu untuk datang ke kawasan ini setiap dua minggu sekali. Memenuhi panggilan saudaranya yang membuka restoran di kawasan ini. Pasangan dari sepupunya yang bernama Lee Seokmin.

Hari itu adalah hari Sabtu, Mingyu baru kembali dari kerjanya saat Jisoo-suami Seokmin-menyuruhnya untuk makan malam di restorannya. Dan ketika baru saja datang, alih-alih disambut dengan hangat, ia malah direcoki dua bocah lelaki yang memalaknya. Mau tak mau ia harus menwujudkan keinginan dua keponakannya ini.

Minimarket terasa lebih padat dari biasanya, juga lebih berisik. Wajar karena ini hari Sabtu. Namun ketika ia hendak menerobos kerumunan demi mencari tempat penyimpanan es krim, ia mulai merasa aneh. Apakah semua orang ini ingin membeli es krim juga.

"Samchon, sesak," Sunwoo-anak bungsu dari Seungcheol- mulai merengek. Mingyu sigap menggendongnya. Sedangkan Chan-si anak sulung-menarik-narik ujung baju Mingyu.

Suara teriakan frustasi terdengar semakin jelas ketika mereka berhasil menerobos kerumunan lebih dalam. Bisik-bisik tak jelas juga terdengar di sekitar sana. Dan semakin aneh ketika ada orang yang menatap dari balik jendela, seolah tengah menonton sesuatu yang seru.

"Keluarkan kepalamu!" seru sebuah suara dari ujung kerumunan. "Ah, dasar orang gila, kenapa sih harus waktu shiftku?"

Mingyu penasaran ketika seruan semakin menjadi. Dan ketika ia berhasil menuju ujung kerumunan, akhirnya ia paham dengan asal seruan tadi.

Seseorang yang sepertinya mabuk berusaha memasukan kepalanya-atau seluruh tubuhnya-ke dalam freezer. Membuat penjaga minimarket mengerang bahkan memukul-mukul punggung orang itu.

Ternyata dunia semakin gila saja. Mingyu harus menjauhkan dua keponakannya dari kerumunan itu. Dua keponakannya sudah badung meskipun tak melihat kejadian aneh itu. Bayangkan jika mereka meneliti kejadian tersebut, bisa-bisa nanti Jeonghan menelponnya karena menemukan kedua anaknya mendekam di lemari pendingin rumah.

"Kim Mindon!" seruan dengan suara yang terasa familier di telinga Mingyu membuatnya terkejut bukan main. "Siapa sih namanya? Minchan? Mintan? Min apa?!" teriakan itu berasal dari orang yang kini kepalanya sudah berada dalam freezer es krim.

"Apa yang kau katakan? Keluar dari freezer itu! Ya Tuhan, aku akan benar-benar menelpon polisi!" gertakan itu membuat pria tadi mengeluarkan kepalanya dari dalam frezeer. Wajahnya memberengut tidak suka.

Pucat dan hampir membiru. Entah berapa lama Wonwoo memasukan kepalanya ke dalam freezer, tetapi melihat dari pucatnya kulit Wonwoo Mingyu bisa perkirakan pria itu sudah terlalu lama mendinginkan kepalanya.

Mata rubah tadi berbinar dengan senyuman yang ikut mengembang. "Kim Minhoon!" seru Wonwoo sembari menunjuk Mingyu.

Mingyu sendiri tak bisa mengelak dan hanya menunjukan ekspresi terkejutnya. Chan dan Sunwoo ikut terkejut karena mereka kira yang dimaksud pria aneh itu adalah mereka.

a man with spring in his smile || meanie || SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang